-->

Minggu, 27 Januari 2008

The Fed Di perkirakan Akan Pangkas Suku Bunga Lagi Sebesar 50 Bps

The Fed Di perkirakan Akan Pangkas Suku Bunga Lagi Sebesar 50 Bps
oleh : zulfikar
Bank sentral AS (Federal Reserve/TheFed) diprediksi akan memangkas kembali suku bunganya sebesar 50 basis poin menjadi 3% dalam pertemuan yang akan digelar 29-30 Januari 2008.“Kami memperkirakan akan ada penurunan suku bunga 50 basis poin menjadi 3% pada Kamis mendatang,” ujar Peter Kretzmer, ekonom senior Bank of America seperti dikutip dari AFP, Sabtu (26/1).



The Fed secara dramatis menurunkan suku bunga hingga 75 basis pon menjadi 3,5% saat pasar saham mengalami kejatuhan terparah. Penurunan suku bunga tersebut sekaligus mencatatkan rekor sebagai yang terbesar dalam sepanjang sejarah ank sentral tersebut berdiri.
Penurunan suku bunga itu memang mujarab karena pasar saham terutama di Asia dan Eropa bisa pulih setelah keputusan tersebut. Saham-saham di Wall Street pun ikut menguat, meski belum cukup untuk menutup penurunan yang tajam sebelumnya.
Namun kekhawatiran investor belum sirna. Kerugian-kerugian akibat krisis subprime mortgage belum sepenuhnya dirilis. Sebuah studi dari Barclays Capital bahkan menyebutkan perbankan di seluruh dunia kemungkinan masih membutuhkan tambahan modal hingga US$ 143 miliar untuk mengatasi dampak penurunan peringkat dari penjamin obligasinya.
Kata pendeknya, krisis finansial belum berakhir. Pasar masih akan bergejolak. Mantan Gubernur Bank Sentral AS Alan Greenspan bahkan menyebut kemungkinan terjadinya resesi di AS —yang merupakan muara dari kekisruhan di pasar finansial — semakin besar. Greenspan yang pendapatnya masih sangat berpengaruh itu menyebut angka probabilitas resesi di AS 50:50, bahkan masih berpeluang lebih kuat.
Dan Wall Street kembali merespons sinyal tersebut. Di akhir pekan ini, saham-saham di Wall Street akhirnya ditutup kembali memerah.
Indeks Dow Jones Indeks Average (DJIA) pada perdagangan Jumat (25/1), sempat menguat 63,73 poin sebelum akhirnya kembali ditutup melemah. Dow Jones akhirnya ditutup melemah 171,44 poin (1,38%) ke level 12.207,17. Nasdaq juga melamah 34,72 poin (1,47%) ke level 2.362,20.
The Fed mulai menangani kondisi di AS yang mulai ‘sakit-sakitan’ sejak September lalu. Penurunan suku bunga secara moderat sebesar 25 basis poin terus dilakukan.
“Tekanan di pasar finansial masih tetap tinggi. The Fed ingin mengambil langkah lanjutan untuk melawan risiko pelemahan yang signifikan, terutama dalam beberapa bulan kedepan, karena stimulus fiskal diperkirakan tidak memiliki dampak pada pertumbuhan hingga akhir kuartal II,” ujar Patrick Newport, ekonom dari Global Insight.
Pemerintah Bush akan segera merilis paket stimulus fiskal senilai US$ 150 miliar. Yang termasuk didalamnya adalah pemotongan pajak dan sejumlah insentif bisnis lainnya. Namun paket itu masih menunggu persetujuan dari Kongres AS. (antara)

0 Comments: