-->

Jumat, 04 Januari 2008

BI Menargetkan BI Rate Jangka Panjang 3 %- 4 %

BI Menargetkan BI Rate Jangka Panjang 3 %- 4 %
Oleh : zulfikar
Bank Indonesia (BI) menargetkan dalam jangka panjang BI-Rate (suku bunga acuan BI) bisa berada di posisi 3-4%. “Target 3-4 persen BI-Rate dalam jangka panjang, karena negara-negara tetangga pada kisaran itu,” kata Gubernur BI Buharnuddin Abdullah, seusai acara penyerahan bantuan korban banjir di Surabaya, Jumat (4/1).


Menurut Burhanuddin, saat di ruang tunggu VIP Bandara Juanda, sebenarnya target ini dicanangkan hingga 2010 mendatang di level 4 plus minus 1%. “Mudahan bisa berada di 4 minus 1 di 2010,” jelasnya.
Sedangkan untuk tahun ini, lanjutnya, sudah dimasukkan di APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2008 di level 7,5%.
Burhanuddin juga mengatakan, target BI-Rate ini tidak tergantung pada target inflasi, melainkan menentukan level BI-Rate yang bisa diterima sehingga tidak menimbulkan naiknya inflasi.
Dia menyinggung potensi inflasi tahun ini mencapai 6% dari target yang dicanangkan 5 plus minus 1%. “Jika ada salah sedikit, sekitar 6,3 persen,” tambahnya.
Burhanuddin mengatakan, faktor yang mempengaruhi inflasi ini adalah ekspektasi, kebiasaan, nilai tukar dan pola makanan masyarakat, serta ketersediaan dan distribusinya.
Untuk itu, katanya, peerintah harus memperhatikan ketersediaan dan distribusi pangan yang dibutuhkan masyarakat, sehingga tidak menimbulkan gejolak yang menyebabkan naiknya inflasi.
Dia juga mengatakan, kondisi Indonesia yang saat ini sedang dilanda bencana alam di berbagai daerah Nusantara.
“Jika penanganan bencana ini tidak cepat ditangani akan mengganggu inflasi,” kata Burhanuddin.
Menko Perekonomian Boediono secara terpisah Jumat kemarin menyatakan, dengan sasaran inflasi yang lebih rendah dalam 3 tahun ke depan, maka ruang penurunan bagi BI Rate juga terbuka. “Kalau inflasi turun, tentunya suku bunga juga harus turun,” katanya seusai sholat Jumat di Kompleks Depkeu.
Target Inflasi Tak Realistis
Sementara itu pengamat ekonomi dari INDEF Fadhil Hasan menilai, target inflasi yang ditetapkan pemerintah sebesar 5% plus minus 1% untuk 2008, 4,5% plus minus 1% pada 2009 dan 4% plus minus 1% pada 2010, tidak realistis mengingat kondisi perekonomian yang terjadi saat ini.
“Tekanan inflasi lebih besar, apalagi tahun 2008 mengingat harga minyak yang tinggi,” kata Fadhil Hasan di Jakarta, Jumat (4/1).
Dia menambahkan, apalagi untuk inflasi tahun 2007 saja mencapai 6,59% tipis di bawah tahun 2006 yang mencapai 6,6%. “Menurunkan ke angka 6% saja susah dari 6,6% tahun 2006, apalagi sekarang,” katanya.
Dia mengatakan, target inflasi yang ditetapkan pemerintah sering meleset, sehingga menurut dia pemerintah sebaiknya tidak menetapkan target inflasi untuk dua tahun mendatang. Namun demikian ia mengatakan penetapan target tersebut merupakan hak pemerintah. (ant)

0 Comments: