Menkeu AS : Bank_bank Yang Kolaps Akan Semakin Banyak
oleh : zulfikar
Menteri Keuangan AS Henry Paulson memperingatkan bahwa lebih banyak bank dan perusahaan bisnis AS akan mengalami kolaps di tengah krisis keuangan dalam beberapa pekan dan beberapa bulan mendatang, kendati berbagai usaha sudah diambil pemerintah Amerika untuk menyelamatkan perekonomian yang sedang ambruk dan menyelamatkan pasar keuangan seperti rencana dana talangan darurat $700 miliar.Paulson memintakan kesabaran dengan mengatakan: “Gejolak tidak akan bisa berakhir dengan cepat, dan berbagai tantangan berat masih menghadang di depan.”Dia menambahkan, “Diterimanya undang-undang baru tentang dana talangan darurat itu maupun diimplementasikannya berbagai prakarsa yang ada, tidak akan dengan segera mengakhiri berbagai kesulitan yang dihadapi dewasa ini.”Berbicara menyusul dikeluarkannya keputusan Badan Cadangan Federal AS (Fed) untuk menurunkan suku bunga antar bank overnight (fed fund rate) dengan setengah persen menjadi 1,5% Rabu (8/10), Paulson mengatakan, “Pasar keuangan AS dan global akan terus berada dalam keadaan sangat genting.”Dia mengatakan, bisa jadi sampai beberapa pekan sebelum rencana penalangan darurat digunakan untuk melakukan pembelian pertama terhadap aset-aset (bank dan perusahaan) bermasalah, dan dia memperingatkan, bahkan walau rencana itu diterapkan, lebih banyak bank akan mengalami kegagalan.Menghimbau dilakukannya pertemuan khusus negara-negara industri maju yang tegabung di dalam Grup 20 (G20), dia mengatakan, “Dalam konsultasi dengan Brazil yang menjadi ketua G20, saya menghimbau dilakukannya pertemuan khusus G20 yang akan termasuk para pejabat keuangan senior, gubernur bank sentral, dan para regulator dari negara-negara ekonomi utama guna membicarakan bagaimana kita bisa berkoordinasi guna mengurangi dampak dari gejolak pasar global dan perlambanan pertumbuhan ekonomi di semua negara kita.”
Memajukan proses perbaikan
Departemen Keuangan AS, Fed dan Federal Deposit Insurance Corp akan “menggunakan seluruh wewenang mereka untuk memajukan proses perbaikan dan pemulihan dan untuk menghadang risiko terhadap sistem keuangan yang bisa saja muncul dari kesulitan yang dihadapi lembaga-lembaga keuangan perorangan,” kata Paulson.“Adalah kebijakan pemerintah federal untuk menggunakan semua sumber-daya dalam usaha membuat sistem keuangan kita menjadi lebih kuat,” katanya sambil menambahkan, “Kami akan menggunakan segala daya yang sudah kami berikan bagi keefektifan pada tingkat maksimum, termasuk memperkuat kapitalisasi lembaga-lembaga keuangan di berbagai tingkatan.”
oleh : zulfikar
Menteri Keuangan AS Henry Paulson memperingatkan bahwa lebih banyak bank dan perusahaan bisnis AS akan mengalami kolaps di tengah krisis keuangan dalam beberapa pekan dan beberapa bulan mendatang, kendati berbagai usaha sudah diambil pemerintah Amerika untuk menyelamatkan perekonomian yang sedang ambruk dan menyelamatkan pasar keuangan seperti rencana dana talangan darurat $700 miliar.Paulson memintakan kesabaran dengan mengatakan: “Gejolak tidak akan bisa berakhir dengan cepat, dan berbagai tantangan berat masih menghadang di depan.”Dia menambahkan, “Diterimanya undang-undang baru tentang dana talangan darurat itu maupun diimplementasikannya berbagai prakarsa yang ada, tidak akan dengan segera mengakhiri berbagai kesulitan yang dihadapi dewasa ini.”Berbicara menyusul dikeluarkannya keputusan Badan Cadangan Federal AS (Fed) untuk menurunkan suku bunga antar bank overnight (fed fund rate) dengan setengah persen menjadi 1,5% Rabu (8/10), Paulson mengatakan, “Pasar keuangan AS dan global akan terus berada dalam keadaan sangat genting.”Dia mengatakan, bisa jadi sampai beberapa pekan sebelum rencana penalangan darurat digunakan untuk melakukan pembelian pertama terhadap aset-aset (bank dan perusahaan) bermasalah, dan dia memperingatkan, bahkan walau rencana itu diterapkan, lebih banyak bank akan mengalami kegagalan.Menghimbau dilakukannya pertemuan khusus negara-negara industri maju yang tegabung di dalam Grup 20 (G20), dia mengatakan, “Dalam konsultasi dengan Brazil yang menjadi ketua G20, saya menghimbau dilakukannya pertemuan khusus G20 yang akan termasuk para pejabat keuangan senior, gubernur bank sentral, dan para regulator dari negara-negara ekonomi utama guna membicarakan bagaimana kita bisa berkoordinasi guna mengurangi dampak dari gejolak pasar global dan perlambanan pertumbuhan ekonomi di semua negara kita.”
Memajukan proses perbaikan
Departemen Keuangan AS, Fed dan Federal Deposit Insurance Corp akan “menggunakan seluruh wewenang mereka untuk memajukan proses perbaikan dan pemulihan dan untuk menghadang risiko terhadap sistem keuangan yang bisa saja muncul dari kesulitan yang dihadapi lembaga-lembaga keuangan perorangan,” kata Paulson.“Adalah kebijakan pemerintah federal untuk menggunakan semua sumber-daya dalam usaha membuat sistem keuangan kita menjadi lebih kuat,” katanya sambil menambahkan, “Kami akan menggunakan segala daya yang sudah kami berikan bagi keefektifan pada tingkat maksimum, termasuk memperkuat kapitalisasi lembaga-lembaga keuangan di berbagai tingkatan.”
Mengaku bahwa “perlindungan terhadap wajib pajak akan menjadi sistem keuangan yang stabil,” Paulson mengatakan, pasar keuangan terpuruk oleh berbagai tantangan bersama dari risiko sistem dan ketiadaan kepercayaan, modal dan likuiditas.“Ketidak-pastian telah menyumbat keseimbangan keuangan mendasar kita,” kata Menkeu AS itu sambil menunjuk kepada keadaan dimana para nasabah dan pelaku bisnis mengalami kesulitan dalam medapatkan pinjaman atau hipotek.Dalam sebuah kecaman terselubung terhadap pemerintah termasuk Irlandia dan Yunani yang telah mengambil langkah-langkah sepihak untuk menyelamatkan sistem perbankan mereka, Paulson mengatakan, “Kita harus berhati-hati di dalam menjamin bahwa langkah-langkah yang kita ambil cukup terkoordinasi dan saling berhubungan agar langkah apapun yang diambil oleh sebuah negara tidak berpengaruh merugikan bagi negara lainnya atau terhadap stabilitas sistem secara keseluruhan.”
Pemerintah AS Akan Selamatkan Perbankan Yang Kolaps
Pemerintah Amerika Serikat (AS) kemarin mengumumkan segera mengambil alih saham bank-bank yang terancam kolaps di negara itu. Menurut Menteri Keuangan AS Henry Paulson Jr,rencana pengambilalihan ini untuk mengantisipasi krisis ekonomi Amerika Serikat yang semakin parah. Bailout bank ini, kata Paulson,bertujuan untuk memulihkan kepercayaan terhadap sistem keuangan AS. ”Kami akan menggunakan semua cara yang ada untuk mencapai efektivitas yang maksimal,termasuk memperkuat kapitalisasi semua lembaga keuangan besar atau kecil,” ujar Paulson dalam jumpa pers di Washington kemarin. Paulson mengakui bahwa langkah penyelamatan darurat yang dilakukan pemerintah tidak banyak berpengaruh untuk mengatasi krisis ini, termasuk memulihkan kepercayaan masyarakat. Paulson juga meminta masyarakat untuk bersabar menghadapi krisis ini. ”Kekacauan ini tidak akan segera berakhir. Baik undang-undang maupun implementasi semua langkah ini tidak akan langsung mengakhiri kesulitan saat ini,” kata Paulson. Sayangnya dia tidak menyebutkan bank mana saja yang akan segera diambil alih itu. Untuk melalukan koordinasi global, kata Paulson, pihaknya akan menjadi tuan rumah dalam pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negaranegara industri besar G-7 pada Jumat (10/10) ini.Namun, dia memperingatkan untuk tidak banyak berharap dari pertemuan ini. Wakil Menkeu AS urusan internasional David McCormick menyatakan tidak ada satu cara yang bisa diterapkan untuk mengatasi krisis di seluruh dunia meskipun ada koordinasi untuk menurunkan tingkat suku bunga. Langkah mengambil alih saham bank dan perusahaan yang kolaps telah mulai dilakukan pemerintah sejak bulan lalu. Salah satunya dengan mengambil alih perusahaan perumahan Fannie Mae dan Freddie Mac,dilanjutkan dengan perusahaan raksasa asuransi AIG. Para pejabat keuangan di Washington menyatakan dana USD 700 miliar yang disetujui Kongres akan digunakan antara lain untuk menyuntikkan dana ke bankbank yang kolaps. Langkah itu akan segera memulihkan neraca dan kepercayaan mereka, sekaligus memulai kembali pemberian kredit. Namun, rencana Departemen Keuangan AS ini masih belum final karena masih dibutuhkan proses lebih jauh. Rencana Departemen Keuangan AS ini mirip dengan apa yang dilakukan Pemerintah Inggris yang menyuntikkan dana ke Royal Bank of Scotland,Barclays,dan HSBC Holding dengan dana sebesar USD 87 miliar.Pemerintah Inggris juga memberikan jaminan sebesar USD430 miliar untuk membantu bank melakukan penjadwalan ulang utang mereka

0 Comments:
Post a Comment