-->

Jumat, 11 Juli 2008

Perbankan Nasoonal Mulai naikkan Suku bunga

Perbankan Nasoonal Mulai naikkan Suku bunga
oleh : zulfikar
Perbankan nasional mulai menaikkan tingkat suku bunga, baik bunga dana maupun bunga kredit menyusul kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) oleh Bank Indonesia (BI) dari 8,5% menjadi 8,75%.“Kenaikan suku bunga itu dalam upaya menjaga nasabah agar tidak mengalihkan dananya ke bank lain yang telah menyesuaikan suku bunganya terlebih dahulu,” kata Kabag Treasury PT Bank Bumi Arta (BBA), Ikko Gunawan di Jakarta, Jumat (11/7).Bank Bumi Arta, misalnya, telah melakukan perubahan tingkat suku bunga dana phak ketiga (giro dan tabungan) yang berlaku sejak 10 Juli 2008.BBA menaikkan suku bunga deposito berjangka denominasi rupiah berjangka satu bulan dengan nilai tabungan di bawah Rp 100 juta memperoleh bunga 7,75%/tahun dan di atas Rp 100 juta berbunga 8%.Untuk deposito berjangka tiga bulan, enam bulan dan 12 bulan, katanya, dipatok masing-masing 8,25%. Sedangkan bunga deposito denominasi US$ berjangka 1 bulan sampai 12 bulan ditetapkan mencapai 3,75%.Direktur Konsumer Bank Bumiputera, Dian A Soerarso mengatakan, banknya segera menaikkan suku bunga. Pihaknya hanya menunggu waktu yang tepat untuk menaikkannya.


Naiknya suku bunga perbankan akan mendorong bunga kredit bergerak naik, sebab biaya dana (cost of fund) semakin besar.Soerarso mengatakan, Bank Bumiputera telah menaikkan bunga kredit bagi UKM menjadi sebesar 13%, bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) 12% dan bunga Kredit Pemilikan Mobil (KPM) 13%.Kabag Treasury BBA Ikko Gunawan memperkirakan, perbankan secara keseluruhan akan mengikuti BI menaikkan suku bunga, hanya waktunya saja yang berbeda. Perbankan kemungkinan menaikkan suku bunga berselang dalam waktu 1 bulan atau 2 bulan setelah BI Rate naik.“Kami menaikkan suku bunga dengan melihat pasar terlebih dahulu dan memperhitungkan biaya dana yang dikeluarkan apa perlu segera menyesuaikan kenaikan itu,” katanya.Ditanya mengenai rencana kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM), Direktur Konsumer Bank Bumiputera mengatakan, cukup bagus dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu dewasa ini, terutama untuk menekan inflasi.“Namun di sisi perbankan akan menimbulkan hambatan untuk menyalurkan kredit kepada masyarakat, karena cenderung agak dibatasi,” katanya. Tujuan BI, lanjut dia sebenarnya sangat baik bagi perbankan untuk menjaga munculnya kredit bermasalah seperti yang pernah terjadi pada tahun- tahun sebelumnya. “Kami akan tetap melaksanakan peraturan yang ditetapkan pemerintah khususnya BI,” ujarnya. (antara)

0 Comments: