-->

Minggu, 07 September 2008

Produksi Minyak 2008 Tak Penuhi Target

Produksi Minyak 2008 Tak Penuhi Target
oleh : zulfikar
Tidak adanya lapangan minyak baru di Indonesia membuat penurunan produksi minyak di tahun depan tak bisa dihindari. Dari 5 kontraktor minyak besar di Indonesia, 4 diantaranya akan mengalami penurunan produksi."Dari presentase kelima KKKS (Kontraktor Kerja Sama), memang penurunan produksi minyak tidak bisa dihindari, jadi kita bisa hitung lah berapa lfitng untuk 2009 tahun," ujar Dirjen Migas Evita Legowo dalam rapat dengan panitia anggaran DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/9/2008).Rapat itu juga dihadiri oleh 5 kontraktor minyak besar yakni PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), PT Pertamina EP, Medco, Exxon, dan ConocoPhillips. CPI yang merupakan produsen minyak terbesar kapasitasnya turun dari 405.000 barel per hari tahun ini menjadi jadi 382.000 barel per hari.ConocoPhillips di target 2008 sebesar 78.000 barel per hari akan mengalami penurunan yang cukup tajak menjadi 42.950 barel per hari. "Penurunan terjadi karena ada masalah teknis," ujar Dirut ConocoPhillips Indonesia Jim Taylor.


Produksi ConocoPhillips pada tahun 2008 memang produksi tertinggi selama 10 tahun terakhir karena adanya lapangan baru."Pada 2009 tantangan kita adalah me-manage tingkat penurunan produksi dari lapangan tua, memang memerlukan investasi yang cukup besar untuk menahan laju penurunan produksi dari lapangan-lapangan yang ada, keterlambatan perizinan juga akan berdampak pada produksi awal," ujarnya.Dirut PT Medco E&P Indonesia Budi Basuki juga memperkirakan sedotan minyaknya pada 2009 akan mengalami penurunan."Tampaknya memang ada penurunan, karena adanya cadangan yang mulai kering. Tapi tahun ini kita eksplorasi 7 sumur, nah diharapkan mulai kelihatan hasilnya," ujarnya.Produksi Exxon menurut Dirut Presdir Mobile Cepu Limited Mike Nelson di Banyu Urip Cepu juga belum maksimal karena sifatnya yang masih early production, baru bisa menyedot minyak setara 20.000 barel per hari.Namun PT Pertamina EP yakin akan terus mengalami kenaikan produksi tahunan. "Produksi kita naik sampai 2006, 2006 kita naik rata-rata 3,1 persen, di 2008 kenaikan 7,8 persen dan 2009 6,2 persen," ujar Dirut PT Pertamina EP Tri Siwindono.Di tahun 2009 produksi diperkirakan naik menjadi 125,5 ribu barel per hari dari target 2008 118,221 bph.Tantangan yang dihadapi Pertamina adalah adanya lapangan yang terletak di taman nasional sehingga tidak dapat dilakukan pengeboran untuk meningkatkan produksi. "Padahal potensinya 800.000 barel," ujarnya tanpa memerinci lebih lanjut

0 Comments: