Pertumbuhan Kredit Q-III Akan Melemah
Oleh : zulfikar
Pertumbuhan kredit pada Q-III diperkirakan akan melemah, Hal dikarenakan naiknya suku bunga kredit dan kian turunnya daya beli masyarakat akibat lonjakan harga bahan bakar minyak dan komoditas pangan.Hasil survei perbankan yang dirilis Bank Indonesia pekan ini mengungkapkan, mayoritas bankir yang menjadi responden survei memperkirakan penyaluran kredit tetap tumbuh pada triwulan III-2008, tetapi lajunya lebih lamban dibandingkan dengan triwulan II-2008.Secara nominal, pertumbuhan kredit pada triwulan III-2008 diperkirakan 9,5 persen (quarter to quarter/QTQ), lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi pertumbuhan triwulan II-2008 yang mencapai 11,9 persen (QTQ).Periode Januari-Juni 2008 pertumbuhan kredit sangat pesat. Secara setahunan (year on year/YOY) pertumbuhan kredit pada Juni 2008 mencapai 32 persen.Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, Senin (14/7) di Jakarta, menjelaskan, pertumbuhan kredit pada triwulan III-2008 melambat karena suku bunga kredit mulai naik. Hingga triwulan II-2008 suku bunga kredit belum sepenuhnya naik meskipun suku bunga acuan (BI Rate) dan suku bunga dana sudah naik. "Selain itu, dampak kenaikan harga BBM kian terasa sehingga daya beli masyarakat semakin turun," tutur Ryan.
Oleh : zulfikar
Pertumbuhan kredit pada Q-III diperkirakan akan melemah, Hal dikarenakan naiknya suku bunga kredit dan kian turunnya daya beli masyarakat akibat lonjakan harga bahan bakar minyak dan komoditas pangan.Hasil survei perbankan yang dirilis Bank Indonesia pekan ini mengungkapkan, mayoritas bankir yang menjadi responden survei memperkirakan penyaluran kredit tetap tumbuh pada triwulan III-2008, tetapi lajunya lebih lamban dibandingkan dengan triwulan II-2008.Secara nominal, pertumbuhan kredit pada triwulan III-2008 diperkirakan 9,5 persen (quarter to quarter/QTQ), lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi pertumbuhan triwulan II-2008 yang mencapai 11,9 persen (QTQ).Periode Januari-Juni 2008 pertumbuhan kredit sangat pesat. Secara setahunan (year on year/YOY) pertumbuhan kredit pada Juni 2008 mencapai 32 persen.Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, Senin (14/7) di Jakarta, menjelaskan, pertumbuhan kredit pada triwulan III-2008 melambat karena suku bunga kredit mulai naik. Hingga triwulan II-2008 suku bunga kredit belum sepenuhnya naik meskipun suku bunga acuan (BI Rate) dan suku bunga dana sudah naik. "Selain itu, dampak kenaikan harga BBM kian terasa sehingga daya beli masyarakat semakin turun," tutur Ryan.
Ekonom BRI, Djoko Retnadi, berpendapat, lesunya permintaan barang dan jasa pada akhirnya akan mengurangi kapasitas produksi perusahaan. Kebutuhan kredit modal kerja perusahaan akan menurun.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BRI Hartono Sukiman mengatakan, pesatnya perkembangan bisnis di sektor agribisnis, seperti kelapa sawit dan kakao, serta pertambangan membuat kapitalisasi dana di daerah meningkat tajam. Hingga Mei 2008 posisi simpanan pedesaan (simpedes) BRI mencapai Rp 48,3 triliun. "Pada akhir 2008 ditargetkan menjadi Rp 54 triliun atau meningkat Rp 8 triliun dibandingkan dengan tahun 2007," kata Hartono saat memaparkan program Pesta Rakyat Simpedes 2008 yang akan diselenggarakan di seluruh pelosok Indonesia.

0 Comments:
Post a Comment