-->

Kamis, 13 November 2008

Pertumbuhan Ekonomi Mungkin 3.7 % tahun 2009

Pertumbuhan Ekonomi Mungkin 3.7 % tahun 2009
oleh : zulfikar
Perekonomian Indonesia akan mendapat pukulan keras dari krisis keuangan yang melanda dunia saat ini. Pertumbuhan ekonomi tahun depan pun diprediksi akan tergilas hingga tinggal 3,7%.Direktur Corporate Network sekaligus pakar Economist Intelligence Unit (EUI) Justin Wood mengemukakannya melalui siaran pers di acara Economist Conference di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (12/11). “Kondisi perekonomian Indonesia akan memburuk, dengan prediksi pertumbuhan turun drastis ke 3,7% pada tahun 2009. Semakin jelas terlihat bahwa tidak ada satu negara pun yang kebal krisis keuangan global yang melanda dunia,” katanya.Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi sekira 5-5,5 persen tahun depan, bahkan Wapres Jusuf Kalla optimis bisa mencapai 8 persen seandainya tidak terkena pengaruh krisis finansial global. Justin Wood menambahkan pertumbuhan pesat dalam investasi aset tetap yang telah dinikmati Indonesia sejak 2007 akan menurun seiring dengan ketatnya likuiditas global. Artinya ketersediaan sumber pendanaan pun akan semakin sulit. Di sisi lain, penurunan atas ekspor Indonesia juga akan berdampak kepada perekonomian.
Pada Oktober lalu, EUI menerbitkan sebuah laporan yang mengkaji resiko bisnis di Indonesia. Selain adanya penurunan pertumbuhan ekonomi, laporan tersebut juga memperkirakan adanya aliran modal keluar dari Indonesia pada tahun depan. Jika ini benar-benar terjadi, bisa mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengalami kesulitan pendanaan karena cadangan valuta asing menipis.Laporan kajian tersebut juga memperingatkan akan adanya masa-masa sulit yang akan dihadapi Indonesia dalam waktu mendatang, yang terlihat dari pasar modal dan utang yang sudah mulai terpengaruh krisis global, bersamaan dengan risiko yang muncul karena sejumlah besar surat utang negara yang dipegang oleh investor-investor asing.“Nilai rupiah terhadap dolar Amerika telah turun secara drastis dalam beberapa minggu terakhir, meskipun kejatuhan mata uang atau krisis neraca pembayaran tidak akan terjadi pada tahap ini. Bank Indonesia telah memperketat kebijakan keuangan tahun ini demi menjaga inflasi dengan menjaga suku bunga tinggi. Namun, kebijakan tersebut akan mengurangi pembelanjaan konsumen dan investasi yang pada akhirnya akan memperlambat perekonomian di Indonesia,” jelasnya.Namun ia menegaskan, Indonesia sendiri telah membuat perbaikan-perbaikan penting bagi perekonomian di tahun-tahun terakhir ini yang akan membantu Indonesia untuk bertahan dalam menghadapi krisis finansial dan ekonomi. “Hutang sektor publik telah diturunkan besar-besaran sejak tahun 2000 silam. Hal ini memberi keleluasaan pemerintah untuk melakukan stimulus fiskal di masa mendatang,” katanya.Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengemukakan pemerintah baru yang terpilih pada Pemilu 2009 akan menghadapi tantangan yang tidak mudah dengan kondisi dunia yang sedang mengalami krisis sektor finansial. “Lima tahun mendatang bukan hal yang mudah bagi siapa pun yang memerintah nanti. Krisis global yang terjadi saat ini tidak bisa ditanggulangi dalam waktu 1-2 tahun saja,” tuturnya dalam sambutan di seminar bertajuk “Peran Strategis Internal Auditor Pemerintah Dalam Upaya Pencegahan Kebocoran pengelolaan Keuangan Negara Melalui Audit Perencanaan dan Risiko” di Kantor Bappenas, Jakarta, kemarin.
Menurut Paskah diperkirakan dalam 5 tahun mendatang Indonesia masih dihantui oleh dampak krisis finansial global yang akan berbuntut panjang ini. “Membangun confidence atau kepercayaan itu lebih sulit daripada hanya mem-bailout. Seperti di Amerika Serikat dimana mereka melakukan bailout US$ 700 miliar tapi masih sulit untuk membalikkan confidence, karena memakan waktu,” jelasnya .Paskah juga mengatakan Bappenas sedang mempersiapkan kerangka rencana kerja pemerintah untuk 5 tahun mendatang yang akan menjadi rujukan tiap kandidat presiden dalam Pemilu 2009 nanti. “Dalam UU Pilpres ada pasal yang mewajibkan tiap calon presiden nanti harus menyampaikan visi dan misinya dengan merujuk kepada rencana pembangunan yang dibuat nanti,” katanya.Katanya, situasi krisis saat ini lebih sulit dihadapi ketimbang masa krisis regional yang lalu.”Kalau dulu waktu krisis regional kita ada jalan lain, tapi saat ini sulit karena seluruh dunia menghadapinya,” ujarnya.
Karena itu, dia mengungkapkan pula nelanja negara pada 2010 diperkirakan tidak akan lebih dari Rp1.000 triliun karena pemerintah ingin meningkatkan peran swasta dalam pembiayaan pembangunan sehingga belanja negara pada 2010 berkurang menjadi maksimal Rp600-700 triliun.




Untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto, hampir 80 persen memakai dana publik lewat dana APBN. Pada 2010 tidak bisa sepenuhnya ditanggung pemerintah karena pendapatan pemerintah pun diperkirakan akan turun banyak. Kita harus menjaga keseimbangan antara peran publik dan swasta,” kata Paskah. saat membuka seminar di Gedung Bappenas Jakarta, Rabu.Keterbatasan anggaran itu seharusnya tidak mengurangi semangat masyarakat Indonesia dalam mendukung pembangunan dengan prioritas utama pengurangan kemiskinan, pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan.”Oleh karena itu yang penting bagi calon presiden untuk periode mendatang adalah mengembalikan dan menjaga kepercayaan dari masyarakat. Apalagi karena saya perkirakan dalam 5 tahun yang akan datang, kita masih akan dihantui krisis finansial ini,” katanya.Dia mencontohkan, anggaran pendidikan yang pada APBN 2009 mencapai Rp212,64 triliun atau sekitar 5 persen dari PDB sesuai dengan UUD 45, kemungkinan turun menjadi sekitar 60-70 triliun mengikuti penurunan belanja negara tersebut.”Anggaran untuk kepentinganpendidikan pada 2010 tetap 20 persen, tetapi nominalnya turun,” katanya. Oleh karena itu efisiensi anggaran mutlak diperlukan dan peran auditor internal menjadi penting untuk mencapai efisiensi itu. “Penghematan belanja dari tender-tender proyek pemerintah telah berhasil menurunkan nilai proyek hingga 20-25 persen di bawah harga perkiraan sendiri atau HPS,” ungkapnya.Penghematan anggaran itu arus dijaga agar sisa anggaran bisa dialihkan ke program dan proyek penting pemerintah lainnya, demikian Paskah Suzetta

0 Comments: