BI :Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2009 masih lebih baik
oleh : zulfikar
Bank Indonesia menilai ekonomi Indonesia masih lebih beruntung dibandingkan negara lain yang tingkat pertumbuhannya mengalami penurunan tajam. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2009 masih positif yang BI perkirakan di kisaran 4-5%.Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2009)."Indonesia seharusnya bahagia karena pertumbuhan ekonominya positif. Negara-negara maju seperti Amerika, Jepang dan Inggris mengalami pertumbuhan negatif. Sementara China mengalami penurunan dari 9% menjadi 6,7%, lalu India turun dari 7,3% menjadi 5,1%," tuturnya.Selain itu dikatakan oleh Miranda, proyeksi pertumbuhan ekonomi Singapura negatif. "Bahkan Malaysia dan Thailand pertumbuhannya mendekati 0%, jadi kita positif," katanya.Dikatakan Miranda, Dana Moneter Internasional dalam terbitan World Economic Outlook Update bulan Januari 2009 merevisi ke bawah prakiraan pertumbuhan ekonomi global tahun 2009 dari yang diprakirakan sebelumnya 2,2% menjadi 0,5%."Kita melihat bahwa gambaran perekonomian global lebih suram dari yang diperkirakan beberapa bulan lalu. Dalam pandangan kami, angka pertumbuhan ekonomi yang diusulkan pemerintah sebesar 4,5-5,5% masih berada dalam kisaran 4-5% yang kami keluarkan. Perekonomian Indonesia pada 2009 akan melambat lebih dalam dari yang diperkirakan," paparnya.
oleh : zulfikar
Bank Indonesia menilai ekonomi Indonesia masih lebih beruntung dibandingkan negara lain yang tingkat pertumbuhannya mengalami penurunan tajam. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2009 masih positif yang BI perkirakan di kisaran 4-5%.Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2009)."Indonesia seharusnya bahagia karena pertumbuhan ekonominya positif. Negara-negara maju seperti Amerika, Jepang dan Inggris mengalami pertumbuhan negatif. Sementara China mengalami penurunan dari 9% menjadi 6,7%, lalu India turun dari 7,3% menjadi 5,1%," tuturnya.Selain itu dikatakan oleh Miranda, proyeksi pertumbuhan ekonomi Singapura negatif. "Bahkan Malaysia dan Thailand pertumbuhannya mendekati 0%, jadi kita positif," katanya.Dikatakan Miranda, Dana Moneter Internasional dalam terbitan World Economic Outlook Update bulan Januari 2009 merevisi ke bawah prakiraan pertumbuhan ekonomi global tahun 2009 dari yang diprakirakan sebelumnya 2,2% menjadi 0,5%."Kita melihat bahwa gambaran perekonomian global lebih suram dari yang diperkirakan beberapa bulan lalu. Dalam pandangan kami, angka pertumbuhan ekonomi yang diusulkan pemerintah sebesar 4,5-5,5% masih berada dalam kisaran 4-5% yang kami keluarkan. Perekonomian Indonesia pada 2009 akan melambat lebih dalam dari yang diperkirakan," paparnya.
Dinamika perekonomian global akan sangat mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia di 2009 yang pada gilirannya juga berpengaruh pada daya beli masyarakat dan investasi."Sumber pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan berasal dari permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga," ujar Miranda.Meski juga melambat, konsumsi rumah tangga diperkirakan masih dapat memiliki daya tahan terutama terkait dengan rencana pemerintah memberikan tambahan stimulus fiskal pada 2009."Di samping itu, komitmen pemerintah untuk merealisasikan anggaran lebih awal, kenaikan gaji PNS, faktor pemiu, dan kenaikan UMP diperkirakan juga akan menjadi faktor pendorong peningkatan konsumsi rumah tangga," pungkasnya.

0 Comments:
Post a Comment