BI :Peluang Pertumbuhan Ekonomi 2009 Masih Tetap Besar
oleh : zulfikar
Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Perbankan Muliaman D Hadad dalam paparannya pada acara pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) cabang Surakarta di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Sabtu (8/11). Mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi 2009 masih tetap besar, Optimistis itu, antara lain didasarkan atas pertumbuhan kredit yang saat ini masih berkisar antara 20% hingga 24%. Persentase itu diyakini akan tetap bertahan pada 2009, sehingga tetap bisa menjadi lokomotif pertumbuhan. Selain itu, ujarnya, tingkat konsumsi masyarakat juga masih cukup tinggi. Margin juga semakin besar karena suku bunga BI ditahan. Dengan kata lain, kata Muliaman, pertumbuhan ekonomi 2009 oportunity-nya masih besar, selama para pelaku ekonomi dan sektor riil bisa bersikap fleksibel. Ia mengakui, memang pasar kemungkinan akan menjadi lebih sempit. Karena itulah, harus pandai-pandai mencari celah untuk masuk. "Kalau komoditas, seperti kopi, kopra, karet memang sulit. Tetapi untuk yang lain, seperti tekstil masih bisa. Asal bisa besikap fleksibel dengan perkembangan pasar," kata Sekretaris Jenderal ISEI itu. Dari sisi perbankan, Muliaman melihat secara fundamental tetap stabil dan menunjukkan kinerja positif. Tekanan likuiditas juga terus membaik. Dengan modal yang relatif besar, perbankan juga tetap mampu menyalurkan kredit.
oleh : zulfikar
Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Perbankan Muliaman D Hadad dalam paparannya pada acara pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) cabang Surakarta di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Sabtu (8/11). Mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi 2009 masih tetap besar, Optimistis itu, antara lain didasarkan atas pertumbuhan kredit yang saat ini masih berkisar antara 20% hingga 24%. Persentase itu diyakini akan tetap bertahan pada 2009, sehingga tetap bisa menjadi lokomotif pertumbuhan. Selain itu, ujarnya, tingkat konsumsi masyarakat juga masih cukup tinggi. Margin juga semakin besar karena suku bunga BI ditahan. Dengan kata lain, kata Muliaman, pertumbuhan ekonomi 2009 oportunity-nya masih besar, selama para pelaku ekonomi dan sektor riil bisa bersikap fleksibel. Ia mengakui, memang pasar kemungkinan akan menjadi lebih sempit. Karena itulah, harus pandai-pandai mencari celah untuk masuk. "Kalau komoditas, seperti kopi, kopra, karet memang sulit. Tetapi untuk yang lain, seperti tekstil masih bisa. Asal bisa besikap fleksibel dengan perkembangan pasar," kata Sekretaris Jenderal ISEI itu. Dari sisi perbankan, Muliaman melihat secara fundamental tetap stabil dan menunjukkan kinerja positif. Tekanan likuiditas juga terus membaik. Dengan modal yang relatif besar, perbankan juga tetap mampu menyalurkan kredit.
Meski demikian, katanya, ada beberapa risiko yang memang patut diwaspadai, yaitu berupa potensi meningkatnya risiko likuiditas sejalan turunnya secondary reserves, sementara pasar keuangan masih relatif ketat dan masih ada potensi persaingan suku bunga. Meningkatnya risiko pasar sejalan adanya kecenderungan peningkatan suku bunga dan kondisi likuiditas global yang semakin tipis. Kemudian, ujarnya, risiko kredit seiring naiknya suku bunga dan menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah, serta menurunnya permintaan barang-barang kebutuhan yang berpotensi menaikkan angka kredit bermasalah. Risiko lainnya, modal yang dikhawatirkan terus tertekan karena meningkatnya kredit, menurunnya laba dan bergejolaknya pasar keuangan global dan domestik

0 Comments:
Post a Comment