OECD naikkan pertumbuhan Ekonomi AS
The Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) pada Selasa (2/9) menaikkan proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) tahun ini, namun memangkas perkiraan tingkat pertumbuhan ekonomi Jepang dan Uni Eropa (UE). Sedangkan perekonomian Inggris diprediksi menghadapi resesi. OECD, organisasi beranggotakan 30 negara maju yang bebasis di Paris ini menyebutkan bahwa ekonomi AS akan akan berkembang 1,8% pada 2008, lebih tinggi dari prediksi Juni lalu yang hanya 1,2%. Sementara perekonomian Jepang hanya akan tumbuh 1,2%, turun dari perkiraan semula 1,7% dan UE hanya tumbuh 1,3% turun dari proyeksi semula 1,7%.Pertumbuhan ekonomi gabungan Kelompok Tujuh—Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan AS—diperkirakan 1,4%, tidak berubah dari hasil analisis OECD Juni lalu. "Kekacauan di pasar finansial, kemerosotan pasar perumahan, dan harga komoditas yang terus meninggi berdampak pada pertumbuhan global," ujar OECD dalam pernyataannya seperti dilansir AFP. Apalagi, OECD menambahkan, ganguan terhadap pasar finansial yang meluas dan dalam akibat krisis kredit perumahan di AS, belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Secara keseluruhan, aktivitas ekonomi global diperkirakan akan tetap melemah hingga akhir 2008, dengan gambaran yang tetap belum pasti.Revisi terhadap data-data proyeksi pertumbuhan ekonomi AS 2008 ini terutama didasarkan pada pertumbuhan ekonomi tahunan kuartal II-2008 yang secara tidak terduga menguat, yakni mencapai 3,3%. Realisasi pertumbuhan ini jauh melampau perkiraan yang disebut hanya akan tumbuh 1,9%.“Performa ekonomi AS ini terlihat dari neraca perdangangan luar negeri dan pelaksanaan stimulus fiskal yang berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan," ujar Jean-Louis Schneider, deputi direktur Departmen Ekonomi OECD
The Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) pada Selasa (2/9) menaikkan proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) tahun ini, namun memangkas perkiraan tingkat pertumbuhan ekonomi Jepang dan Uni Eropa (UE). Sedangkan perekonomian Inggris diprediksi menghadapi resesi. OECD, organisasi beranggotakan 30 negara maju yang bebasis di Paris ini menyebutkan bahwa ekonomi AS akan akan berkembang 1,8% pada 2008, lebih tinggi dari prediksi Juni lalu yang hanya 1,2%. Sementara perekonomian Jepang hanya akan tumbuh 1,2%, turun dari perkiraan semula 1,7% dan UE hanya tumbuh 1,3% turun dari proyeksi semula 1,7%.Pertumbuhan ekonomi gabungan Kelompok Tujuh—Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan AS—diperkirakan 1,4%, tidak berubah dari hasil analisis OECD Juni lalu. "Kekacauan di pasar finansial, kemerosotan pasar perumahan, dan harga komoditas yang terus meninggi berdampak pada pertumbuhan global," ujar OECD dalam pernyataannya seperti dilansir AFP. Apalagi, OECD menambahkan, ganguan terhadap pasar finansial yang meluas dan dalam akibat krisis kredit perumahan di AS, belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Secara keseluruhan, aktivitas ekonomi global diperkirakan akan tetap melemah hingga akhir 2008, dengan gambaran yang tetap belum pasti.Revisi terhadap data-data proyeksi pertumbuhan ekonomi AS 2008 ini terutama didasarkan pada pertumbuhan ekonomi tahunan kuartal II-2008 yang secara tidak terduga menguat, yakni mencapai 3,3%. Realisasi pertumbuhan ini jauh melampau perkiraan yang disebut hanya akan tumbuh 1,9%.“Performa ekonomi AS ini terlihat dari neraca perdangangan luar negeri dan pelaksanaan stimulus fiskal yang berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan," ujar Jean-Louis Schneider, deputi direktur Departmen Ekonomi OECD
Tak Sebaik AS
Sementara pemangkasan terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi UE, menurut Schneider, didasarkan pada kinerja ekonomi yang tidak sebaik AS. Menurut data resmi, pada kuartal II-2008, ekonomi UE mengalami kontraksi 0,2%."Aktivitas ekonomi di kawasan UE dan negara ekonomi terbesar ketiga di dunia, Inggris, secara keseluruhan diperkiran masih akan mendatar," ujar Jorgen Elmeskovm, ketua pelaksana Departemen Ekonomi OECD.OECD memperkirakan, pelambatan ekonomi Inggris akan berlanjut. Pada kuartal III-2008 ekonomi Inggris diperkirakan akan mengalami kontraksi 0,3% dan pada kuartal IV-2008 akan mengalami kontraksi 0,4%. Secara tahunan, pada 2008 ekonomi Inggris diperkirakan hanya akan tumbuh 1,2%, turun dari estimasi OECD sebelumnya yang sebesar 1,8%.

0 Comments:
Post a Comment