-->

Kamis, 30 Oktober 2008

Bank Fokuskan Kepada NPL & Likuiditas

Bank Fokuskan Kepada NPL & Likuiditas
oleh : zulfikar
Perbankan nasional menerapkan dua strategi utama dalam menghadapi krisis pasar keuangan global dan domestik, yakni menjaga kecukupan likuiditas rupiah dan dollar AS serta menjaga kredit bermasalah atau NPL tidak meningkat.Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Wayan Agus Mertayasa, Kamis (30/10) di Jakarta, menjelaskan, untuk keperluan tersebut, Bank Mandiri membentuk pusat komando yang bertugas memonitor likuiditas harian.Untuk meningkatkan likuiditas dollar AS, Bank Mandiri juga meminta nasabahnya yang memiliki simpanan dollar AS untuk mengonversinya ke rupiah.Menurut Wayan, Bank Mandiri kini sangat selektif dalam menyalurkan kredit. ”Kredit hanya disalurkan kepada debitor yang benar-benar kami yakini bisa melunasi pinjaman,” katanya.Hal serupa juga dilakukan BNI. Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan, kecukupan likuiditas menjadi prioritas utama. Untuk mengantisipasi meningkatnya risiko, BNI juga terus memperbesar rasio pencadangan.Industri perbankan saat ini tengah menghadapi kekeringan likuiditas rupiah dan dollar AS sekaligus. Keringnya likuiditas rupiah disebabkan seretnya pencairan dana pemerintah untuk proyek, tingginya penyaluran kredit, dan macetnya pasar uang antarbank.


dapun keringnya likuiditas dollar AS disebabkan oleh permintaan yang tidak bisa diimbangi pasokan. Permintaan dollar AS meningkat tajam akibat penarikan dana asing dan aksi buru dollar AS oleh korporasi lokal akibat kepanikan.Tekanan NPL bank mulai meningkat karena banyak korporasi yang kesulitan mengekspor produknya. Kinerja korporasi yang bergerak di sektor komoditas pertambangan dan pertanian juga menurun seiring anjloknya harga komoditas bersangkutan.Hingga September 2008, perbankan secara umum masih mencatat kinerja yang baik, mengingat krisis belum berdampak signifikan.Krisis keuangan global mulai menjalar ke mana-mana setelah bank investasi internasional Lehman Brothers bangkrut pada pertengahan September 2008.Dalam paparan kinerja per triwulan III-2008, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp 3,96 triliun, tumbuh 24,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Posisi kredit Mandiri sebesar Rp 162,8 triliun, tumbuh 33,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.BNI mencatat laba bersih sebesar Rp 832 miliar, turun 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan laba terjadi karena BNI melakukan pencadangan sebesar Rp 3,26 triliun. Dampaknya, rasio NPL netto turun menjadi 1,06 persen.Sedangkan Bank Permata mencatat laba bersih senilai Rp 389,9 miliar, naik 3,4 persen dibandingkan periode saham tahun sebelumnya. Kredit Bank Permata mencapai Rp 33,7 triliun, naik 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

0 Comments: