The Fed : PDB AS Diperkirakan Akan Turun
oleh : zulfikar
Federal Reserve (The Fed) memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dari 1,3%-2% menjadi 0,3%-1,2%, Rabu (21/5) waktu setempat. The Fed juga mengisyaratkan untuk tidak memangkas suku bunga lagi dan fokus pada target-target inflasi.Seperti dikutip AP, dalam catatan hasil pertemuan terakhirnya pada 30 April lalu, The Fed beralasan, rontoknya level kepercayaan konsumen AS, tingginya angka PHK, meroketnya harga energi, dan belum sehatnya pasar perumahan menjadi dasar pengambilan keputusan itu.Pemangkasan prediksi ekonomi itu menyeret turun pasar Wall Street, Rabu. Indeks saham Dow Jones dan Nasdaq anjlok lebih dari 200 poin, atau masing-masing 1,8%.Aktivitas ekonomi, menurut sejumlah pejabat The Fed, tampaknya melemah pada semester pertama 2008. Rebound diharapkan terjadi pada semester dua tahun ini.
oleh : zulfikar
Federal Reserve (The Fed) memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dari 1,3%-2% menjadi 0,3%-1,2%, Rabu (21/5) waktu setempat. The Fed juga mengisyaratkan untuk tidak memangkas suku bunga lagi dan fokus pada target-target inflasi.Seperti dikutip AP, dalam catatan hasil pertemuan terakhirnya pada 30 April lalu, The Fed beralasan, rontoknya level kepercayaan konsumen AS, tingginya angka PHK, meroketnya harga energi, dan belum sehatnya pasar perumahan menjadi dasar pengambilan keputusan itu.Pemangkasan prediksi ekonomi itu menyeret turun pasar Wall Street, Rabu. Indeks saham Dow Jones dan Nasdaq anjlok lebih dari 200 poin, atau masing-masing 1,8%.Aktivitas ekonomi, menurut sejumlah pejabat The Fed, tampaknya melemah pada semester pertama 2008. Rebound diharapkan terjadi pada semester dua tahun ini.
Inflasi Tinggi
Lebih lanjut, The Fed menyatakan, inflasi masih akan tinggi dan angka pengangguran bakal meningkat selama tahun ini. Angka pengangguran direvisi menjadi 5,5%-5,7%. Itu lebih tinggi dari prediksi sebelumnya sebesar 5,3% dan angka pengangguran 2007 sebesar 4,6%.
Para pembuat kebijakan di lembaga itu menaikkan outlook inflasi menjadi 3,1%-3,4% dari perkiraaan sebelumnya 2,1%-2,4%.
“Tingginya harga minyak mengganjal pertumbuhan dan memicu tekanan-tekanan inflasi,” jelas bank sentral AS itu dalam catatan pertemuannya, seperti dilansir Investor’s Business Daily.
Mengingat kondisi itu, The Fed menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga 25 poin persentase menjadi 2% bulan lalu merupakan aksi penurunan suku bunga terakhirnya tahun ini.
“Sebagian besar anggota (The Fed) melihat keputusan pemangkasan suku bunga pada pertemuan itu sebagai hal yang mendesak. Kendati risiko penurunan pertumbuhan masih mengancam, para anggota juga mengkhawatirkan risiko peningkatan outlook inflasi akibat kenaikan harga minyak dan komoditas,” jelas dokumen The Fed.
Secara terpisah, anggota Dewan Gubernur The Fed Kevin Warsh mengatakan, The Fed tidak akan memangkas suku bunga lagi. “Bahkan jika ekonomi melemah, kami harus menahan diri (untuk tidak menurunkan suku bunga),” kata Warsh.
Picu Pertumbuhan
The Fed berharap, rangkaian pemangkasan suku bunga sejak September silam ditambah paket stimulus ekonomi senilai US$ 168 miliar untuk rumah tangga dan bisnis akan membantu memicu pertumbuhan pada semester dua ini.
“Jika para konsumen merespons stimulus fiskal ini secara agresif, kombinasi antara hal ini dan suku bunga sangat rendah bakal memicu rebound ekonomi dalam waktu cepat, tetapi juga memacu inflasi,” jelas Mike Schenk, wakil presiden ekonomi dan statistik pada Credit Union National Association and Affiliates.
Pada saat yang sama, para pejabat The Fed juga meramalkan bahwa persoalan di pasar perumahan belum berakhir. Tetapi, mereka memperkirakan gejolak di pasar kredit mulai mereda.

0 Comments:
Post a Comment