Pasca Kenaikan BBM Pertumbuhan Laba Bank Diperkirakan Akan Melambat
oleh : zulfikar
Pertumbuhan laba perbankan tahun ini diprediksi mengalami perlambatan. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga akan mempengaruhi terhadap kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL). ”Pada 2007 laba perbankan tumbuh 30% dari Rp24 triliun menjadi Rp35 triliun. Sementara pada tahun ini laba perbankan akan meningkat menjadi Rp40 triliun, tetapi pertumbuhannya hanya 15% atau melambat dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Direktur Riset Info Bank Eko B Supriyanto dalam acara pemaparan peringkat 125 bank nasional di Jakarta kemarin. Menurut Eko, melambatnya pertumbuhan laba perbankan merupakan dampak kenaikan harga BBM.Kenaikan tersebut memicu peningkatan laju inflasi dan memasa Bank Indonesia (BI) untuk terus menaikkan suku bunga acuannya, BI Rate.Kemudian, peningkatan bunga acuan itu akan diikuti meningkatnya bunga kredit maupun risiko yang pada akhirnya dikhawatirkanmenaikkanNPLpada kredit yang telah disalurkan. Kendati demikian, lanjut Eko, perbankan masih bisa mendapatkan laba yang signifikan jika mampu melakukan efisiensi. Direktur Intercafe Iman Sugema memprediksi hal yang sama,yaitu pertumbuhan laba akan stagnan, bahkan turun. Kenaikan laju inflasi yang tinggi sebagai dampak kenaikan harga BBM hingga permintaan kredit yang turun menjadi penyebabnya.
oleh : zulfikar
Pertumbuhan laba perbankan tahun ini diprediksi mengalami perlambatan. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga akan mempengaruhi terhadap kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL). ”Pada 2007 laba perbankan tumbuh 30% dari Rp24 triliun menjadi Rp35 triliun. Sementara pada tahun ini laba perbankan akan meningkat menjadi Rp40 triliun, tetapi pertumbuhannya hanya 15% atau melambat dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Direktur Riset Info Bank Eko B Supriyanto dalam acara pemaparan peringkat 125 bank nasional di Jakarta kemarin. Menurut Eko, melambatnya pertumbuhan laba perbankan merupakan dampak kenaikan harga BBM.Kenaikan tersebut memicu peningkatan laju inflasi dan memasa Bank Indonesia (BI) untuk terus menaikkan suku bunga acuannya, BI Rate.Kemudian, peningkatan bunga acuan itu akan diikuti meningkatnya bunga kredit maupun risiko yang pada akhirnya dikhawatirkanmenaikkanNPLpada kredit yang telah disalurkan. Kendati demikian, lanjut Eko, perbankan masih bisa mendapatkan laba yang signifikan jika mampu melakukan efisiensi. Direktur Intercafe Iman Sugema memprediksi hal yang sama,yaitu pertumbuhan laba akan stagnan, bahkan turun. Kenaikan laju inflasi yang tinggi sebagai dampak kenaikan harga BBM hingga permintaan kredit yang turun menjadi penyebabnya.
Sementara itu, Kepala Ekonom BNI Tony Prasetyantono mengatakan, kepastian perlambatan pertumbuhan laba perbankan baru bisa dilihat pada kuartal II/2008. Namun, berdasarkan kondisi makroekonomi yang terjadi saat ini, kata dia, perolehan laba perbankan akan terhambat dan cenderung turun.
Untuk mengantisipasi hal itu, bank harus kreatif menciptakan produk yang menghasilkan pendapatan nonbunga (fee based income) dan bank juga harus melakukan efisiensi sehingga rasio beban operasional berbanding pendapatan operasional berada di kisaran 70%.
Selain perbankan,kinerja perusahaan pembiayaan pun diperkirakan terpengaruh. Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menyatakan akan mereviu target pembiayaan terkait pengaruh kenaikan harga BBM. Reviu akan dilakukan setelah 1–2 bulan kenaikan harga BBM

0 Comments:
Post a Comment