-->

Selasa, 02 Juni 2009

cadangan Devisa Bulan Mei Sebesar US$ 57,87 Miliar

Cadangan Devisa Bulan Mei Sebesar US$ 57,87 Miliar
oleh : zulfikar
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2009 meningkat sekitar US$ 1,31 miliar menjadi US$ 57,87 miliar, dibandingkan posisi April US$ 56,56 miliar. Kenaikan cadangan devisa itu didukung oleh arus modal asing yang masuk sejak April hingga Mei 2009. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Plt Gubernur Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom pada raker pemerintah dan BI dengan Panitia Anggaran (Panggar) DPR di Jakarta, Senin (1/6). Raker tersebut membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2010. Sri Mulyani menjelaskan, kepercayaan investor mulai pulih sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 33,36% sejak awal 2009. Kinerja IHSG berada di posisi kedua setelah Tiongkok yang menguat 40%. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 6,25% atau berada di peringkat kedua setelah mata uang Brasil di atas 10%. “Pada 2009, Indonesia menghadapi deviasi cukup besar karena adanya krisis global. Dalam lima bulan terakhir, tingkat kepercayaan semakin pulih secara nasional. Kondis global juga terlihat mulai membaik. Arus modal masuk terlihat sejak Maret-Mei ini,” kata Sri Mulyani. Arus modal itu, menurut Sri Mulyani, masuk pada transaksi saham dan transaksi surat utang. Dengan demikian posisi cadangan devisa telah kembali meningkat. Data pemerintah menunjukkan, hingga akhir Mei ini cadangan devisa mencapai US$ 57,87 miliar. “Terjadi peningkatan sekitar US$ 1,31 miliar dibandingkan dengan cadangan devisa per April sesuai data BI mencapai US$ 56,56 miliar,” kata Menkeu.


Miranda mengatakan, kondisi nilai tukar sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama perubahan sentimen di pasar keuangan dan ekonomi global. “Kinerja neraca pembayaran dan cadangan devisa yang cukup baik, serta tanda-tanda perbaikan ekonomi dunia mendukung penguatan rupiah dan diperkirakan terus stabil,” ujar dia.Dia menambahkan, aliran modal asing yang masuk ke dalam negeri mendukung penguatan rupiah. “Sebab dana-dana tersebut masuk ke berbagai instrumen keuangan di Indonesia. dengan demikian kinerja eksternal ini diperkirakan akan mendukung stabilitas rupiah sepanjang 2009-2010,” papar Miranda.

Asumsi Makro
Sementara itu, dalam asumsi makro 2010, BI berpendapat pertumbuhan ekonomi akan berada dikisaran 4-5%. Asumsi tersebut berada di bawah asumsi pemerintah yang memberi kisaran 5-6%. Untuk tingkat inflasi tahun depan, menurut proyeksi BI akan berada dikisaran 5-6% atau di atas asumsi pemerintah 4,5-5,5%. Asumsi nilai tukar pada 2010 berada di kisaran Rp 10.000-10.500 per dolar AS, di atas asumsi pemerintah Rp 9.500-10.500 per dolar AS. “Investasi serta kegiatan ekspor-impor diharapkan membaik. Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2010 bisa meningkat jika investasi pada infrastruktur, listrik dapat dilakukan pada awal 2010,” tutur Miranda.

0 Comments: