-->

Senin, 11 Februari 2008

Target Produksi PT. CPI 2008 sebesar 414.000 barel per hari dari 525 sumur

Target Produksi PT. CPI 2008 sebesar 414.000 barel per hari dari 525 sumur
oleh : zulfikar
Produksi minyak mentah PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) tahun ini kemungkinan bakal melorot dibanding tahun lalu. Tahun ini Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (BP Migas) menargetkan CPI memproduksi 414.000 barel setara minyak per hari (bph) kendati pada tahun lalu berhasil mengebor minyak rata-rata 425.500 bph. Menurut Direktur Utama CPI Suwito Anggoro, target produksi realistis manajemen CPI tahun ini sebetulnya 403 ribu bph. Produksi minyak mentah sebesar ini rencananya berasal dari 525 sumur yang akan dibor. “Kami tetap akan bekerja keras memenuhi target pemerintah (BP Migas) dengan memberdayakan seluruh kemampuan dan sumber daya yang ada,” ujar Suwito Anggoro dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (10/2).



Dasar penentuan target realistis 403 ribu bph, menurut Suwito, berpijak pada probabilitas sukses seimbang (P5) atau expected value (EV). Pola inilah yang juga dipertimbangkan CPI untuk menentukan target produksi minyak tahun ini. “Kami akan mengusahakan sekuat tenaga agar probabilitas sukses semakin kecil, tidak P50 lagi,” jelas dia.

Tahun lalu CPI mampu melampaui target yang diberikan pemerintah sebesar 425.500 bph dari target yang tertuang dalam work program and budget (WP&B) sebanyak 415.000 bph. Hasil produksi tersebut diperoleh melalui peningkatan aktivitas pengeboran hingga 365 sumur, sehingga terjadi penambahan produksi sumur rata-rata 14.000 bph. Pengeboran 365 sumur itu di atas target awal yang hanya 284 sumur.

Pada 2007, Chevron di Indonesia menginvestasikan lebih dari US$ 800 juta untuk belanja modal (capital expenditure) untuk kegiatan base business, eksplorasi, dan investasi proyek-proyek baru. Investasi tersebut bertujuan menemukan dan mengembangkan sumber migas guna meningkatkan produksi serta mendukung target produksi nasional.

Hingga saat ini CPI adalah penghasil minyak terbesar di Indonesia dengan menghasilkan hampir 55% dari total produksi Indonesia.

CPI menguasai areal Duri dan Minas dengan mendapatkan 4 PSC area, yaitu Rokan, Siak, MFK dan Kisaran. Khusus untuk Kisaran, blok ini baru dikuasai CPI pada 2001 setelah membeli dari pemerintah.
Tapi hasil terbesar didapat dari blok Rokan, tempat Lapangan Minyak Duri dan Minas berada.

Suwito menegaskan, target produksi minyak mentah yang diharapkan pemerintah kepada CPI harus didukung semua instansi terkait, seperti BP Migas maupun pemerintah daerah. CPI, menurut dia, akan bekerja sama secara intensif dengan berbagai pihak, termasuk BP Migas, agar target yang diharapkan pemerintah kepada perusahaan asal Amerika Serikat itu bisa berjalan tepat waktu dan gangguan produksi dapat diminimalisasi.

“Kerja sama yang baik terbukti mampu mendorong produktivitas CPI seperti pencapaian tahun lalu,” ujar dia.

Dalam industri migas, menurut Suwito, pencapaian target produksi juga dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya kemudahan prosedur, kondisi cuaca dan lingkungan, dan keamanan. Selain itu, ketersediaan barang kebutuhan operasi yang kritikal maupun masalah lahan ikut menjadi penyebab

0 Comments: