-->

Jumat, 14 November 2008

BI Harapkan Fasilitas Swap USD dengan The Fed

BI Harapkan Fasilitas Swap USD dengan The Fed
oleh : zulfikar
Bank Indonesia menjajaki kemungkinan perolehan fasilitas swap dolar dari Federal Reserves Amerika Serikat (The Fed). Fasilitas ini sebelumnya telah diberikan kepada sejumlah negara yang memiliki kesulitan dengan likuiditas dolar. Hal ini diungkap Gubernur BI Boediono di Jakarta, jumat (14/11). Menurut Boediono, dirinya akan melakukan pembicaraan dengan Gubernur The Fed, Ben Bernanke untuk membicarakan kemungkinan kerja sama tersebut. Namun, Boediono tidak menyebutkan bentuk fasilitas swap tersebut begitu juga dengan persyaratannya. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan fasilitas sama dari ASEAN plus tiga, fasilitas ini merupakan fasilitas penukaran valas dengan rupiah dengan pemberian bunga yang ditentukan bersama. Pemberian fasilitas ini sudah diberikan kepada beberapa negara seperti Singapura, Korea Selatan, Meksiko, dan Brasil. Masing-masing negara mendapatkan bantuan fasilitas swap senilai US$30 miliar dari The Fed. Saat ini, BI telah memiliki perjanjian fasilitasi swap dalam kerangka kerjasam ASEAN plus Tiga (China, Korea, Jepang) senilai US$12 miliar. Dana bilateral ini bisa digunakan untuk memperkuat cadangan devisa dalam menghadapi gejolak finansial. Menurut Boediono, BI memproyeksikan cadangan devisa Indonesia akan bertambah sekitar US$2 miliar pada Desember 2008. Dana ini datang dari pencairan pinjaman luar negeri pemerintah. Saat ini cadangan devisa menyentuh level terendah sepanjang 17 bulan terakhir yaitu US$50,58 miliar


Terkait kondisi rupiah dan kemampuan devisa, Boediono mengatakan cadangan devisa saat ini masih aman. Meskipun posisi devisa dari waktu ke waktu turun menjadi sekitar US$ 50 miliar, BI tetap akan berada di pasar. Sebab, Indonesia masih memiliki penerimaan lain dari sektor migas. "Kita selalu ada di pasar tapi bukan untuk menantang pasar tapi bergerak bersama pasar guna meringankan volatilitas rupiah. Cadangan devisa hanya US$50 miliar memang jauh lebih kecil dibanding China tapi akan kita maksimalkannya untuk menjaga ketenangan pasar," jelas Boediono

0 Comments: