-->

Rabu, 27 Mei 2009

Permasalahan Derivatif Danamon Mencapai US$ 7 juta

Permasalahan Derivatif Danamon Mencapai US$ 7 juta
oleh : zulfikar
Permasalahan Derivatif Danamon Mencapai US$ 7 juta meski menyusut dibandingkan dengan nilai kontrak sebelumnya sebesar US$220 juta.Wadirut Bank Danamon Jos Luhukay mengatakan dari nilai kontrak sebesar US$7 juta itu dimiliki 14 nasabah. Namun, pihaknya telah melakukan pencadangan sebesar US$3 juta untuk mengantisipasi gagal bayar. "Hingga 20 Mei masih ada 14 nasabah korporasi dengan market kontrak sebesar US$7 juta. Tapi, kami sudah sisihkan provisi dari laba ditahan sebesar US$3 juta," ujarnya di Jakarta, hari ini.Dia menjelaskan permasalahan produk derivatif Bank Danamon dengan nasabah cukup diuntungkan dengan menguatnya nilai tukar rupiah, sehingga nilai kontrak tidak beda jauh dengan volatilitas valuta asing, khususnya dolar AS.Jos membenarkan saat dikonfirmasi mengenai salah satu nasabah yang belum selesai itu adalah PT Esa Kertas Nusantara (EKN). Saat ini, menurut dia, sedang dalam proses mediasi, sehingga diharapkan pada 26 Mei bisa diputuskan hasilnya.

"Masih terus dilakukan mediasi, dan secepat mungkin akan kami selesaikan. Tapi, jika belum ada titik temu, mediasi dapat diperpanjang, dan akan kami serahkan kepada pengacara," paparnya.Bank Danamon mempunyai nilai kontrak transaksi derivatif sebesar US$220 juta yang dimiliki 22 nasabah. CFO Bank Danamon Vera Eve Liem sebelumnya mengatakan nilai kontrak awal memang sekitar US$220 juta, tetapi jika mengacu pada mark to market nilai sebenarnya hanya US$49 juta

0 Comments: