-->

Jumat, 28 Maret 2008

Dewan Direksi Bear Stearns James Cayne Mengalami Kerugian US$ 939 Juta Dalam Setahun Akibat Anjolknya Saham Perusahaan tersebut

Dewan Direksi Bear Stearns James Cayne Mengalami Kerugian US$ 939 Juta Dalam Setahun Akibat Anjolknya Saham Perusahaan tersebut
oleh : zulfikar
Dewan Direksi Bear Stearns James Cayne Mengalami Kerugian US$ 939 Juta Dalam Setahun Akibat Anjolknya Saham Perusahaan tersebut. Setahun lalu nilai saham Chairman Bear Stearns James E Cayne di perusahaannya sebesar lebih dari US$ 1 miliar. Namun pada Kamis (28/3) lalu, Cayne dengan berat hati melego semua sahamnya di bank investasi bermasalah itu pada minggu ini hanya senilai US$ 61 juta.Cayne dan istrinya menjual lebih dari 5,6 juta saham Bear Stearns senilai US$ 10,84 per saham. Beberapa hari lalu, JPMorgan menawar saham Bear Stearns senilai US$ 2 per saham. Namun, setelah didesak para pemegang saham perusahaan itu, nilai penawaran dinaikkan menjadi US$ 10 per saham. Hasilnya, Kamis kemarin saham Bear Stearns menguat dan ditutup pada US$ 11,23.



Hingga detik-detik terakhir, Cayne masih menggenggam nasihat yang sering dia berikan kepada para koleganya di perusahaannya: ”Tahan saham Anda!”


Meski harga saham Bear Stearns sempat melambung tinggi awal tahun lalu hingga US$ 171, atau anjlok seperti beberapa bulan terakhir, Cayne tetap mempertahankan 5,6 juta sahamnya.


Menurut catatan sebuah sekuritas, penjualan itu mencerminkan akhir hubungan yang menyedihkan dengan perusahaan tempat Cayne (74 tahun) bekerja di sana sejak bergabung sebagai broker pada 1969.


Cayne tidak menjawab SMS yang meminta komentarnya seputar penjualan saham itu. Meski dia masih datang ke kantor pusat Bear Stearns di Madison Avenue, Cayne sudah tidak lagi menjadi peserta aktif dalam pembicaraan antara JPMorgan dan para eksekutif kantornya mengenai isu-isu akuisisi ataupun mengidentifikasikan bankir-bankir mana saja yang bertahan dan yang harus pergi.


Minggu lalu, ketika James Dimon, CEO JPMorgan bertemu para eksekutif papan atas Bear Stearns selama 90 menit, Alan C Greenberg, pendahulu Cayne sebagai chairman dan CEO, menyambut Dimon dengan jabat tangan. Cayne, yang sudah mengenal Dimon dengan baik, bahkan pernah mendiskusikan kemungkinan merger dengannya ketika dia masih berada di Bank One, tidak terlihat.



Caynes dulu adalah seorang yang pernah dihormati di Bear Stearns. Namun, sekarang dia dipandang sebelah mata oleh para karyawan yang marah, yang menyalahkan dia karena tidak menjual perusahaan ketika ada kesempatan dan tidak mencari suntikan dana selama masa-masa sulit.


Kini, meski masih menjabat sebagai chairman Bear Stearns, Cayne diperkirakan tidak bergabung dengan dewan JPMorgan setelah merger.



Kelakuan Tidak Pantas?


Akhir Oktober tahun lalu, Cayne dihujani kritik tajam soal kepemimpinannya dan tuduhan berperilaku tidak pantas. Wall Street Journal melaporkan, Cayne sering bermain bridge dan golf, dan tidak bisa dihubungi ketika perusahaannya mulai terpuruk dan ikut memicu krisis kredit di pasar finansial global. Namun Cayne membantah pemberitaan itu. Seperti dilansir CNNMoney, Cayne mengatakan bahwa tuduhan WSJ ‘sama sekali tidak benar’. WSJ melaporkan, selama 10 hari kritis pada Juli lalu, Cayne tengah bermain dalam turnamen bridge di Nashville, Tennessee, tanpa telepon seluler (ponsel) atau perangkat email. Mengutip saksi mata di turnamen, harian itu juga melaporkan, Cayne kadang-kadang merokok mariyuana setelah turnamen bridge. Namun tidak dijelaskan apakah usai turnamen di Nashville itu dia juga mengisap mariyuana.
Cayne yang sering meninggalkan kantornya pada Kamis siang dan bermain golf di klubnya di New Jersey pada Jumat, juga sering tidak bisa dihubungi. Menurut orang-orang yang bermain golf dengan dia, Cayne tidak memanfaatkan kegiatannya itu untuk berbisnis seperti yang dilakukan banyak eksekutif.


“Lapangan golf bagi dia adalah sebuah pelarian,” kata John Angelo, klien hedge fund dan teman bermain golf Cayne, kepada WSJ. Sedangkan pemandu acara talk show yang juga teman bermain golf Cayne, Maury Povich, mengatakan, “Percaya atau tidak, tidak ada pembicaraan soal bisnis (selama bermain)”.


Selama turnamen bridge di Nashville, Cayne sempat berbicara dengan para eksekutif Bear Stearns per telepon, kemudian bermain bridge sepanjang siang. Menurut WSJ, aktivitas Cayne bertolak belakang dengan usaha keras CEO Wall Street lainnya selama krisis kredit, seperti James Dimon dari JP Morgan Chase, Richard Fuld Jr dari Lehman Brothers, dan Lloyd Blankfein dari Goldman Sachs Group.

Cayne tidak berkomentar soal aktivitas luar kantornya ketika ditanya WSJ. Namun eksekutif lainnya membela Cayne. “Siapa pun yang berpikir bahwa Jimmy Cayne tidak terlibat setiap hari dan siap bekerja berarti mereka tidak tinggal di dunia saya,” kata Presiden Bear Stearns Alan Schwartz kepada WSJ. Samuel Molinaro Jr, COO sekaligus CFO Bear Sterns juga mengatakan, "Saya tidak pernah kesulitan menghubungi dia”. Namun Angelo mengatakan bahwa Cayne hanya patuh pada kebijakan klubnya yang melarang membawa ponsel dan perangkat email saat tengah bermain golf.



Bridge Mengubah Nasib

James E Cayne adalah seorang pebisnis Amerika Serikat (AS) kelahiran 14 Februari 1934, yang menjadi CEO Bear Stearns sejak 1993 hingga Januari 2008. Saat ini menjadi chairman dewan direksi perusahaan tersebut. Cayne besar di New York City. Ayahnya adalah seorang pengacara hak cipta. Cayne sempat kuliah, namun tidak menyelesaikan studinya di Universitas Purdue.

Pekerjaan pertamanya adalah sebagai salesman biro perjalanan di Midwest. Pada 1969 di New York City, saat dia menghabiskan seluruh waktunya bermain bridge, teman bermainnya, Alan Greenberg, merekrutnya sebagai pialang saham di Bear Stearns. Sejak itu dia bekerja di perusahaan itu. Cayne menjadi presiden direktur pada 1985, CEO pada 1993, dan saat masih menjabat sebagai CEO, dia merangkap sebagai chairman dewan direksi pada 2001.

Cayne adalah pemain bridge kelas dunia, memenangi puluhan kejuaraan di Amerika Utara, dan baru-baru ini memperoleh kemenangan di Reisinger Board-a-Match Teams, salah satu kejuaraan bridge Amerika Utara. Dia mewakili AS dalam kejuaraan dunia Bermuda Bowl pada 1995. Pada Maret 2002, harian New York Daily Sun mengumumkan bahwa Cayne akan menulis kolom bridge untuk surat kabar tersebut. Pada 2005, majalah Forbes menempatkannya pada posisi 384 di antara 400 orang terkaya di AS, dengan estimasi kekayaan sekitar US$ 900 juta. Cayne juga seorang veteran tentara AS

0 Comments: