-->

Sabtu, 20 September 2008

Krisis Moneter Asia Terjadi di AS

Krisis Moneter Asia Terjadi di AS
oleh : zulfikar
Asia sudah melewati krisis finansial terburuk 11 tahun silam. Krisis tersebut kini berulang di Amerika Serikat, dengan kondisi yang lebih buruk dan kompleks, serta dampak yang lebih luas.Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Sentral Thailand, Tarisa Watanagase disela-sela Asian Central Bankers di Bangkok, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (20/9/2008)."Sekilas, akar yang menyebabkan kedua masalah ini benar-benar mirip," ujar Tarisa tentang krisis moneter di Asia 11 tahun silam yang dipicu oleh anjloknya mata uang Thailand, baht. "Investor mengambil risiko tinggi secara berlebihan, menciptakan nilai aset yang bubble dengan latar prinsip kehati-hatian dan kebijakan moneter yang kurang mendukung," imbuhnya. Asia dihantam krisis finansial terburuk pada tahun 1997 silam. Krisis yang menular ke berbagai wilayah Asia itu dipicu oleh spekulasi yang akhirnya menjatuhkan mata uang baht. Indonesia termasuk negara yang terkena krisis moneter terparah, bahkan harus mengundang IMF untuk menyelamatkan, meski belakangan diketahui IMF memberikan resep yang salah untuk Indonesia. Namun 11 tahun berlalu, Asia semakin pulih dan kuat. Asia banyak belajar dari kesalahan masa lalu, dan kini membuat sistem moneter yang lebih kuat dan menciptakan kerjasama regional yang lebih kokoh.Tarisa menilai, krisis finansial yang terjadi saat ini lebih kompleks karena terjadi di negara dengan perekonomian terbesar yang memiliki pasar finansial paling berpengaruh dan besar."Karena meningkatnya kompleksitas dan besarnya krisis sekarang, maka hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apa alat yang harus digunakan bagi para pembuat kebijakan yang bisa menstabilkan perekonomian, inilah esensi dari misi kita sebagai gubernur bank sentral," katanya.


Tarisa mengatakan, metode yang penuh inovasi harus diambil untuk menangani situasi yang menantang ini."Misalnya, kita tidak mungkin hanya sekedar bergantung pada alat tradisional seperti menaikkan suku bunga untuk menghadapi inflasi," tambahnya.Tarisa menyambut baik rencana yang disusun oleh pemerintah AS untuk membeli utang-utang bermasalah di lembaga-lembaga keuangan. "Ini akan menjadi ide yang lebih baik untuk memecahkan masalah di pasar finansial AS dari sisi yang lebih berkesinambungan dan sistemik ketimbang berhubungan dengan mereka dengan kebijakan yang terpecah-pecah. Namun kita harus melihat detail dari rencana itu," imbuhnya.Terkait dengan upaya penyelamatan krisis finansial di AS tersebut, New York Times melaporkan bahwa pemerintah Bush kemungkinan akan menggelontorkan dana hingga US$ 500 miliar. Para ahli bahkan memperkirakan angka penyelamatan bisa mencapai US$ 1 triliun.

0 Comments: