-->

Senin, 08 September 2008

Waspadai NPL

Waspadai NPL
oleh : zulfikar
pertumbuhan kredit yang cukup tajam, Bank Indonesia mengingatkan perbankan agar lebih berhati-hati dalam ekspansi kreditnya agar pertumbuhan ini justru tidak menimbulkan kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) yang dapat menimpa bank.Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin malam (8/9/2008)."Pertumbuhan kredit kencang itu tidak apa-apa, yang penting ditujukan kepada sektor-sektor yang produktif," ujarnya.Muliaman mengatakan dengan pertumbuhan kredit yang cepat dimana sampai akhir Agustus 2008 telah mencapai 35%, yang menjadi kekhawatiran adalah kontrol terhadap kredit tersebut."Kalau kontrolnya mampu seperti risk management-nya maka tidak ada masalah, tapi kekhawatiran akan NPL itu juga ada dengan pertumbuhan yang cepat ini. Karena itu BI mengingatkan," katanya.Muliaman mengatakan jika kredit banyak dikucurkan kepada sektor yang tidak produktif, maka ada beberapa implikasi yang dikhawatirkan seperti NPL tadi.

"Karena justru bukan bank besar yang kreditnya mencapai rata-rata 35% tersebut, bank besar rata-rata hanya 27-28%," jelasnya. Hal ini juga yang menjadi kakhawatiran agar perbankan dapat lebih mengontrol kucuran kreditnya lebih baik.Di tempat yang sama, Gubernur BI Boediono juga menanggapi pertumbuhan kredit perbankan yang cukup kencang, dia menyarankan agar kredit lebih ditujukan pada sektor produktif. "Pertumbuhan kredit ini bagus jika ditujukan ke sektor-sektor produktif, tapi jika ke sektor yang tidak produktif, kita minta bank untuk pikir-pikir dulu deh," ujarnya

0 Comments: