BI Rate Turun di Awal 2009
oleh : zulfikar
Sejumlah ekonom menilai suku bunga acuan (BI rate) lebih baik diturunkan pada kurun Januari-Februari 2009. Hal itu dimaksudkan agar kebijakan tersebut efektif untuk mendukung penguatan nilai rupiah terhadap mata uang asing. “BI rate yang saat ini 9,5% disarankan turun paling cepat pada Januari-Februari 2009,” kata Head of Research Recapital Securities Poltak Hotradero pada acara diskusi bertema Krisis Keuangan Dunia dan Prognosis Runtuhnya Kapitalisme yang diselenggarakan oleh Freedom Institute di Bogor, Jawa Barat, akhir pekan lalu. Poltak menjelaskan, hasil rapat dewan gubernur The Fed mengindikasikan penurunan suku bunga dari saat ini 1% menjadi 0,5%. Bila prediksi itu benar, suku bunga di negara-negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), termasuk negara-negara emerging market diperkirakan juga turun. “Dengan kondisi itu, bila kita menurunkan lebih dulu dari The Fed, ya tidak ada artinya," ujar dia.Poltak menambahkan, BI rate yang ditahan pada level 9,5% diperlukan untuk menyeimbangkan pertumbuhan kredit dan pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) perbankan. Pertumbuhan kredit sekitar 35-36% sudah jauh melebihi kapasitas perbankan menghimpun DPK yang hanya tumbuh di bawah 10%.
oleh : zulfikar
Sejumlah ekonom menilai suku bunga acuan (BI rate) lebih baik diturunkan pada kurun Januari-Februari 2009. Hal itu dimaksudkan agar kebijakan tersebut efektif untuk mendukung penguatan nilai rupiah terhadap mata uang asing. “BI rate yang saat ini 9,5% disarankan turun paling cepat pada Januari-Februari 2009,” kata Head of Research Recapital Securities Poltak Hotradero pada acara diskusi bertema Krisis Keuangan Dunia dan Prognosis Runtuhnya Kapitalisme yang diselenggarakan oleh Freedom Institute di Bogor, Jawa Barat, akhir pekan lalu. Poltak menjelaskan, hasil rapat dewan gubernur The Fed mengindikasikan penurunan suku bunga dari saat ini 1% menjadi 0,5%. Bila prediksi itu benar, suku bunga di negara-negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), termasuk negara-negara emerging market diperkirakan juga turun. “Dengan kondisi itu, bila kita menurunkan lebih dulu dari The Fed, ya tidak ada artinya," ujar dia.Poltak menambahkan, BI rate yang ditahan pada level 9,5% diperlukan untuk menyeimbangkan pertumbuhan kredit dan pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) perbankan. Pertumbuhan kredit sekitar 35-36% sudah jauh melebihi kapasitas perbankan menghimpun DPK yang hanya tumbuh di bawah 10%.
Diferensiasi Melebar
Di tempat yang sama, Chief Economist Bank Danamon Anton H Gunawan juga menilai BI rate idealnya dipertahankan paling tidak hingga Januari 2009 untuk menjaga agar diferensiasi suku bunga dengan market lain tidak makin melebar. "Saat ini lebih baik BI rate ditahan dulu hingga Januari 2009 untuk menjaga interest rate differential tidak terlalu lebar. Penurunan BI rate diekspektasikan semua pihak, tetapi itu hanya akan menambah titik negatif yang ada sekarang," ujar

0 Comments:
Post a Comment