Aturan Bassel II di Undur
oleh : zulfikar
Untuk lebih memperkuat sistem perbankan nasional di tengah kondisi krisis global yang masih berlangsung, Bank Indonesia memperpanjang masa transisi penerapan risiko operasional dalam perhitungan kecukupan modal (CAR) perbankan dalam rangka Basel II.Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (30/1/2009)."Bank Indonesia mengambil kebijakan untuk memperpanjang transisi penerapan risiko operasional dalam perhitungan kecukupan modal dalam rangka Basel II dari semua direncanakan dilakukan pada Juli 2009 menjadi diterapkan secara bertahap," tuturnya.Jadi penerapan aturan Basel II ini akan dilakukan bertahap dengan perhitungan beban modal berdasarkan persentase terhadap rata-rata pendapatan bruto positif tahunan selama tiga tahun terakhir dengan jadwal sebagai berikut:
5% harus dipenuhi sejak 1 Januari 2010 sampai dengan 30 Juni 2010;
10% harus dipenuhi sejak 1 Juli 2010 sampai dengan 31 Desember 2010;
15% harus dipenuhi pada 1 Januari 2011.
Basel II merupakan aturan standar internasional perbankan yang dikeluarkan oleh Bank for International Settlement (BIS). Aturan Basel II akan menekankan pentingnya manajemen risiko bank sehingga mendorong bank semakin efektif memanfaatkan besaran modal untuk menutup segala potensi risiko, termasuk risiko kredit.
Penundaan PSAK
Kemudian sebagai tindak lanjut keputusan penundaan pemberlakukan PSAK No.50 dan PSAK No.55 dari 1 Januari 2009 menjadi 1 Januari 2010, BI telah menerbitkan Surat Edaran mengenai pemberlakuan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) 2008
oleh : zulfikar
Untuk lebih memperkuat sistem perbankan nasional di tengah kondisi krisis global yang masih berlangsung, Bank Indonesia memperpanjang masa transisi penerapan risiko operasional dalam perhitungan kecukupan modal (CAR) perbankan dalam rangka Basel II.Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (30/1/2009)."Bank Indonesia mengambil kebijakan untuk memperpanjang transisi penerapan risiko operasional dalam perhitungan kecukupan modal dalam rangka Basel II dari semua direncanakan dilakukan pada Juli 2009 menjadi diterapkan secara bertahap," tuturnya.Jadi penerapan aturan Basel II ini akan dilakukan bertahap dengan perhitungan beban modal berdasarkan persentase terhadap rata-rata pendapatan bruto positif tahunan selama tiga tahun terakhir dengan jadwal sebagai berikut:
5% harus dipenuhi sejak 1 Januari 2010 sampai dengan 30 Juni 2010;
10% harus dipenuhi sejak 1 Juli 2010 sampai dengan 31 Desember 2010;
15% harus dipenuhi pada 1 Januari 2011.
Basel II merupakan aturan standar internasional perbankan yang dikeluarkan oleh Bank for International Settlement (BIS). Aturan Basel II akan menekankan pentingnya manajemen risiko bank sehingga mendorong bank semakin efektif memanfaatkan besaran modal untuk menutup segala potensi risiko, termasuk risiko kredit.
Penundaan PSAK
Kemudian sebagai tindak lanjut keputusan penundaan pemberlakukan PSAK No.50 dan PSAK No.55 dari 1 Januari 2009 menjadi 1 Januari 2010, BI telah menerbitkan Surat Edaran mengenai pemberlakuan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) 2008
"PAPI merupakan acuan bagi bank dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan sesuai PSAK dan ketentuan lain yang berlaku," ujar Muliaman.Penerbitan PAPI dilakukan lebih awal untuk memberi waktu bagi bank dalam memahami dan mempersiapkan secara matang berbagai hal yang diperlukan, antara lain proses bisnis, sistem teknologi dan informasi akurat serta persiapan sumber daya manusia terkait.Perbankan sebelumnya mengajukan penundaan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 50 dan 55 di tengah ketatnya likuiditas. PSAK 50 mengatur tentang penyajian dan pengungkapan instrumen keuangan sementara PSAK 55 mengatur tentang penyajian dan pengungkapan instrumen keuangan. Rencananya, BI akan mewajibkan bank menyampaikan laporan keuangan dengan mengacu pada revisi kedua PSAK tersebut mulai 1 Januari 2009.Penerapan PSAK 50 dan 55 diharapkan dapat mendorong proses harmonisasi penyusunan dan analisis laporan keuangan dan disiplin pasar
Respon Para Bankir
Sementara Dirut PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Agus Martowardojo mengatakan untuk tahun 2009 perbankan memang harus banyak mempersiapkan diri di tengah krisis yang ada saat ini."Kita betul-betul back to basic meyakini bahwa prinsip-prinsip pengelolaan bank dengan hati-hati harus dijalankan juga ditekankan bahwa terlepas dari semua sistem yang jalan, pentingnya karakter dan integritas dari para pelaku usaha untuk memang harus selalu diutamakan. Jadi saya melihat baik sekali apa yang disampaikan dalam bankers dinner oleh Gubernur BI," ujar Agus.Diakuinya untuk masalah teknis pelaksaannya, bankir masih ingin melihat dan mendengar tentang program sertifikasi dan lain-lainnya. "Tapi mungkin itu akan disampaikan secara terpisah sebagai tindak lanjut pentingnya masalah individu bankir, itu harus diutamakan karakternya," katanya.Terkait dengan penundaan penerapan basel II, menurut Agus itu semua baik karena memang kelihatan sekali untuk memberikan kesempatan perbankan menata dan fokus pada fungsi intermediasinya.Dirut PT Bank Bukopin Tbk Glen Glenardi juga mengaku masih menunggu teknis pelaksanaannya dalam waktu dekat ini."CAR itu kan turun dari yang tadinya di atas 16 persen jadi 14 persen, nah itu kan membatasi bank untuk melakukan fungsi intermediasinya itu jadi terbatas kalau ada stimulus untuk UKM meringankan ATMR saya pikir bagus memang tadi juga disebut cuma seperti apa kita enggak tahu," ungkap Glen.

0 Comments:
Post a Comment