-->

Senin, 02 Juni 2008

Paulson Membantah Inflasi Global Terjadi Akibat Kurs Dollar

Paulson Membantah Inflasi Global Terjadi Akibat Kurs Dollar
oleh : zulfikar
Menkeu AS Henry Paulson membantah akhir pekan bahwa jatuhnya nilai dolar AS adalah pemicu inflasi di kawasan Teluk dan bagian dunia lainnya.Menurutnya laju inflasi global disebabkan oleh krisis pangan dan lonjakan harga bahan-bahan pokok lainnya, termasuk bahan pembangunan.Depresiasi valuta-valuta kawasan Asia mula-mula membantu ekspor negara-negara di kawasan ini dan sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi mereka. Tapi saat ini mereka mulai merasai tekanan inflasi.Bank-bank sentral di seluruh Asia, mulai dari Beijing dan Bangkok sudah kalah dalam pertaruhan bahwa pelambanan ekonomi dunia dapat mengekang kenaikan harga barang-barang dan jasa. Sementara permintaan dari AS dan Eropa sudah mulai menurun lalu digantikan oleh meningkatkan konsumsi dalam negeri yang berdampak pada melajunya inflasi di Asia setinggi 26%.Di China, Thailand, Pilipina dan sekurang-kurangnya delapan negara Asia lainnya, suku bunga ternyata lebih rendah dari laju inflasi sehingga mengakibatkan suku bunga riil negatif. Risikonya ialah, harga barang-barang dan jasa akan naik lebih cepat menuju pemanasan ekonomi sampai akhirnya meletus.Kecuali terdapat langkah-langkah penanggulangan inflasi, investor akan berpikir dua kali untuk menanamkan modalnya ke negara-negara yang laju inflasinya tinggi.


Akibatnya, kepercayaan investor akan meluntur dan akan terjadi koreksi signifikan dalam harga aset seperti harga saham lalu disusul arus keluar modal.Bank Sentral Thailand telah mempertahankan tingkat suku bunganya pada 3,25% selama hampir setahun. Sedangkan inflaisnya sudah naik tiga kali lipat menjadi 6,2%. Sementara People’s Bank of China yang mengumumkan peralihan ke kebijakan uang ketat awal Desember lalu, mempertahankan suku bunga kredit pada 7,47% sejak akhir 2007, walau inflasi melaju sampai 8,5% yang hampir mendekati tingkat rekor dalam 12 tahun terakhir.Di Vietnam, suku bunga kredit naik hingga 14,7% dalam triwulan pertama 2008 setelah kenaikan 50% tahun lalu. Di Singapura, laju inflasi dalam April naik 24,4% dari tahun lalu.Bank Sentral Pakistan menaikkan suku bunga utamanya untuk kedua kalinya 22 Mei lalu guna mengekang melajunya inflasi.

Amerika Latin tak KecualiDi Amerika Latin, para otorita moneter pada menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi. Di Brazil suku bunganya dinaikkan dalam April untuk pertama kali selama tiga tahun ini guna mengendalikan inflasi yang telah melampaui 5%.

Demikian juga di Venezuela, laju inflasi telah mencapai 29,3% dalam April dari setahun lalu.

Analis mengatakan, melajunya inflasi adalah fenomena dunia saat ini. Sukar dikatakan, hal tersebut disebabkan oleh depresiasi tajam nilai dolar AS atau faktor-faktor fundamental semata-mata.Menurut Menkeu Henry Paulson, pematokan pada nilai dolar AS tidak besar berdampak atas inflasi suatu negara. Tapi AS tidak berniat untuk mempengaruhi pemerintah suatu negara agar tidak melepas sistem pematokan mata uang negaranya pada kurs dolar AS. “Itu kedaulatan suatu negara, terserah pada keputusan pemerintah masing-masing,” ujar Paulson.“Melepas kaitan dengan dolar AS takkan memecahkan masalah inflasi,” kata John Sfakianakis, kepala ekonom dari Saudi British Bank.Faktor-faktor domestik adalah faktor yang paling dominan, seperti deplesi stok pangan, jatuhnya produksi, tata niaga impor, proteksionisme, kenaikan konsumsi dan sebagainya (AFP)




0 Comments: