Ben Bernanke Beri Sinyal Ekonomi AS Alami Masa Sulit
oleh : zulfikar
Ben Bernanke ketua The Fed memberikan sinyal kepada rakyat AS bahwa mereka akan menghadapi masa-masa yang sulit, hal tersebut diungkapkan beliau ketika memberikan keterangan kondisi AS dihadapan kongres AS
oleh : zulfikar
Ben Bernanke ketua The Fed memberikan sinyal kepada rakyat AS bahwa mereka akan menghadapi masa-masa yang sulit, hal tersebut diungkapkan beliau ketika memberikan keterangan kondisi AS dihadapan kongres AS
Namun ia menegaskan, penurunan suku bunga lebih lanjut dapat menghindari kesulitan ekonomi terburuk.
Bernanke mengatakan, “risiko penurunan” pertumbuhan bolak-balik mengancam perekonomian AS, dan dia menekankan bahwa Fed siap menurunkan suku bunga lagi seandainya momentum perekonomian terancam, kendati naiknya inflasi semakin mengkhawatirkan.
“Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan dengan cermat mengevaluasi informasi yang masuk berkaitan dengan perkembangan ekonomi dan akan bertindak tepat pada waktunya kalau diperlukan guna mendukung pertumbuhan dan menyediakan jaminan yang memadai terhadap risiko terjadinya penurunan,” kata gubernur bank sentral Amerika itu.
Menurut Bernanke, anjloknya pertumbuhan pasar perumahan dan adanya krisis sektor perkreditan pasar keuangan dalam beberapa tahun terakhir telah mengancam pertumbuhan dan menciptakan keadaan perekonomian yang “jelas kurang menyenangkan.”
Belanja konsumen juga nampaknya melamban dengan “cukup signifikan” dan berbagai laporan lain dalam beberapa pekan tarakhir “menunjukkan kegiatan ekonomi yang melempem dalam jangka pendek.”
Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS benar-benar merangkak dengan hanya sekitar 0,6% atas dasar tahunan selama tiga bulan terakhir tahun 2007, dibandingkan dengan level yang cukup kuat 4,9% dalam kuartal sebelumnya.
Fed telah dengan agresif menurunkan suku bunga dengan 225 basis poin sejak September tahun lalu dalam usaha menunjang momentum perekonomian, hingga mengurangi suku bunga antar bank overnight (fed fund rate) menjadi hanya 3,00%.
Banyak ekonom memperkirakan Fed akan menurunkan suku bunganya lagi pada sidangnya 18 Maret mendatang.
Risiko inflasi
Dalam memberikan isyaratnya tentang risiko inflasi, Bernanke mengatakan, kenaikan harga nampaknya memaksa terbatasnya belanja konsumen AS yang digoncang oleh krisis kredit pemilikan rumah (KPR), hutang kartu kredit, harga bahan bakar yang tinggi dan rekening supermarket.
“Terus naiknya harga energi dan komoditi lainnya dalam beberapa pekan terakhir, disamping data terakhir tentang harga konsumen, menunjukkan adanya risiko agak naiknya proyeksi baik inflasi umumnya maupun inflasi inti dibandingkan dengan yang kami perkirakan bulan lalu,” kata Bernanke.
Laporan pemerintah Selasa lalu mengungkapkan inflasi pada tingkat distributor yang melonjak hingga 7,4% dalam 12 bulan hingga Januari, kenaikan tahunan paling tinggi sejak Oktoebr 1981.
Bernanke memperingatkan, kalau harga barang-barang dan bahan makanan terus naik, hal itu bisa membuat “rumit” kemampuan bank sentral untuk terus menurunkan suku bunga pinjaman guna membantu menyokong pertumbuhan.
Jika Fed menurunkan suku bunga ketika inflasi dalam keadaan tinggi, hal itu akan memicu semakin naiknya harga.
Mengisyaratkan bahwa risiko inflasi bisa menghambat kampanye penurunan suku bunga bank sentral, Bernanke mengatakan bahwa pertumbuhan yang melamban juga bisa memperlemah kenaikan harga.
Dia mengatakan, nilai dolar yang melemah justru meningkatkan ekspor barang -barang AS, namun juga menaikkan inflasi karena harga barang-barang impor menjadi lebih mahal.
Nilai dolar mencapai rekor terendahnya 1,5144 terhadap euro Rabu (AFP)

0 Comments:
Post a Comment