Fasilitas Jangka Pendek Rp. 1 T Buat Bank Century
oleh : zulfikar
Bank Century mengajukan FPJP ke BI pada Jumat pagi. Belum diketahui berapa jumlah yang diajukan, namun sejumlah kabar menyebut sekitar Rp 1 triliun. Halim menegaskan bahwa pinjaman untuk Bank Century hanya FPJP bukan fasilitas pendanaan darurat (FPD). Halim mengatakan belum bisa mengumumkan berapa angkanya karena masih diteliti nilai jaminannya. "Lagi dihitung," katanya saat dicegat usai salat jumat di Gedung BI, Jakarta. Dia memastikan hanya Bank Century yang mengajukan FPJP belum ada bank lain. "Kalau butuh repo itu kegiatan sehari-hari tinggal datang saja ke BI," katanya. Dana FPJP tersebut akan digunakan Bank Century untuk menutup kekurangan giro wajib minimum (GWM). "Masih dihitung dulu, GWM-nya dia perlu berapa. Sisanya itu kita drop. Ini kan tetap dikasih harian sepanjang GWM-nya itu kurang. Kalau GWM cukup, kita gak kasih. Jadi dia buka credit line kepada BI," jelas Halim.Sementara setoran dana Rp 5 miliar oleh Bank Century pada Kamis kemarin (13/11/2008) menurut Halim itu uang internal perseroan."Uangnya itu, dia sih masih ada. bukan gak ada uang sama sekali. Perlu untuk berjaga-jaga kalau terjadi penarikan," katanya.Secara umum, kata Halim, kondisi perbankan nasional oke, masalah ada hanya di Bank Century. Halim mengatakan kelihatannya Bank Century kena masalah di pasar uang antar bank (PUAB)."PUAB kan likuid kan, ini arus segmentasi saja. Kelihatannya Bank Century kena masalah ini. Nah dia mau minjam orang agak ragu-ragu. Sekarang kan kalau diberikan FPJB kan mestinya tidak ada masalah," katanya.Corporate Secretary Deddy Triyana mengaku belum tahu mengenai masalah ini. "Saya belum mendapat pemberitahuan dari manajemen," ujarnya
oleh : zulfikar
Bank Century mengajukan FPJP ke BI pada Jumat pagi. Belum diketahui berapa jumlah yang diajukan, namun sejumlah kabar menyebut sekitar Rp 1 triliun. Halim menegaskan bahwa pinjaman untuk Bank Century hanya FPJP bukan fasilitas pendanaan darurat (FPD). Halim mengatakan belum bisa mengumumkan berapa angkanya karena masih diteliti nilai jaminannya. "Lagi dihitung," katanya saat dicegat usai salat jumat di Gedung BI, Jakarta. Dia memastikan hanya Bank Century yang mengajukan FPJP belum ada bank lain. "Kalau butuh repo itu kegiatan sehari-hari tinggal datang saja ke BI," katanya. Dana FPJP tersebut akan digunakan Bank Century untuk menutup kekurangan giro wajib minimum (GWM). "Masih dihitung dulu, GWM-nya dia perlu berapa. Sisanya itu kita drop. Ini kan tetap dikasih harian sepanjang GWM-nya itu kurang. Kalau GWM cukup, kita gak kasih. Jadi dia buka credit line kepada BI," jelas Halim.Sementara setoran dana Rp 5 miliar oleh Bank Century pada Kamis kemarin (13/11/2008) menurut Halim itu uang internal perseroan."Uangnya itu, dia sih masih ada. bukan gak ada uang sama sekali. Perlu untuk berjaga-jaga kalau terjadi penarikan," katanya.Secara umum, kata Halim, kondisi perbankan nasional oke, masalah ada hanya di Bank Century. Halim mengatakan kelihatannya Bank Century kena masalah di pasar uang antar bank (PUAB)."PUAB kan likuid kan, ini arus segmentasi saja. Kelihatannya Bank Century kena masalah ini. Nah dia mau minjam orang agak ragu-ragu. Sekarang kan kalau diberikan FPJB kan mestinya tidak ada masalah," katanya.Corporate Secretary Deddy Triyana mengaku belum tahu mengenai masalah ini. "Saya belum mendapat pemberitahuan dari manajemen," ujarnya
Bank Indonesia Ingatkan Perbankan Untuk Tidak telat Kliring
Bank Indonesia mengingatkan kepada perbankan nasional agar tidak terlambat menyetorkan prefund atau dana yang harus disetorkan oleh bank ke BI sebelum proses kliring berlangsung setiap harinya, seperti kesalahan yang dilakukan oleh
Bank Century.Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rochadi kepada pada saat kunjungan ke gudang uang dan tempat pelaksanaan kliri di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (14/10/2008)."Harusnya memang tidak boleh telat, karena kalau telat maka sistem pembayaran nasional bisa tergganggu, masalah Bank Century adalah kasus yang istimewa. Pokoknya harus mentaati waktu, yaitu pada jam 08.00 setiap pagi harus sudah disetorkan semua. Jangan sampai terlambat seperti itu," jelasnya.Budi juga mengatakan BI telah menegur pihak Bank Century agar tidak kembali melakukan kesalahan seperti ini. Bank Century sebelumnya telah mengakui bahwa kegagalan kliringnya semata-mata disebabkan karena masalah teknis.Dijelaskan Budi, setiap jam 08.00 bank harus menyerahkan prefund sebelum proses kliring berlangsung. "Kalau telat, kliring seluruhnya tertunda. Memang untuk Bank Century ada kesalahan teknis karena prefund belum masuk sampai batas waktu. Begitu prefund masuk kita nyatakan dia tidak bisa ikut kliring," tuturnya.Pada kunjungan saat itu, diperlihatkan mengenai pencatatan jumlah prefund perbankan yang masuk ke BI hari ini. Seorang pegawai kliring BI mengatakan hari ini jumlah prefund yang masuk adalah sebesar Rp 10,8 triliun yang terdiri dari cash prefund sebesar Rp 9,1 triliun dan collateral prefund sebesar Rp 1,6 triliun. "Kolateral ini bisa terdiri dari SUN atau SBI," jelas pegawai tersebut.Dia juga mengatakan jumlah prefund yang disetorkan perbankan kemarin juga sama jumlahnya, meskipun Bank Century tidak ikut kliring saat itu."Besaran prefund yang harus disetorkan perbankan adalah berdasarkan tagihan terbesar harian dalam 12 bulan terakhir. Dan setiap tanggal 25 kita akan hitung berapa besaran prefund yang harus disetorkan bank. Nilainya bisa turun dan bisa
naik setiap bulannya," paparnya.

0 Comments:
Post a Comment