Pasca Kenaikan BBM NPF Bank Syariah Diperkirakan Akan Naik
oleh : zulfikar
Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Chalimah Fadjrijah memperkirakan kredit bermasalah (NPL/NPF) di Bank Syariah pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hanya 2-3 persen, sedangkan pada bank konvensional NPF nya mencapi 5 persen."Memang kenaikan NPF untuk bank konvensionak itu kita perkirakan tidak lebih dari 5 persen. sedangkan untuk bank syariah hanya 2-3 persen," kata Fadjrijah dalam acara pelatihan Wartawan Perbankan yang membahas Lahirnya UU Perbankan Syariah, Saatnya mewujudkan Kemajuan Bank Syariah di Jakarta, Jumat.Kecilnya NPF untuk bank syariah tersebut, menurut Fadjrijah, karena kenaikan BBM ini relatif lebih kecil hanya 30 persen bila dibandingkan dengan kenaikan BBM tahun 2005 lalu, sehingga dampak kenaikan BBM kali ini terutama untuk usaha kecil dan menengah (UKM) itu lebih ringan."Tahun 2005 lalu NPL itu di atas 5 persen, jadi seharusnya NPL kali ini hanya 1/5 saja, karena kenaikan sekarang hanya 30 persen sehingga dampaknya kepada UKM rendah," tegasnya.
oleh : zulfikar
Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Chalimah Fadjrijah memperkirakan kredit bermasalah (NPL/NPF) di Bank Syariah pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hanya 2-3 persen, sedangkan pada bank konvensional NPF nya mencapi 5 persen."Memang kenaikan NPF untuk bank konvensionak itu kita perkirakan tidak lebih dari 5 persen. sedangkan untuk bank syariah hanya 2-3 persen," kata Fadjrijah dalam acara pelatihan Wartawan Perbankan yang membahas Lahirnya UU Perbankan Syariah, Saatnya mewujudkan Kemajuan Bank Syariah di Jakarta, Jumat.Kecilnya NPF untuk bank syariah tersebut, menurut Fadjrijah, karena kenaikan BBM ini relatif lebih kecil hanya 30 persen bila dibandingkan dengan kenaikan BBM tahun 2005 lalu, sehingga dampak kenaikan BBM kali ini terutama untuk usaha kecil dan menengah (UKM) itu lebih ringan."Tahun 2005 lalu NPL itu di atas 5 persen, jadi seharusnya NPL kali ini hanya 1/5 saja, karena kenaikan sekarang hanya 30 persen sehingga dampaknya kepada UKM rendah," tegasnya.
Sebetulnya, tambah Fadjrijah, kenaikan BBM ini terasa dampaknya hanya satu bulan saja. karena pada bulan kedua, dan seterusnya masyarakat sudah terbiasa dengan harga yang tinggi sehingga tidak terlalu memikirkan kenaikan harga lagi.
"Dampak kenaikan BBM itu hanya satu bulan saja, tetapi pada bulan 2-3 bulan biasanya sudah tidak berpengaruh lagi karena sudah terbiasa yang kenaikan harga," tuturnya.
Menyinggung perbankan syariah, menurut Fadjrijah, saat ini total aset perbankan syariah mencapai Rp32,6 triliun, atau sekitar 2 persen dari total aset bank konvensional itu mencapa Rp1800 triliun. untuk itu, pada tahun 2008 ini perbankan syariah mrencanakan akan meningkatkan total asetnya hingga 5 persen atau mencapai Rp90 triliun.
"Memang sangat berat untuk mencapai 5 persen itu, tetapi kita jangan kalah semangat, kalau ga bisa tahun ini, ya mungkin tahun depan datau taun depannya lagi," ungkapnya.
Menurut Fadjrijah, untuk mengembangkan bank syariah ini, Bank Indenisia (BI) saat ini mempermudah dan memperbanyak layanan. Bahkan BI juga mempermudah persyaratan modal pendirian bank syariah. misalnya kalau bank komersial persyaratan pembukaan bank itu modal awalnya harus Rp3 triliun, tetapi untuk pembukaan bank syariah baru modalnya hanya Rp1triliun.
"Pokoknya agar bank syariah terus berkembang BI mempermudah persyaratan pembukan bank syariah yang baru," ujarnya.
Lebih lanjutdikatakan Fadjrijah, potensi bank syariah di Indonesia sangat besar sekali. Bahkan saat ini sudah ada 6 perbankan konvensional yang sudah meminta izin kepada BI untuk pembukaan bank syariah, antara lain BRI Syariah, BNI Syariah, Bukopin Syariah, Panin BanK Syariah, Bank Artajasa.

0 Comments:
Post a Comment