Tim Ekonomi Indonesia Diragukan
oleh : zulfikar
Perubahan asumsi APBN yang dilakukan oleh tim kabinet indonesia bersatu membuat keraguan kalangan ekonomi di Indonesia Baru sebulan berjalan, tim ekonomi pilihan SBY-JK sudah merevisi asumsi harga minyak dan laju pertumbuhan ekonomi. Masyarakat lantas teringat perubahan asumsi makro ekonomi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2005 yang direvisi lebih dari dua kali.
oleh : zulfikar
Perubahan asumsi APBN yang dilakukan oleh tim kabinet indonesia bersatu membuat keraguan kalangan ekonomi di Indonesia Baru sebulan berjalan, tim ekonomi pilihan SBY-JK sudah merevisi asumsi harga minyak dan laju pertumbuhan ekonomi. Masyarakat lantas teringat perubahan asumsi makro ekonomi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2005 yang direvisi lebih dari dua kali.
Awal Kusumah, ketua Komisi XI DPR RI yang selama ini menjadi mitra kerja tim ekonomi, mengakui, tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) kurang kuat, sehingga sulit mengimplementasikan gagasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Muhammad Jusuf Kalla (JK). Perubahan asumsi makro ekonomi mestinya cuma sekali setahun agar tidak membingungkan pelaku usaha. Tapi, baru berjalan sebulan, tim ekonomi sudah mengajukan perubahan asumsi.
Sudah sejak awal semester kedua 2007 dunia memperlihatkan tanda-tanda pelemahan pertumbuhan ekonomi. Memasuki kuartal ketiga, AS diguncang krisis subprime mortgage. Macetnya kredit perumahan merupakan salah satu dampak penurunan kegairahan ekonomi AS. Lapangan kerja menyempit dan angka pengangguran pun meningkat. Penurunan daya beli mengurangi kemampuan impor negeri adidaya itu. Pada saat yang sama, harga minyak mentah dan sejumlah komoditas pertanian dan pertambangan di pasar global terus merangkak naik.
Mempertimbangkan kenaikan harga minyak energi, lonjakan harga pangan di pasar global, dan krisis ekonomi AS yang sulit dicegah, sejumlah lembaga internasional merevisi prediksi mereka tentang ekononomi dunia 2008. Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook, Oktober 2007, memperkirakan, laju pertumbuhan ekonomi dunia 2008 sebesar 4,8%, turun dari 5,2% tahun 2007. Ekonomi Indonesia pada tahun yang sama diperkirakan tumbuh sebesar 6,1%, turun dari 6,3% tahun 2007.
Pemerintah Malaysia dan Singapura pun mengoreksi laju pertumbuhan ekonominya. Tim ekonomi kedua negeri jiran itu menyadari sepenuhnya, sebagai bagian dari ekonomi global, negerinya sulit melawan arus. Lagi pula, belum ada decoupling antara ekonomi Asia dan ekonomi AS. RRT yang begitu powerful pun terpengaruh oleh AS sebagai negeri pengimpor terbesar produk-produknya.
Karena itu, berbagai pihak menyayangkan sikap tim ekonomi yang tetap mengajukan asumsi makro ekonomi yang terlalu optimistis. Tim ekonomi waktu itu yakin bahwa ekonomi 2008 akan tetap melaju 6,8% dan laju inflasi tetap yang terkendali, 6%. Meski harga minyak mentah nyaris menyentuh level US$ 100 per barel, tim ekonomi tetap mematok US$ 60 per barel.
Meski tidak mudah bagi tim ekonomi, APBN semestinya tetap bisa dikelola dengan baik untuk mencapai tiga fungsinya, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan pemerataan, dan acuan bagi para pelaku usaha. Justru dalam kondisi sulit itulah kepiawaian tim ekonomi dituntut.
Tapi, apa boleh buat. Asumsi makro ekonomi yang dipatok dalam menetapkan penerimaan dan pengeluaran anggaran belanja tidak bisa dijadikan pegangan oleh pelaku usaha karena berubah terlalu cepat.
APBN yang bersifat kontraktif tidak bisa diandalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dana yang disedot dari masyarakat lewat berbagai jenis pajak lebih besar dibandingkan dengan dana yang kembali digulirkan ke masyarakat, antara lain lewat belanja modal.
Masyarakat bakal dipusingkan dengan pembatasan BBM lewat smart card yang terpaksa diterapkan untuk memangkas subsidi BBM yang membengkak dari Rp 45,8 triliun ke Rp 102 triliun. Tim ekonomi sepertinya kehabisan akal untuk menyesiasati lonjakan harga minyak. Presiden memang sudah telanjur melontarkan janji untuk tidak menaikkan harga BBM hingga 2009. Tapi, janji pasti diucapkan Presiden setelah mendapatkan masukan dari tim ekonomi.
Dalam waktu setahun ini, tim ekonomi hendaknya lebih jeli dan fokus mengelola APBN sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Produksi minyak mentah dan pangan dalam negeri mesti ditingkatkan agar Indonesia bisa memetik manfaat dari lonjakan harga energi dan pangan di pasar global

0 Comments:
Post a Comment