-->

Selasa, 03 Juni 2008

Audit Hasil Laporan Keuangan BP Migas Masih Jauh Dari Standard

Audit Hasil Laporan Keuangan BP Migas Masih Jauh Dari Standard
oleh : zulfikar
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai akuntansi pelaporan keuangan Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) mengecewakan.Hasil pemeriksaan sementara BPK menunjukkan kualitas pelaporan keuangan BP Migas masih jauh dari standar untuk mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Ketua BPK Anwar Nasution mengatakan, akuntansi pelaporan keuangan BP Migas cukup kontras dengan nilai penerimaan pendapatan keuangannya. “Yang sangat mengecewakan, BP Migas yang menerima uang dolar. Dan uangnya itu banyak, tapi kok enggak memperbaiki administrasi keuangannya,” ujar Anwar di Jakarta kemarin. Anwar mengatakan, seharusnya dengan besarnya jumlah uang yang dikelolanya,BP Migas bisa meningkatkan kualitas akuntansi pelaporan keuangannya. Hal ini bisa dilakukan dengan menyewa tenaga akuntan profesional yang lebih berkualitas dibanding tenaga-tenaga akuntan pada BPK maupun Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Selain itu, lanjut Anwar, pihaknya juga meminta agar Departemen ESDM mampu mendorong BP Migas untuk menyusun laporan keuangan lebikbaik.“Harus lakukan perbandingan dengan negaranegara penghasil minyak lain, karena kita juga negara penghasil minyak,”tambahnya. Anggota Auditor Utama Syafrie Adnan Baharudin menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menyelesaikan pemeriksaan laporan keuangan BP Migas. Dengan demikian, selain karena tidak terkonsolidasi dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2007, maka pihaknya belum bisa memberikan opini terhadap laporan keuangan BP Migas. “Semoga keadaannya jauh lebih baik tahun ini dibanding tahun sebelumnya.Mengenai opininya apa, kita akan lihat dalam 1-2 hari ini,” ujarnya.




Dihubungi terpisah, Deputi Umum BP Migas Hardiono menuturkan, berdasarkan informasi awal, BPK menilai laporan keuangan BP Migas pada tahun ini lebih baik dibandingkan tahun- tahun sebelumnya. Ini disebabkan, kata dia, pihaknya langsung menindaklanjuti masukan BPK agar pihaknya segera memperbaiki laporan keuangannya. “Yang jelas komentar yang diberikan kepada kami sekarang lebih bagus,”tutur dia. Hardiono menjelaskan,pihaknya telah memiliki komitmen agar laporan keuangannya semakin baik pada masa datang. Untuk itu, imbuh dia, BP Migas telah melakukan langkah-langkah di antaranya bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja akuntan BP Migas. Seperti diketahui,BPK pada tahun lalu memberikan opini advers (salah) atas laporan keuangan BP Migas tahun 2006.Penilaian tersebut didasarkan banyak tidak jelasnya biaya-biaya yang dibebankan kepada pemerintah atas biaya eksplorasi (cost recovery) perusahaan- perusahaan migas


0 Comments: