BOPO Bank Asing Naik Karena Biaya Tenaga Kerja Yang Tinggi
oleh : zulfikar
Rasio biaya operasional dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) bank asing meningkat akibat tingginya biaya untuk membayar gaji karyawan. Secara keseluruhan, kelompok perbankan lainnya diperkirakan juga akan mengalami peningkatan BOPO akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). ”Wajar jika bank asing lebih banyak mengeluarkan biaya untuk tenaga kerja,mereka rela mengeluarkan banyak biaya untuk membajak bankir lokal maupun asing.Kemudian mulai Maret tahun ini, gaji karyawan kemungkinan mulai dinaikkan,”ujar Direktur Biro Riset Info Bank Eko B Supriyanto di Jakarta kemarin. Berdasarkan statistik perbankan yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) pada Maret 2007, BOPO kelompok bank asing tercatat 76,21%, dengan biaya operasional sebesar Rp5,585 triliun, dan pendapatan operasional Rp6,863 triliun. Sementara pada Maret 2008, rasionya meningkat menjadi 84,43% dengan biaya operasional sebesar Rp7,034 triliun dan pendapatan operasional sebesar Rp8,331 triliun.Peningkatan rasio BOPO sudah terjadi sejak awal 2008,di mana pada Januari BOPO mencapai 84,72% dengan biaya operasional sebesar Rp3,252 triliun dan pendapatan operasional sebesar Rp3,839 triliun. Eko menuturkan, BOPO keseluruhan kelompok perbankan diprediksi akan meningkat sejalan dengan kenaikan harga BBM. Manajemen bank akan melakukan penyesuaian terhadap hal tersebut yang dikompensasikan dalam kenaikan gaji.Akibatnya, biaya operasional perbankan memang cen-derung meningkat. ”Hal ini tidak bisa dihindari,”tuturnya.
oleh : zulfikar
Rasio biaya operasional dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) bank asing meningkat akibat tingginya biaya untuk membayar gaji karyawan. Secara keseluruhan, kelompok perbankan lainnya diperkirakan juga akan mengalami peningkatan BOPO akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). ”Wajar jika bank asing lebih banyak mengeluarkan biaya untuk tenaga kerja,mereka rela mengeluarkan banyak biaya untuk membajak bankir lokal maupun asing.Kemudian mulai Maret tahun ini, gaji karyawan kemungkinan mulai dinaikkan,”ujar Direktur Biro Riset Info Bank Eko B Supriyanto di Jakarta kemarin. Berdasarkan statistik perbankan yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) pada Maret 2007, BOPO kelompok bank asing tercatat 76,21%, dengan biaya operasional sebesar Rp5,585 triliun, dan pendapatan operasional Rp6,863 triliun. Sementara pada Maret 2008, rasionya meningkat menjadi 84,43% dengan biaya operasional sebesar Rp7,034 triliun dan pendapatan operasional sebesar Rp8,331 triliun.Peningkatan rasio BOPO sudah terjadi sejak awal 2008,di mana pada Januari BOPO mencapai 84,72% dengan biaya operasional sebesar Rp3,252 triliun dan pendapatan operasional sebesar Rp3,839 triliun. Eko menuturkan, BOPO keseluruhan kelompok perbankan diprediksi akan meningkat sejalan dengan kenaikan harga BBM. Manajemen bank akan melakukan penyesuaian terhadap hal tersebut yang dikompensasikan dalam kenaikan gaji.Akibatnya, biaya operasional perbankan memang cen-derung meningkat. ”Hal ini tidak bisa dihindari,”tuturnya.
Terkait dengan itu, Eko mengimbau perbankan agar meningkatkan efisiensi untuk mendapatkan laba dan mencari dana jangka panjang agar ketidaksesuaian (mismatch) pendanaan tidak terlalu lebar. Hal itu penting agar perbankan tidak membebankan kenaikan biaya operasionalnya ke nasabah. ”Bank di Indonesia termasuk yang paling tidak efisien di Asia.
Bank nasional masih mengandalkan margin bunga bersih (net interest margin/ NIM) di atas 12% untuk hidup.Selain itu,terjadi kelebihan karyawan,pembayaran bonus, maupun gaji yang terlalu mahal,”tandasnya. Sementara praktisi perbankan Paul Sutaryono mengatakan, pada dasarnya bank asing relatif lebih ketat menjaga efisiensi. Namun, karena bank asing gencar menggarap sektor konsumsi, biaya operasionalnya pun meningkat.
”Bank asing sebagai pendatang baru di dalam negeri perlu promosi besar-besaran. Hal ini tidak bisa dihindari dan menjadi konsekuensi dalam pengembangan bisnisnya,” kata dia. Paul juga mengatakan bahwa BOPO semua kelompok perbankan akan meningkat sejalan dengan kenaikan harga BBM. Hal itu, kata dia, memang perlu diimbangi dengan efisiensi.
Dalam statistik perbankan BI untuk periode Maret menunjukkan kelompok perbankan yang mengalami penurunan BOPO adalah dari kelompok bank umum yang turun dari 88,07% pada Maret 2007 menjadi 85,19% pada Maret 2008, kelompok bank BUMN yang turun dari 102,73% (2007) menjadi 99,85% (2008), dan kelompok bank pembangunan daerah (BPD) yang turun dari 71,39% (2007) menjadi 70% (2008)

0 Comments:
Post a Comment