Percepat Eksplorasi Minyak & Pungut Winfall Profit
( tajuk Pilihan)
oleh : zulfikar
Harga Minyak yang sempat bertengger ke angka $103/barrel, mengingatkan bahwa pemerintah harus berupaya meningkatkan produksi minyak dengan mempercepat eksplorasi migas,menyusul tingginya harga komoditas tersebut di pasar internasional. Jika berharap dari sumur-sumur minyak yang telah ada, maka mungkin dipastikan produksi minyak tidak mungkin maksimal produksinya, oleh sebab itu percepatan eksplorasi migas terhadap sumur-sumur baru yang harus disegerakan tanpa melakukan sistem obral atau murahan. Realisasi produksi minyak siap jual (lifting) 2007 mencapai 899.000 barel per hari,lebih rendah dibanding perkiraan realisasi dalam APBN-P 2007, 950.000 barel per hari. Untuk tahun ini, realisasi lifting minyak mentah diperkirakan 910.000 barel per hari, lebih rendah dibandingkan perkiraan awal dalam APBN 2008, 1,034 juta barel per hari.
( tajuk Pilihan)
oleh : zulfikar
Harga Minyak yang sempat bertengger ke angka $103/barrel, mengingatkan bahwa pemerintah harus berupaya meningkatkan produksi minyak dengan mempercepat eksplorasi migas,menyusul tingginya harga komoditas tersebut di pasar internasional. Jika berharap dari sumur-sumur minyak yang telah ada, maka mungkin dipastikan produksi minyak tidak mungkin maksimal produksinya, oleh sebab itu percepatan eksplorasi migas terhadap sumur-sumur baru yang harus disegerakan tanpa melakukan sistem obral atau murahan. Realisasi produksi minyak siap jual (lifting) 2007 mencapai 899.000 barel per hari,lebih rendah dibanding perkiraan realisasi dalam APBN-P 2007, 950.000 barel per hari. Untuk tahun ini, realisasi lifting minyak mentah diperkirakan 910.000 barel per hari, lebih rendah dibandingkan perkiraan awal dalam APBN 2008, 1,034 juta barel per hari.
Disamping itu juga perbaikan terus menerus terhadap penggunaan teknologi juga harus dilakukan untuk menghindari kenaikan pembayaran cost recovery terhadap kontraktor yang terus naik setiap tahun dengan jumlah produksi minyak yang justru turun.
Penerapan Winfall Profit
Alternatif kebijakan jangka pendek yang tidak memberatkan rakyat adalah dengan menerapkan pajak atas rezeki nomplok (windfall profit tax) yang diterima oleh perusahaan-perusahaan minyak KPS karena melonjaknya harga minyak dunia.Pajak seperti ini sudah umum diterapkan di banyak negara seperti di AS, Inggris. Di Indonesia sendiri pernah diterapkan pada saat oil boom sebelumnya.
Alasan penerapan pajak ini bahwa rezeki nomplok bersih yang sangat besar diterima oleh perusahaan minyak bukanlah karena hasil keringat mereka, tetapi karena semata- mata melonjaknya harga. Sementara, seluruh biaya yang mereka keluarkan telah diganti oleh pemerintah lewat cost recovery, sehingga wajar kalau tambahan penerimaan yang sangat besar yang mereka terima ini juga sebagian dikembalikan ke host country sebagai pemilik sumber daya alam Dari hitungan Departemen Keuangan, November ini rata-rata harga minyak sekitar US$92 per barel, dan untuk Desember kira-kira mencapai US$95 per barel. Untuk harga minyak Indonesia (ICP, Indonesian Crude Price) berada di bawah US$5 di bawah harga internasional. Artinya kalau Desember diasumsikan ICP US$95 per barel, berarti harga akan bertahan di sekitar US$100. Ini akan berdampak ada penerimaan negara akan mencapai Rp724,5 triliun. Terdiri dari penerimaan dalam negeri Rp720,7 triliun, dan penerimaan pajak akan mencapai Rp498,1 triliun
Sehingga kita menyimpulkan dimana setiap kenaikan harga ICP US$ 1 per barel menyebabkan keuntungan tambahan (windfall profit) sebesar Rp 3,3 trilun. Dengan asumsi kurs rupiah setara Rp 9.050 per dolar AS. Namun keuntungan itu, masih harus dipotong dengan biaya subsidi BBM.

0 Comments:
Post a Comment