10 Lapangan Migas Akan Berproduksi Tahun 2009-2013
oleh : zulfikar
10 lapangan migas akan berproduksi mulai tahun 2009-2013. ke 10 lapangan migas tersebut memiliki potensi minyak dan kondensat sebesar 97.136 barel per hari (bph),gas 1.630,5 juta kaki kubik per hari,dan elpiji 5.661,0 bph. ”Kita akan mempercepat produksi lapangan-lapangan tersebut, kita perlu melakukan terobosan-terobosan baru,” ujar Kepala Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) R Priyono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta kemarin. Priyono menjelaskan, empat di antara 10 lapangan itu mulai berproduksi pada 2009. Kemudian, tiga lapangan diperkirakan mulai produksi pada 2010, satu lapangan pada 2011, satu lapangan pada 2012, dan satu lapangan lagi pada 2013. Mengenai produksi minyak siap jual (lifting), Priyono mengatakan bahwa hingga 21 Mei angkanya mencapai 1.036.572 barel per hari.
oleh : zulfikar
10 lapangan migas akan berproduksi mulai tahun 2009-2013. ke 10 lapangan migas tersebut memiliki potensi minyak dan kondensat sebesar 97.136 barel per hari (bph),gas 1.630,5 juta kaki kubik per hari,dan elpiji 5.661,0 bph. ”Kita akan mempercepat produksi lapangan-lapangan tersebut, kita perlu melakukan terobosan-terobosan baru,” ujar Kepala Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) R Priyono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta kemarin. Priyono menjelaskan, empat di antara 10 lapangan itu mulai berproduksi pada 2009. Kemudian, tiga lapangan diperkirakan mulai produksi pada 2010, satu lapangan pada 2011, satu lapangan pada 2012, dan satu lapangan lagi pada 2013. Mengenai produksi minyak siap jual (lifting), Priyono mengatakan bahwa hingga 21 Mei angkanya mencapai 1.036.572 barel per hari.
Angka ini melampaui target dalamAPBN- P 2008.Namun,imbuh Priyono,angka-angka liftingyang dicapai saat ini juga masih fluktuatif. Pada kesempatan yang sama, Direktur Hulu PT Pertamina (persero) Karen Agustiawan mengatakan, hingga April 2008 realisasi total produksi perusahaan baru menyentuh 143.000 bph yang terdiri atas produksi Pertamina EP 112.000 bph dan non-EP 31.000 bhh.Pencapaian itu di bawah total target tahun ini sebesar 160.000 bph.
Sementara untuk gas,tambah dia, realisasi produksi hingga bulan lalu mencapai 1.121 juta kaki kubik per hari yang terdiri atas 135 juta kaki kubik per hari produksi non- EP dan 986 juta kaki kubik per hari produksi Pertamina EP. Target produksi gas perusahaan tahun ini menurutnya sebesar 1.153 juta kaki kubik per hari. Guna mewujudkan tercapainya target produksi, imbuh Karen,Pertamina akan meng-op-timalkan produksiproduksi dari lapanganlapangan yang diandalkan.
Blok Natuna-D Alpha
Di sisi lain, Pertamina tengah menjajaki kerja sama teknologi untuk Blok Natuna D-Alpha dengan Shell. Perusahaan minyak dan gas asal Belanda itu mengklaim memiliki teknologi yang dapat memisahkan CO2 dari gas yang dihasilkan.
Direktur Utama PT Pertamina (persero) Ari H Soemarno mengatakan, pihaknya masih mempelajari skema yang ditawarkan Shell tersebut.” Kira-kira bisa lebih baik dari usulan yang ada sekarang atau tidak,” kata dia setelah bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta kemarin.
Seperti diketahui, Pertamina tengah mencari mitra kerja yang mampu me-nyediakan pendanaan dan teknologi untuk mengelola Blok Natuna D Alpha yang sebelumnya dikelola ExxonMobil Indonesia Inc.

0 Comments:
Post a Comment