Non Performing Financial/Non Perfoming Loan Bank Syariah Secara Nasional 4.17 %
oleh : zulfikar
Rasio pembiayaan bermasalah perbankan syariah per Maret 2008 turun menjadi 4,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu 5,73%. Kalangan perbankan syariah menyatakan penurunan tersebut akibat restrukturisasi dan meningkatnya pembiayaan. ”Selain itu, perbankan syariah nasional juga sudah menerapkan manajemen risiko sehingga pembiayaan yang dikucurkan tetap prudent dan risikonya terukur,” ujar Kepala Divisi BNI Syariah Ismi Kushartanto di Jakarta kemarin. Berdasarkan statistik perbankan syariah terbitan Bank Indonesia (BI), penurunan rasio pembiayaan bermasalah (nonperforming financing/ NPF) sudah terlihat sejak awal tahun, di mana NPF/NPL perbankan syariah turun dari 4,18% pada Januari, menjadi 4,16% pada Februari. Berdasarkan kolektibilitas pembiayaan, dari keseluruhan pembiayaan mencapai Rp29,629 triliun, nilai NPF/NPL hingga Maret 2008 setara dengan Rp1,236 triliun. Rinciannya, pembiayaan lancar Rp26,993 triliun (91,1%), pembiayaan dalam perhatian khususRp1,399triliun(4,72%), pembiayaan kurang lancar Rp268,966 miliar (0,91%),pembiayaan diragukan Rp381,855 miliar (1,29%), dan macet Rp586,020 miliar (1,98%).
oleh : zulfikar
Rasio pembiayaan bermasalah perbankan syariah per Maret 2008 turun menjadi 4,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu 5,73%. Kalangan perbankan syariah menyatakan penurunan tersebut akibat restrukturisasi dan meningkatnya pembiayaan. ”Selain itu, perbankan syariah nasional juga sudah menerapkan manajemen risiko sehingga pembiayaan yang dikucurkan tetap prudent dan risikonya terukur,” ujar Kepala Divisi BNI Syariah Ismi Kushartanto di Jakarta kemarin. Berdasarkan statistik perbankan syariah terbitan Bank Indonesia (BI), penurunan rasio pembiayaan bermasalah (nonperforming financing/ NPF) sudah terlihat sejak awal tahun, di mana NPF/NPL perbankan syariah turun dari 4,18% pada Januari, menjadi 4,16% pada Februari. Berdasarkan kolektibilitas pembiayaan, dari keseluruhan pembiayaan mencapai Rp29,629 triliun, nilai NPF/NPL hingga Maret 2008 setara dengan Rp1,236 triliun. Rinciannya, pembiayaan lancar Rp26,993 triliun (91,1%), pembiayaan dalam perhatian khususRp1,399triliun(4,72%), pembiayaan kurang lancar Rp268,966 miliar (0,91%),pembiayaan diragukan Rp381,855 miliar (1,29%), dan macet Rp586,020 miliar (1,98%).
Hal senada diungkapkan Direktur Utama Bank Mega Syariah Beny Witjaksono.Dia mengatakan, penurunan NPF disebabkan beberapa faktor,mulai dari restrukturisasi hingga pelunasan oleh debitor.Hasil positif ini,tegas dia, menjadi dasar untuk terus menjaga maupun menurunkan rasio NPF.
”NPF menjadi fokus dan perseroan bertekad menurunkannya. Berbagai upaya dan langkah strategis sudah dilakukan untuk menurunkan NPF di masa depan,”papar dia. Sementara Kepala Divisi Bank Niaga Syariah Ari Purwandono mengatakan, penurunan NPF perbankan syariah disebabkan oleh pelunasan,hapus buku (write off),restrukturisasi, dan pelelangan yang dilakukan pengadilan.
”Yang pasti,data yang dikeluarkan BI itu bisa menjadi acuan peningkatan kinerja bank syariah. Hasil positif ini bisa berlanjut hingga akhir tahun dan bank syariahpunmenginginkanNPF terus terjaga, ”cetusnya. Terkait penyaluran pembiayaan, Ismimengatakanbahwa selama kuartal I/2008 pembiayaan syariah masih didominasi oleh sektor konsumsi,terutama pembiayaan tanpa agunan (multiguna) dan pembiayaan pemilikan rumah.
Hal ini tidak terlepas dari kerja sama antarbanksyariah dan dengan lembaga keuangan lain yang juga bergerak di bidang pembiayaan sektor konsumsi. Berkat ekspansi tersebut, kata dia,penyaluran pembiayaan oleh BNI Syariah pun meningkat. Dia mengatakan,per Maret 2008,pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp2,1 triliun atau 61% lebih dari target pembiayaan selama 2008 sebesar Rp3,4 triliun.

0 Comments:
Post a Comment