-->

Selasa, 23 September 2008

Potensial Loss BNI Akibat Lehman Brother Sebesar US$7,8 juta (Rp7,2 miliar)

Potensial Loss BNI Akibat Lehman Brother Sebesar US$7,8 juta (Rp7,2 miliar)
oleh : zulfikar
Kebangkrutan bank investasi terbesar keempat di Amerika Serikat, Lehman Brothers, turut menyeret bank dalam negeri yang mengoleksi surat utang lembaga itu. PT Bank Negara Indonesia Tbk berpotensi merugi."Potential lost surat utang Lehman Brothers yang BNI miliki hanya US$7,8 juta saja [Rp7,2 miliar]" ujar Dirut BNI Gatot M Suwondo dalam pesan singkatnya di Jakarta, pekan lalu.Saat dimintai keterangan lebih lanjut, Gatot enggan menjelaskan. Demikian juga Direktur Treasury dan Internasional BNI Bien Subiantoro enggan memberikan keterangan karena di luar kota.surat berharga Lehman Brothers dimiliki oleh cabang BNI di luar negeri. Surat berharga tersebut terdiri dari fixed rate notes (FRN) US$5 juta dan bond for yen 300 juta (Rp25, 2 miliar).Adapun salah satu bankir bank pemerintah menyampaikan dari sejumlah bank papan atas hanya BNI yang mengoleksi surat utang milik Lehman Brothers, sehingga bank pelat merah itu berpotensi menanggung kerugian."Saya tanya ke sejumlah kawan, seperti Danamon, Niaga BCA, dan lainnya katanya mereka tidak mempunyai exposure pada lembaga keuangan AS [Lehman]. Yang saya tahu memang baru BNI," ujarnya.Menurut dia, biasanya yang membeli surat utang lembaga keuangan kelas dunia, seperti Lehman Brothers, adalah bank lokal yang memiliki cabang atau kantor perwakilan di luar negeri. Saat ini Bank Mandiri dan BNI yang tercatat memiliki kantor cabang di luar negeri.Dia menyampaikan bank asing yang membuka kantor cabang di Indonesia justru tidak memiliki surat utang di luar negeri, karena investasi semacam itu cukup ditangani oleh kantor pusatnya.Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo, pekan lalu, membantah bank yang dipimpinnya mempunyai exposure pada Lehman Brothers, AIG dan lembaga keuangan AS lainnya. "Saya tegaskan kami tidak punya," katanya.Dalam paparan publiknya yang disampaikan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappepam LK) Bank Mandiri juga menyampaikan hal serupa.Direktur Treasury dan Internasional Bank Mandiri Thomas Arifin mengatakan pihaknya tidak memiliki exposure pada lembaga keuangan, seperti Lehman Brothers, karena surat utang itu terlalu rumit.

"Karena tidak pada tangan pertama [Lehman]. Itu kan diperjual-belikan di sejumlah negara. Jadi tingkat risikonya tinggi," paparnya.Pekan lalu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono membenarkan ada bank dalam negeri yang memiliki exposure pada Lehman Brothers. Namun, menurutnya, nilainya tidak terlalu signifikan. "Minimal sekali, pengawas kami melihatnya," tegasnya.


Boediono menolak menyebutkan nama bank yang memiliki surat utang itu. Dia menyatakan akan terus memantau dampak rontoknya lembaga keuangan AS terhadap industri perbankan domestik.

Tak langsung

Ketua Umum Asosiasi Bankir Manajemen Risiko (Bankir Association Risk Management/BARa) Sentot Sentausa mengatakan dampak langsung rontoknya lembaga keuangan AS terhadap industri perbankan dalam negeri belum ada hingga sekarang, kecuali yang memiliki exposure di lembaga keuangan terkait.Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu mengatakan exposur BNI di Lehman Brother kecil, dan kemungkinan kerugian itu bisa mampu terserap oleh bank pelat merah itu."Itu cukup kecil jika hanya di kisaran US$5 juta-US$7,5 juta. Kami yakin kerugian BNI bisa tertutupi oleh kegiatan operasional perseroan," tuturnya kepada Bisnis.Menurut Said, pemerintah tidak akan mengambil alih kerugian BUMN yang memiliki portofolio di Lehman Brothers



0 Comments: