-->

Rabu, 04 Juni 2008

The Fed dan Menkeu AS Akan Perkuat Dollar

The Fed dan Menkeu AS Akan Perkuat Dollar
oleh : zulfikar

Ketua Badan Cadangan Federal AS (Fed) Ben S. Bernanke menyatakan bahwa bank sentral sangat mendukung usaha Menteri Keuangan Henry Paulson untuk memperkuat nilai dolar setelah turun 10% selama 10 tahun terakhir.Dalam pidatonya melalui satelit ke sebuah konperensi moneter di Barcelona. Spanyol, Selasa (3/6), Bernanke mengatakan, Fed “penuh perhatian” terhadap mata uang dolar dan akan mewaspadai lonjakan ekspektasi inflasi. Sehari sebelumnya Paulson menegaskan kembali bahwa dia “sangat menyokong” usaha “penguatan” nilai dolar.Sinyal Bernanke itu menunjukkan bahwa untuk saat ini sudah cukup baginya berbuat dengan menurunkan suku bunga yang mungkin membantu menstabilkan dolar setelah diturunkan hingga 3,25% poin sejak September tahun lalu sehingga mengurangi keuntungan investasi AS dan permintaan terhadap dolar. Paulson mulai memperkuat sikap AS bulan Nopember dengan mengatakan bahwa dolar akan mencerminkan fundamental ekonomi jangka panjang.“Fed tidak bisa menurunkan suku bunga lagi kalau dolar memprihatinkan seperti sekarang,” kata Stephen Jen, kepala ekonom bidang mata uang Morgan Stanley di London, yang pernah bekerja di Fed dan di IMF. “Perubahan retorika ini adalah salah satu alasan lagi untuk mempercayai bahwa nilai dolar sedang terpuruk,” katanya.Ukuran dolar terhadap berbagai mata uang mitra dagang utama AS telah anjlok selama lima dari enam tahun terakhir, yang mencapai rekor 69,26 Maret lalu. Indeks bobot tertimbang mata uang utama mitra-mitra dagang AS terhadap dolar diperdagangkan pada posisi 70,78 hari Selasa (3/6).



Bernanke samasekali tidak menyinggung pernyataannya sebelumnya tentang bagaimana dolar membantu ekspor AS dan malah mengatakan bahwa mata uang negaranya itu turut berperan dalam “kenaikan yang tidak diharapkan” di sektor inflasi.

Dia mengatakan, para pejabat Fed dan kementerian Keuangan bekerjasama “memonitor dengan cermat” nilai tukar mata uang.

Mantan Gubernur Fed Lyle Gramley yang kini menjadi penasehat ekonomi senior di Stanford Group Co di Washington mengatakan, “Bernanke mengatakan kepada kita bahwa Fed tidak mau melihat nilai dolar semakin turun terhadap berbagai mata uang utama dunia.”

Suku Bunga AS Bertahan?

Kini para investor cenderung memperkirakan bahwa perubahan suku bunga di AS lebih menuju kepada kenaikan ketimbang penurunan, setelah Bernanke dan para pejabat Fed mengindikasikan bahwa mereka siap untuk berhenti menurunkan suku bunga.

Sejumlah perkiraan menunjukkan adanya 98% kemungkinan bank sentral akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga antar bank overnight (fed fund rate) 2% pada pertemuan mereka 24-25 Juni mendatang.

“Jika dolar turun lagi, saya pikir lebih besar kemungkinannya untuk melakukan intervensi,” kata pakar strategi mata uang Goldman Sachs Group Inc, Jens Nordvig.

“Implikasi lebih dekat” dari pidato Bernanke itu ialah bahwa “ambang bagi Fed munurunkan suku bunga kini jauh lebih besar daripada menaikkan”, bila perekonomian AS semakin melemah tahun ini, katanya.

Paulson pekan ini menolak spekulasi bahwa anjloknya nilai dolar sebagai penyebab naiknya harga minyak.

“Perekonomian di manapun tentu ada turun-naiknya, dan AS sedang melalui periode berat. Saya yakin fundamental ekonomi jangka panjang akan tercermin dalam mata uang kita,” katanya setelah berpidato di Abu Dhabi, UAE.

Pernyataan-pernyataan Bernanke dan Paulson pekan ini “konsisten dalam dukungan mereka terhadap berbagai kebijakan yang akan memperkuat perekonomian AS dan pada akhirnya menjamin stabilitas keuangan di dalam pasar global,” kata David McCormick, Wakil Menkeu urusan internasional (AFP)


0 Comments: