-->

Senin, 06 Oktober 2008

Inflasi Naik, BI Rate Diprediksi Stabil Bahkan Naik 25 bps

Inflasi naik, BI Rate Diprediksi Stabil
oleh : zulfikar
Inflasi September 2008 sebesar 0,97 persen merupakan angka yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Laju inflasi tahun kalender Januari-September 2008 sebesar 10,47 persen, sedangkan laju inflasi year on year September 2008 terhadap September 2007 sebesar 12,14 persen."Kalau dibandingkan september tahun lalu bahkan ini angka yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir," Kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ali Rosidi, di BPS, Jakarta, Senin (6/10).Menurut Ali, hal ini disebabkan karena beban harga pada bulan puasa dan Hari Raya Lebaran jatuh pada bulan September, berbeda dengan tahun lalu dimana beban harga sebagian masuk bulan September dan sebagian masuk Oktober. "Inflasi September terjadi karena kenaikan harga menjelang Lebaran," kata Ali. Penghitungan inflasi tersebut berdasarkan pengamatan BPS selama 5 minggu, bahkan diamati transaksi 1 hari sebelum Lebaran.



BI Rate Naik
Meski inflasi September terbilang rendah, beberapa ekonom menduga BI rate akan dinaikkan 25 basis poin menjadi 9,5% pada rapat Dewan Gubernur BI Selasa besok.Fauzi menilai, ancaman inflasi masih tetap tinggi sehingga Bank Indonesia cenderung menaikkan lagi tingkat suku bunganya. "Hingga akhir tahun, kami memperkirakan BI rate berkisar pada 9,50-9,75%," paparnya. Winang Budoyo juga yakin BI rate Oktober akan naik menjadi 9,50% dan akhir 2008 menjadi 9,75%.Pandangan berbeda diungkapkan Purbaya. Dia berharap BI tetap mempertahankan BI rate pada level 9,25%. Apalagi, kondisi likuiditas perbankan sedang ketat, demikian pula likuiditas global. “Jadi, kalau sampai BI menaikkan BI rate, mau ngapain?” tegasnya. Purbaya menyarankan BI rate dipertahankan 9,25% sampai akhir tahun. Jika pun harus naik lagi, maksimum sebaiknya 9,5% sampai akhir tahun. “Soalnya, inflasi November dan Desember diperkirakan juga rendah,” kata Purbaya.Gejolak ekonomi yang bermuara di Amerika Serikat membuat Bank Indonesia (BI) kesulitan memproyeksikan kebijakan moneter.Sementara itu, Gubernur BI Boediono mengakui, pihaknya belum bisa memprediksi BI rate pada Oktober ini karena kondisi finansial masih bergejolak.“Yang dilakukan BI adalah dengan memantau perkembangan gejolak secara kontinu. BI juga akan menjaga nilai tukar agar tidak melampaui Rp 9.400 per dolar AS," katanya. Sedangkan Direktur BTN Saut Pardede berpendapat, BI akan bijaksana menyikapi situasi makro dan kondisi perbankan saat ini. Meski inflasi September cenderung rendah, bukan berarti masalah inflasi tahun ini beres.

0 Comments: