Penjualan Sepeda Motor Naik, Mobil Turun
oleh : zulfikar
Penjualan sepeda motor menembus angka 600 ribu unit pada Agustus 2008 yang merupakan angka penjualan bulanan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, menyusul pertumbuhan permintaan yang tinggi di luar Pulau Jawa. "Penjualan sepeda motor pada Agustus ini mencapai lebih dari 600 ribu unit," ujar Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata, di Jakarta. Menurut dia, kenaikan penjualan itu masih dalam prediksi kalangan pelaku usaha dan industri sepeda motor di Indonesia menyusul tren naiknya permintaan sepeda motor menjelang Lebaran. "Biasanya penjualan meningkat menjelang Lebaran, karena sepeda motor dibutuhkan sebagai alat transportasi, khususnya untuk mudik," ujar Gunadi.
Pada sejak April 2008 penjualan sepeda motor cenderung meningkat menjadi di atas 500 ribu unit. Berdasarkan data AISI pada April penjualan sepeda motor mencapai sekitar 548 ribu unit, kemudian turun tipis pada Mei menjadi sekitar 547 ribu unit, dan kembali naik pada Juni dan Juli menjadi masing-masing sekitar 549 ribu unit dan 548 ribu unit. Dengan demikian pada periode Januari-Agustus 2008 penjualan sepeda motor telah mencapai angka sekitar 4,2 juta unit atau sekitar 70 persen dari proyeksi penjualan sepeda motor sepanjang tahun ini sekitar enam juta unit.
oleh : zulfikar
Penjualan sepeda motor menembus angka 600 ribu unit pada Agustus 2008 yang merupakan angka penjualan bulanan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, menyusul pertumbuhan permintaan yang tinggi di luar Pulau Jawa. "Penjualan sepeda motor pada Agustus ini mencapai lebih dari 600 ribu unit," ujar Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata, di Jakarta. Menurut dia, kenaikan penjualan itu masih dalam prediksi kalangan pelaku usaha dan industri sepeda motor di Indonesia menyusul tren naiknya permintaan sepeda motor menjelang Lebaran. "Biasanya penjualan meningkat menjelang Lebaran, karena sepeda motor dibutuhkan sebagai alat transportasi, khususnya untuk mudik," ujar Gunadi.
Pada sejak April 2008 penjualan sepeda motor cenderung meningkat menjadi di atas 500 ribu unit. Berdasarkan data AISI pada April penjualan sepeda motor mencapai sekitar 548 ribu unit, kemudian turun tipis pada Mei menjadi sekitar 547 ribu unit, dan kembali naik pada Juni dan Juli menjadi masing-masing sekitar 549 ribu unit dan 548 ribu unit. Dengan demikian pada periode Januari-Agustus 2008 penjualan sepeda motor telah mencapai angka sekitar 4,2 juta unit atau sekitar 70 persen dari proyeksi penjualan sepeda motor sepanjang tahun ini sekitar enam juta unit.
Gunadi mengatakan penjualan sepeda motor pada Agustus 2008 merupakan penjualan tertinggi pada tahun ini, karena ia memperkirakan pasca Lebaran, penjualan sepeda motor akan menurun. "Biasanya setelah Lebaran penjualan sepeda motor akan turun, atau akan kembali ke kisaran 500 ribu unit per bulan," ujarnya. Sementara itu, GM Pemasaran PT PT Astra Honda Motor (AHM) Sigit Kumala mengatakan penjualan AHM yang selama ini menjadi pemimpin pasar sepeda motor di Indonesia mencapai sekitar 300.585 unit pada Agustus 2008 naik dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 278.823 unit. Direktur AHM Julius Aslan mengatakan pertumbuhan penjualan sepeda motor nasional yang tinggi tahun ini -- mencapai sekitar 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu -- ditopang oleh tingginya pertumbuhan permintaan sepeda motor di luar Pulau Jawa. "Pertumbuhan permintaan sepeda motor di Jawa dan Bali pada semester I 2008 dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencapai 27 persen, sedangkan di luar Pulau Jawa mencapai 60 persen," kata Julius. Sampai saat ini AHM sendiri telah menguasai pasar sepeda motor di atas 46 persen. AHM, lanjut Julius, menargetkan sampai akhir tahun penjualan sepeda motor Honda mencapai 2,8 juta unit atau menguasai sekitar 47 persen dari total penjualan sepeda motor nasional yang diproyeksi menembus angka enam juta unit
Penjualan Mobil Mengalamai Penurunan
Penjualan mobil mengalami penurunan sekitar empat persen pada Agustus 2008 terkait lebih pendeknya hari kerja pada bulan tersebut dibandingkan bulan sebelumnya. "Angka sementara penjualan mobil pada Agustus 2008 sekitar 58 ribu unit," kata Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), Joko Trisanyoto, di Jakarta, Rabu (3/9). Jumlah tersebut, diakui dia, turun dibandingkan Juli 2008 yang mencapai sekitar 60,8 ribu unit. Namun masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata penjualan pada triwulan I dan II yang masing-masing mencapai 45,2 ribu unit dan 52,4 ribu unit. "Jumlah hari kerja pada Agustus 2008 hanya sekitar 20 hari atau lebih pendek dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga penjualan tidak maksimal walaupun permintaan mobil masih tinggi," katanya. Joko mengatakan, permintaan mobil pada Agustus masih sangat tinggi, namun karena kemampuan produksi terbatas, maka hari kerja yang pendek menyebabkan para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) tidak bisa memenuhi seluruh permintaan pasar. "Masalahnya hampir semua model mobil yang dipasarkan ATPM mengalami inden (masa tunggu), sedangkan kapasitas produksi yang sudah dimanfaatkan secara maksimal, sehingga pemenuhan permintaan pasar tergantung pada hari kerja," ujarnya. Pada Agustus 2008, penjualan TAM sebagai pemimpin pasar mobil di Indonesia sendiri mengalami penurunan dibandingkan Juli 2008. Menurut dia, pada Agustus 2008 penjualan Toyota mencapai 18.770 atau turun dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 20.498 unit. Untuk memenuhi permintaan pasar, rencananya PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meningkatkan kemampuan produksinya melalui efisiensi dan memperpendek waktu produksi sehingga kapasitasnya naik sekitar 20 persen pada Oktober 2008. Hal senada dikemukakan Direktur Pemasaran PT Indomobil Niaga International, Endro Nugroho, yang merupakan ATPM Suzuki di Indonesia. Saat ini pihaknya kesulitan memenuhi permintaan Suzuki APV dan Carry/Futura karena kapasitas produksi sudah mencapai titik maksimal. "Kami berencana menambah kapasitas produksi. Namun sekarang masih dalam proses," katanya. Saat ini, total kapasitas produksi Suzuki di Indonesia mencapai sekitar 110 ribu - 120 ribu unit per tahun. Endro mengatakan, permintaan pasar mobil Suzuki Carry misalnya mencapai 2.000 unit per bulan, namun kemampuan produksi baru mencapai 1.000 unit per bulan, karena penambahan produksi Carry akan memangkas produksi kendaraan lainnya seperti APV yang permintaan pasarnya juga naik baik di dalam negeri maupun ekspor. "Kami menargetkan penjualan Suzuki sampai akhir tahun menembus angka 83 ribu unit dan sampai Juli 2008 penjualan kami telah menembus angka 46.532 unit naik 41,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," katanya. Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Bambang Trisulo di Osaka, ketika dikonfirmasi mengatakan, tren permintaan mobil tetap naik, bahkan ia mengatakan penjualan pada Agustus tetap naik. "Itu kalau dilihat dari hari kerjanya," kata Bambang. Ia mengatakan, setiap tahun pola permintaan mobil di Indonesia selalu mengalami koreksi pada saat bulan puasa dan Lebaran terkait hari kerja yang lebih pendek dibandingkan bulan biasanya. "Tadinya saya malah memperkirakan penjualan mobil (Agustus 2008) hanya 45 ribu unit karena pengaruh harga-harga dunia mulai masuk ke Indonesia. Ternyata harga minyak mentah dunia turun dan ekonomi pada dasarnya stabil," katanya. (antara)

0 Comments:
Post a Comment