Harga Minyak Mentah Mulai Panas Akibat Ancaman Chavez
oleh : zulfikar
Presiden venezuela Hugo Chavez mulai melakukan gertakan akibat adanya rencana exxon mobile untuk menyita assetnya yang berjumlah miliaran dollar di venezuela setalah keputusan pengadilan .Hal ini dilakukan sebagai reaksi balas dendam Exxon terhadap Venezuela yang belum melunasi pembelian saham besar-besaran oleh pemerintah pada Juni lalu. “Jika kalian membekukan aset kami, jika kalian memang berniat membekukan aset kami. Jika sampai merusak kami, maka kami akan (kembali) merusak kalian. Tahu bagaimana caranya? Kami tidak akan mengirimkan hasil minyak kami ke AS, Mr Bush. Tuan Berbahaya,” tutur Chavez yang disampaikan melalui salah satu acara di stasiun TV setempat.
oleh : zulfikar
Presiden venezuela Hugo Chavez mulai melakukan gertakan akibat adanya rencana exxon mobile untuk menyita assetnya yang berjumlah miliaran dollar di venezuela setalah keputusan pengadilan .Hal ini dilakukan sebagai reaksi balas dendam Exxon terhadap Venezuela yang belum melunasi pembelian saham besar-besaran oleh pemerintah pada Juni lalu. “Jika kalian membekukan aset kami, jika kalian memang berniat membekukan aset kami. Jika sampai merusak kami, maka kami akan (kembali) merusak kalian. Tahu bagaimana caranya? Kami tidak akan mengirimkan hasil minyak kami ke AS, Mr Bush. Tuan Berbahaya,” tutur Chavez yang disampaikan melalui salah satu acara di stasiun TV setempat.
Ini bukan kali pertama Chavez mengancam akan menghentikan ekspor minyaknya ke negara tujuan utama ekspor minyak negerinya. Walau selisih paham sering terjadi, namun negeri itu tetap saja melakukan pengiriman. Faktor lain penyebab melambungnya harga minyak ialah ditutupnya salah satu kilang gas terbesar di Inggris Britannia Operator Ltd akibat adanya ancaman bom.
Harga minyak merangkak naik
Akibat ulahnya tersebut Harga minyak pada perdagangan kemarin mencapai lebih dari USD92 per barel seiring ancaman penghentian ekspor minyak dari Venezuela ke Amerika Serikat (AS).
Jenis minyak mentah light sweet untuk pengiriman Maret mendatang naik 25 sen menjadi USD92,02 per barel. Pada awal perdagangan harga minyak sempat menyentuh level tertingginya USD92,71 per barel, tertinggi sejak 15 Januari lalu. Sedangkan jenis London Brent meningkat 35 sen menjadi USD92,29 per barel. “Timbul sejumlah kekhawatiran menyusul adanya ancaman dari pemerintah Venezuela.
Namun menurut saya para pelaku pasar memandang komentar (presiden) Chavez tidak akan berlebihan hingga mengganggu pasokan minyak,” ujar seorang analis. Kemarin waktu setempat, Presiden Venezuela Hugo Chavez mengancam akan menghentikan pengiriman minyak ke AS setelah Exxon Mobil membekukan aset perusahaan pengeboran minyak milik Venezuela PDVSA, senilai USD12 miliar.

0 Comments:
Post a Comment