Dana Iddle Pemerintah Siap digunakan Untuk Perbankan
oleh : zulfikar
Dana Iddle Pemerintah yang berada di BI yang mencapai Rp. 120 T siap digunakan untuk membantu perbankan yang mengalami kekurangan likuiditas,Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani usai acara buka puasa di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat malam (12/9/2008)."Kita tahu kondisi likuiditas perbankan seret karena memang terganggu karena ekspansi lending yang cukup cepat, mereka (perbankan) butuh dana lewat DPK (Dana Pihak Ketiga), sementara likuiditas di pasar sedang seret, jadi susah," katanya.Dengan adanya bantuan ini, pemerintah berharap perbankan tak lagi mengalami kecemasan tentang masalah likuiditas. "Yang mau kita jaga dengan BI adalah keseimbangan antara keseimbangan likuiditas, transaksi dan mengurang sedapat mungkin kemungkinan spekulasi, kedua mengurangi kecemasan yang tidak perlu," tandasnya.
oleh : zulfikar
Dana Iddle Pemerintah yang berada di BI yang mencapai Rp. 120 T siap digunakan untuk membantu perbankan yang mengalami kekurangan likuiditas,Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani usai acara buka puasa di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat malam (12/9/2008)."Kita tahu kondisi likuiditas perbankan seret karena memang terganggu karena ekspansi lending yang cukup cepat, mereka (perbankan) butuh dana lewat DPK (Dana Pihak Ketiga), sementara likuiditas di pasar sedang seret, jadi susah," katanya.Dengan adanya bantuan ini, pemerintah berharap perbankan tak lagi mengalami kecemasan tentang masalah likuiditas. "Yang mau kita jaga dengan BI adalah keseimbangan antara keseimbangan likuiditas, transaksi dan mengurang sedapat mungkin kemungkinan spekulasi, kedua mengurangi kecemasan yang tidak perlu," tandasnya.
Pemerintah dan BI dikatakan Sri Mulyani akan berkoordinasi dengan BI untuk menggunakan dana 'nganggur' tersebut untuk bisa membantu likuiditas perbankan apabila dibutuhkan."Jadi BI berkoordinasi dengan bank-bank untuk melihat bagaimana situasi yang mereka hadapi. BI melihat neraca mereka (perbankan) satu persatu, yang kira-kira perlu dibantu pemerintah siap. Jadi pemerintah siap melakukan tindakan apa saha untuk mengurangi pressure likuiditas," ujarnya.Ia juga mengakui bahwa belanja negara yang seret menjadi salah satu penyebab munculnya gangguan likuidita. Apalagi pemerintah banyak menyerap dana dari masyarakat melalui pajak atau surat utang

0 Comments:
Post a Comment