-->

Selasa, 23 September 2008

BI Injeksi Perbankan Hingga Rp. 8.5 T

BI Injeksi Perbankan Hingga Rp. 8.5 T
oleh : zulfikar
Bank Indonesia atau BI menginjeksikan dana segar ke perbankan senilai Rp 4 triliun lebih pada 22 September 2008 melalui mekanisme gadai atau repurchase agreement atau repo surat berharga, sehingga total dana yang dikucurkan BI dalam seminggu terakhir telah mencapai sekitar Rp 8,5 triliun. Ini dilakukan untuk membantu perbankan nasional yang sedang kesulitan likuiditas dalam beberapa waktu terakhir ini."Repo memang kami buka menjelang Lebaran ini karena kebutuhan likuiditas cukup tinggi. Hari ini (22 September 2009) angkanya sekitar Rp 4 triliun lebih. Minggu kemarin kami serap sekitar Rp 4,5 triliun," ungkap Gubernur BI Boediono usai menghadiri Rapat Kerja dengan Panitia Anggaran DPR RI di Jakarta, yang berlangsung hingga Selasa (23/9) dini hari.Minat perbankan untuk memanfaatkan fasilitas repo tersebut semakin tinggi setelah BI menurunkan suku bunga repo dalam semalam (overnight ) sebesar 200 basis poin (bps) dari 12,25 persen menjadi 10,25 persen. Akhir minggu lalu BI menginjeksi dana ke perbankan melalui repo bertenor enam hari sekitar Rp 4,5 triliun.Kemudian pada hari Senin (22/9/2008), BI kembali menyuntikkan dana senilai Rp 4 triliun lebih dengan tenor 14 hari. Transaksi repo dipakai BI sebagai salah satu instrumen operasi pasar terbuka yang bertujuan mengendalikan likuiditas di pasar dalam jangka pendek atau fine tuning. Aset yang digadai berupa surat berharga, seperti Sertifikat BankIndonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN). Jika BI melakukan transaksi repo dengan menerima surat berharga dari bank, maka BI sedang melakukan ekspansi likuiditas ke pasar (fine tuning ekspansi ). Jika sebaliknya, dinamakan fine tuning kontraksi.



Selain repo lelang yang memiliki jangka waktu dan suku bunga variatif, BI juga menyediakan repo standing facility yang jangka waktunya hanya semalam (overnight) dengan suku bunga yang sudah ditetapkan, yakni BI Rate plus 300 basis poin. Saat ini level BI Rate ialah 9,25 persen. Hingga minggu pertama Agustus 2008, perbankan belum berminat melakukan transaksi repo. Itu terlihat dari nihilnya transaksi

0 Comments: