-->

Jumat, 25 Januari 2008

Keluarkan Ajian Pamungkas Jurus Mabok Paket Stimulus AS

Keluarkan Ajian Pamungkas Jurus Mabok Paket Stimulus AS Untuk Hindari Resesi AS
oleh : zulfikar
Pemerintah George W. Bush Akhir mengeluarkan jurus mabok atau ajian pamungkas " Drunken Master" untuk menghindari resesi ekonomi di AS setelah Gedung Putih dan para pemimpin Kongres AS mencapai kesepakatan dua partai Kamis menyangkut rencana stimulus sekitar $150 miliar yang ditujukan untuk menangkal terjadinya resesi di negara ekonomi terbesar di dunia itu.
Jurus mabok atau aji pamungkas "Drunken Master " atau paket Stimulus tersebut diantaranya


Keringanan Pajak

-- Keringanan pajak mencapai $600 untuk perorangan dan hingga $1.200 untuk pasangan suami-isteri tahun 2008.
-- Keringanan pajak minimum $ 300 per orang dan $ 600 per suami-isteri bagi mereka yang berpenghasilan paling tidak $3.000.
-- Bagi yang memenuhi syarat mendapat keringanan pajak, juga akan menerima $300 per satu anak.
-- Keringanan pajak bagi siapapun yang memiliki penghasilan kena pajak kurang dari $75.000 untuk lajang dan $150.000 untuk suami-isteri yang mendaftarkan pembayaran pajak mereka secara bersama-sama. Pengurangan pajak ditiadakan bagi wajib pajak yang berpenghasilan lebih dari itu.
-- Total keringanan pajak perorangan bernilai sekitar $100 juta.

Insentif Bisnis

-- Perubahan kode pajak sementara akan memungkinkan dunia bisnis menyelamatkan sekitar $50 miliar di dalam pajak jangka pendek yang berkaitan dengan investasi peralatan.
-- Usaha kecil akan memiliki ruang lingkup lebih luas untuk pengeluaran bagi otorita pajak.

Persetujuan dengan para pemimpin DPR dan pemerintah Republik itu menetapkan tahapan bagi pelaksanan paket stimulus tersebut. Akan tetapi perundingan masih berlangsung dengan Senat, di mana para pejabatnya memprediksikan bahwa sebuah rancangan undang-undang (RUU) untuk itu akan dikirimkan ke Gedung Putih paling tidak 15 Pebruari mendatang.

Menteri Keuangan Henry Paulson mengatakan, rencana itu akan memungkinkan pemerintah mengirimkan cek potongan pajak yang ditujukan untuk merangsang pengeluaran konsumen selama “lebih kurang 60 hari” periode pengesahan oleh Kongres.

“Kami akan bergerak sangat cepat,” kata Paulson.

Namun sejumlah pengamat mengatakan, paling tidak hingga Mei atau Juni baru pemerintah bisa mengirimkan cek kepada konsumen, yang membuat dorongannya terhadap perekonomian cukup bisa dipertanyakan.

Bush mendesak para pembuat undang-undang untuk bertindak cepat tanpa menunda-nunda waktu dalam menghadapi kemunduran ekonomi yang memburuk dengan cepat dan yang telah membuat pasar saham di seluruh dunia nyaris berada dalam keadaan panik.

Dalam pada itu, Peter Morici, ekonom dari Universitas Maryland mengatakan, paket itu boleh jadi cukup positif bagi memperjuangkan ekonomi namun tidak bisa menghindarkan resesi.

“Memang sangat baik memberikan uang kontan kepada orang. Tapi kita berbicara soal $150 miliar yang seyogianya bisa menutupi kerugian yang dialami oleh bank-bank dari investasi di sektor perumahan yang sudah runyam. Rencana stimulus itu mungkin bisa menunda terjadinya resesi, namun pertumbuhan ekonomi akan tetap melamban,” katanya.

Ekonom lain mengatakan, yang kita perlukan ialah kebijakan yang bisa mengurangi tingkat pengangguran, Paket itu tidak akan ada pengaruhnya sampai beberapa bulan, katanya.

Beberapa anggota Kongres mengatakan, cek potongan pajak itu akan dikirimkan dalam beberapa pekan kepada 117 juta keluarga dibawah rencana dimaksud.

Pengamat lain mengatakan, rencana itu sedikit sekali menawarkan stimulus yang riil ketimbang menyediakan insentif bisnis. Potongan pajak dan pengiriman uang kepada konsumen seperti itu tidak akan merangsang perekonomian.

Pemerintah federal tidak bisa hanya mengharapkan adanya daya beli baru. Pemerintah harus meminjam dana untuk pemotongan pajak tersebut, yang berarti akan sedikit diperoleh uang untuk investasi atau kenaikan dalam defisit perdagangan


0 Comments: