-->

Kamis, 11 September 2008

PNBP Pertambangan 2007 Turun, Padahal Harga Komoditas Naik

PNBP Pertambangan 2007 Turun, Padahal Harga Komoditas Naik
oleh : zulfikar
Auditor Utama Keuangan Negara IV BPK Hadi Priyanto mengungkapkan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Sumber Daya Alam pertambangan umum pada 2007 turun menjadi Rp5,87 triliun dari Rp6,78 triliun pada 2006. "Padahal di 2007 harga komoditas sudah mulai booming, ini menimbulkan kecurigaan bagi BPK untuk melakukan pemeriksaan tematik pertambangan batu bara di tahun ini," katanya dalam acara diskusi kisruh royalti batu bara di Jakarta hari ini. Kemudian, lanjutnya, dalam anggaran PNBP SDA atas pendapatan royalti yang ditetapkan dalam UU No.18/2006 tentang APBN 2006 Jo UU No.41/2007 tentang perubahan APBN 2007 ternyata hanya menyajikan pendapatan royalti batu bara Rp4,78 triliun. Demikian pula, tambahnya, di dalam LRA Departemen ESDM 2007 hanya menyajikan realisasi pendapatan royalti batu bara Rp5,77 triliun. "Padahal pendapatan royalti tidak hanya dari sektor pertambangan batu bara tetapi juga dari tembaga, nikel, emas, perak, dan lainnya."


Sementara itu, Koordinator ICW Firdaus Illyas justru menemukan ketidakwajaran dalam laporan penerimaan negara dari batu bara di mana ada selisih penerimaan negara dari nilai penerimaan yang seharusnya. Untuk 2006 penerimaan negara dari batu bara berdasarkan FOB-BI sebesar Rp7,05 triliun, tapi dalam realisasi penerimaan LKPP hanya sebesar Rp6,61 triliun. Sedangkan untuk 2007 penerimaan berdasarkan FOB-BI sebesar Rp7,57 triliun tapi dalam LKPP hanya sebesar Rp5,34 triliun. "Penerimaan royalti batu bara itu justru menurun dari Rp6,6 triliun pada 2006 menjadi Rp5,337 triliun di 2007. Padahal kita tahu harga batu bara naik dan produksinya juga," tuturnya

0 Comments: