Giro Wajib Minimum (GWM) Diperkirakan Akan Naik
oleh : zulfikar
Bank Indonesia (BI) akan melakukan pengkajian untuk melakukan kenaikan persentase Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan. Kebijakan ini menjadi salah satu instrumen untuk mengendalikan inflasi yang terus tertekan akibat melambungnya harga minyak."Kita cermati nanti penyesuaian kebijakan dalam konteks semua. Kombinasi instrumen yang kita punya, seperti cadangan devisa kita lihat, BI Rate kita lihat, lelang tiap minggu kita lihat. Kalau diperlukan kita akan kaji dengan GWM. Senjata kita banyak, kita akan buat kombinasi yang bagus sehingga dampak negatifnya kecil, tetapi tujuan utamanya adalah mendorong penurunan inflasi ke depan," kata Gubernur BI, Boediono, di Jakarta, Kamis (10/7).Boediono menuturkan sebelumnya BI menargetkan laju inflasi pada tahun 2008 dalam kisaran 4-6 persen dan pada tahun 2009 sekitar 3,5-5,5 persen. Namun hingga Juni laju inflasi dari tahun ke tahun cenderung tinggi dan mencapai 11,03 persen.Sebagai informasi kebijakan GWM mengacu pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/49/PBI/2005 Perubahan Kedua Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/15/PBI/2004 Tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum Pada Bank Indonesia Dalam Rupiah Dan Valuta Asing.
oleh : zulfikar
Bank Indonesia (BI) akan melakukan pengkajian untuk melakukan kenaikan persentase Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan. Kebijakan ini menjadi salah satu instrumen untuk mengendalikan inflasi yang terus tertekan akibat melambungnya harga minyak."Kita cermati nanti penyesuaian kebijakan dalam konteks semua. Kombinasi instrumen yang kita punya, seperti cadangan devisa kita lihat, BI Rate kita lihat, lelang tiap minggu kita lihat. Kalau diperlukan kita akan kaji dengan GWM. Senjata kita banyak, kita akan buat kombinasi yang bagus sehingga dampak negatifnya kecil, tetapi tujuan utamanya adalah mendorong penurunan inflasi ke depan," kata Gubernur BI, Boediono, di Jakarta, Kamis (10/7).Boediono menuturkan sebelumnya BI menargetkan laju inflasi pada tahun 2008 dalam kisaran 4-6 persen dan pada tahun 2009 sekitar 3,5-5,5 persen. Namun hingga Juni laju inflasi dari tahun ke tahun cenderung tinggi dan mencapai 11,03 persen.Sebagai informasi kebijakan GWM mengacu pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/49/PBI/2005 Perubahan Kedua Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/15/PBI/2004 Tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum Pada Bank Indonesia Dalam Rupiah Dan Valuta Asing.
GWM dalam mata uang Rupiah menyebutkan GWM bank umum ditetapkan 5 persen dengan tambahan 3 persen bagi bank dengan total DPK di atas Rp50 triliun, tambahan 2 persen bagi bank dengan total DPK antara Rp10-50 triliun dan tambahan 1 persen bagi bank dengan total DPK antara Rp1-10 triliun.Sedangkan bagi bank yang memiliki DPK di bawah Rp1 triliun hanya dikenakan GWM 5 persen tanpa tambahan. Selain itu bagi bank yang terkena ketentuan kenaikan GWM diberikan jasa giro sebesar 3 persen per tahun.Direktur Biro Riset Info Bank Eko B Supriyanto mengatakan kenaikan GWM untuk menurunkan inflasi dalam kondisi normal bisa saja dilakukan. Namun, dengan tekanan inflasi akibat imported inflation dari kenaikan harga minyak dan pangan sulit berpengaruh pada angka inflasi.Selain itu, jika tidak berhati-hati dalam penerapannya bisa menggerus laba perbankan dan berdampak pada kenaikan harga dana yang berisiko pada kenaikan kredit bermasalah (non performing loan/NPL)."Kenaikan GWM bukan menjadi obat mujarab untuk menurunkan inflasi. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi dan membatasi barang-barang impor," tandasnya.Pendapat senada diungkapkan oleh Ekonom BRI Djoko Retnadi. Djoko mengatakan kebijakan untuk menaikkan GWM adalah (kebijakan) tepat selain melakukan kebijakan suku bunga. Namun, yang patut diperhatikan adalah biaya dana (cost of fund) perbankan akan naik dan mempengaruhi bunga kredit hingga menimbulkan potensi terjadinya NPL

0 Comments:
Post a Comment