-->

Senin, 31 Maret 2008

The FED Diberikan Kebijakan Untuk Atasi Gejolak Ekonomi

The FED Diberikan Kebijakan Untuk Atasi Gejolak Ekonomi
oleh : zulfikar
Menteri Keuangan AS Henry Paulson, menurut jadwal Senin mengungkapkan sebuah rencana bagi memperkuat Badan Cadangan Federal AS (Fed) dalam usaha terakhir AS untuk menenangkan gejolak ekonomi akibat krisis kredit “subprime” (kredit pemilikan rumah/KPR).Pemerintah federal menurut rencana akan mengusulkan pemberian kekuatan baru kepada Fed, termasuk pengawasan yang lebih ketat terhadap pasar keuangan dalam usaha menghindarkan bencana seperti pada gejolak pasar kredit dewasa ini.



Badan regulator keuangan AS telah dituduh oleh sejumlah pakar sebagai tidak mengakui merajalelanya ekses di dalam pasar kredit hingga mereka menyadari apa yang kini kelihatan sebagai krisis keuangan terburuk di Amerika selama beberapa dasawarsa.

“Dengan sedikit sekali pengecualian, sebagian besar blueprint ini tidak akan diimplementasikan hingga berakhirnya berbagai kesulitan yang dialami pasar sekarang,” kata Paulson dalam wawancara dengan Wall Street Journal.

Paulson dijadwalkan mengadakan konperensi pers pukul 10:00 waktu setempat (22:00 WIB) Senin di departemen keuangan di mana dia akan mengungkapkan rencana restrukturisasi tersebut.

Menurut sebuah ikhtisar yang diperoleh media Amerika akhir pekan, Fed akan mendapatkan kekuatan untuk menyelidiki semua kegiatan lembaga-lembaga keuangan yang mengancam stabilitas ekonomi AS, mengumpulkan infomasi dan memberantas semua risiko terhadap sistem keuangan secara keseluruhan.

Usul itu merupakan overhaul paling ambisius terhadap badan-badan regulator sejak pertengahan abad ke-19, ketika sistem tersebut secara berangsur-angsur diterapkan setelah Perang Saudara, kata Journal.

SEC akan kehilangan kekuasaan

Komisi Sekuritas dan Valas (SEC) akan kehilangan sebagian kekuasaannya dan kemungkinan akan bergabung dengan Komisi Perdagangan Futur Komoditi (CFTC) yang mengatur perdagangan gas, minyak, dan barang-barang lainnya, kata New York Times.

Laporan itu disampaikan setelah statistik baru menunjukkan tersendatnya belanja konsumen bulan Pebruari walau pendapatan naik, karena rakyat Amerika lebih memilih menabung di tengah kekhawatiran terjadinya resesi.

Krisis subprime tersebut nampaknya mengambil korban lagi Senin ketika Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan AS Alphonso Jackson mengumumkan pengunduran dirinya.

Times mengatakan, pengunduran diri Jackson akan menjadi pukulan terhadap usaha pemerintah Presiden George W. Bush dalam mengatasi krisis subprime dan mortgage.

“Kami memiliki sejumlah rekomendasi yang difokuskan kepada jangka menengah, dua hingga delapan tahun,” kata Paulson.

Untuk mengatasi keadaan akibat krisis kredit terakhir, “diprakarsai membentuk komisi perdana mortgage,” yang akan “menetapkan standar minimum yang kita perlukan untuk pendidikan, pelatihan, dan perizinan” bagi para profesional keuangan yang sebagian diantaranya dicurigai telah menyimpang dari standar pasar normal.

Di samping itu, “komisi tersebut akan tetap membiarkan negara bertanggung-jawab terhadap peraturan, namun komisi akan mengevaluasinya, memonitor dan menyiarkan temuan-temuan yang diperolehnya,” kata Paulson (AFP)


0 Comments: