Paket Boilout Hampir Tuntas, FED Diprediksi Turunkan Suku Bunga
oleh : zulfikar
Presiden George W Bush menekankan, Amerika Serikat terancam resesi panjang yang menyakitkan bila Kongres tidak segera memutuskan paket bailout bernilai US$ 700 miliar yang diajukan pemerintah.Karena itu, Bush menggelar pertemuan darurat yang dihadiri kandidat presiden AS Barack Obama dan John McCain, serta pimpinan kedua partai di Kongres untuk memuluskan paket penyelamatan pasar keuangan AS tersebut, Kamis (25/9). Hingga berita ini diturunkan, pertemuan darurat masih berlangsung. Namun, sejumlah kalangan menyatakan, Kongres hampir mencapai kesepakatan paket penyelamatan US$ 700 miliar itu. ”Pada prinsipnya, paket itu sudah beres. Isu krusial terselesaikan. Mereka segera berjabat tangan, tersenyum, dan foto bersama,” ungkap Paul Kanjorski, anggota parlemen dari Partai Demokrat kepada CNBC.Dalam pidato singkat selama 13 menit di Gedung Putih, Rabu malam, Bush mengingatkan bahwa krisis finansial ini bila tidak cepat diatasi bisa menjerumuskan AS ke dalam resesi panjang yang menyakitkan. Pasar finansial bisa panik. "Kita berada dalam krisis finansial yang serius. Ekonomi kita dalam bahaya," ujarnya.Selain itu, ekonomi AS juga dihadapkan pada risiko hilangnya tabungan para pensiunan, melonjaknya penyitaan rumah, PHK besar-besaran, dan tutupnya perusahaan-perusahaan. Itulah sebabnya, Bush meminta Kongres AS segera menyetujui paket penyelamatan sektor keuangan senilai US$ 700 miliar. Bush mengakui, sebenarnya dia tidak menginginkan skenario penyelamatan bagi perusahaan yang rugi, namun situasinya benar-benar mengharuskan untuk itu.Sementara itu, Barack Obama menegaskan, rencana bailout yang diajukan pemerintahan Bush ke Kongres cacat, namun upaya memproteksi ekonomi AS tidak boleh gagal. "Inilah saatnya meningkatkan komitmen politik demi kebaikan negara. Kami tidak ingin mengambil risiko atas bencana ekonomi,” kata Obama seperti dikutip AP. McCain juga menyerukan agar kesepakatan bipartisan atas paket penyelamatan pasar keuangan AS dipercepat. ”Sejarah akan menuding para pejabat publik arogan bila mereka gagal,” kata McCain. Sementara itu, PM Tiongkok Wen Jiabao menegaskan, negerinya berkomitmen membantu solusi krisis finansial ini. Sebab, Tiongkok memiliki cadangan devisa terbesar dan merupakan pemegang obligasi pemerintah AS terbesar kedua di dunia.
Paket penyelamatan bernilai US$ 700 miliar bakal disetujui Kongres semakin nyata. Ketua Komite Perbankan Senat Christopher Dodd optimistis draf paket penyelamatan segera disetujui. Ada modifikasi dari usulan yang diajukan Menkeu Henry Paulson. Perubahan pertama, menurut Dodd, Paulson setuju bahwa tidak seluruh paket digunakan untuk membeli aset atau kredit-kredit bermasalah. Tapi sebagian dana diinjeksikan ke perusahaan bermasalah sebagai ekuitas bagi perusahaan yang menjual asetnya ke pemerintah.Modifikasi kedua adalah pembatasan kompensasi bagi para eksekutif –terutama CEO--perusahaan bermasalah yang rata-rata sangat tinggi. Mereka dinilai mendapat benefit besar dengan program penyelamatan ini. “Memang rakyat Amerika selaku pembayar pajak marah bila uangnya dipakai untuk kompensasi bagi para eksekutif,” kata Paulson.Publik lantas mengaitkan besarnya gaji para eksekutif perusahaan di Wall Street dengan Paulson selaku mantan CEO Goldman Sachs. Pada semester I-2006, misalnya, Paulson mengantungi bonus tunai senilai US$ 18,7 juta. Tahun 2005 Paulson bahkan merupakan CEO dengan pendapatan tertinggi, sekitar US$ 38,3 miliar dalam bentuk gaji, saham, dan options. Paulson juga telah mengakumulasi saham Goldman bernilai US$ 492 juta. Paket penyelamatan ini juga menekankan pentingnya pemilik rumah terhindar dari penyitaan serta dibentuk komite pengawas independen atas program bailout.
oleh : zulfikar
Presiden George W Bush menekankan, Amerika Serikat terancam resesi panjang yang menyakitkan bila Kongres tidak segera memutuskan paket bailout bernilai US$ 700 miliar yang diajukan pemerintah.Karena itu, Bush menggelar pertemuan darurat yang dihadiri kandidat presiden AS Barack Obama dan John McCain, serta pimpinan kedua partai di Kongres untuk memuluskan paket penyelamatan pasar keuangan AS tersebut, Kamis (25/9). Hingga berita ini diturunkan, pertemuan darurat masih berlangsung. Namun, sejumlah kalangan menyatakan, Kongres hampir mencapai kesepakatan paket penyelamatan US$ 700 miliar itu. ”Pada prinsipnya, paket itu sudah beres. Isu krusial terselesaikan. Mereka segera berjabat tangan, tersenyum, dan foto bersama,” ungkap Paul Kanjorski, anggota parlemen dari Partai Demokrat kepada CNBC.Dalam pidato singkat selama 13 menit di Gedung Putih, Rabu malam, Bush mengingatkan bahwa krisis finansial ini bila tidak cepat diatasi bisa menjerumuskan AS ke dalam resesi panjang yang menyakitkan. Pasar finansial bisa panik. "Kita berada dalam krisis finansial yang serius. Ekonomi kita dalam bahaya," ujarnya.Selain itu, ekonomi AS juga dihadapkan pada risiko hilangnya tabungan para pensiunan, melonjaknya penyitaan rumah, PHK besar-besaran, dan tutupnya perusahaan-perusahaan. Itulah sebabnya, Bush meminta Kongres AS segera menyetujui paket penyelamatan sektor keuangan senilai US$ 700 miliar. Bush mengakui, sebenarnya dia tidak menginginkan skenario penyelamatan bagi perusahaan yang rugi, namun situasinya benar-benar mengharuskan untuk itu.Sementara itu, Barack Obama menegaskan, rencana bailout yang diajukan pemerintahan Bush ke Kongres cacat, namun upaya memproteksi ekonomi AS tidak boleh gagal. "Inilah saatnya meningkatkan komitmen politik demi kebaikan negara. Kami tidak ingin mengambil risiko atas bencana ekonomi,” kata Obama seperti dikutip AP. McCain juga menyerukan agar kesepakatan bipartisan atas paket penyelamatan pasar keuangan AS dipercepat. ”Sejarah akan menuding para pejabat publik arogan bila mereka gagal,” kata McCain. Sementara itu, PM Tiongkok Wen Jiabao menegaskan, negerinya berkomitmen membantu solusi krisis finansial ini. Sebab, Tiongkok memiliki cadangan devisa terbesar dan merupakan pemegang obligasi pemerintah AS terbesar kedua di dunia.
Paket penyelamatan bernilai US$ 700 miliar bakal disetujui Kongres semakin nyata. Ketua Komite Perbankan Senat Christopher Dodd optimistis draf paket penyelamatan segera disetujui. Ada modifikasi dari usulan yang diajukan Menkeu Henry Paulson. Perubahan pertama, menurut Dodd, Paulson setuju bahwa tidak seluruh paket digunakan untuk membeli aset atau kredit-kredit bermasalah. Tapi sebagian dana diinjeksikan ke perusahaan bermasalah sebagai ekuitas bagi perusahaan yang menjual asetnya ke pemerintah.Modifikasi kedua adalah pembatasan kompensasi bagi para eksekutif –terutama CEO--perusahaan bermasalah yang rata-rata sangat tinggi. Mereka dinilai mendapat benefit besar dengan program penyelamatan ini. “Memang rakyat Amerika selaku pembayar pajak marah bila uangnya dipakai untuk kompensasi bagi para eksekutif,” kata Paulson.Publik lantas mengaitkan besarnya gaji para eksekutif perusahaan di Wall Street dengan Paulson selaku mantan CEO Goldman Sachs. Pada semester I-2006, misalnya, Paulson mengantungi bonus tunai senilai US$ 18,7 juta. Tahun 2005 Paulson bahkan merupakan CEO dengan pendapatan tertinggi, sekitar US$ 38,3 miliar dalam bentuk gaji, saham, dan options. Paulson juga telah mengakumulasi saham Goldman bernilai US$ 492 juta. Paket penyelamatan ini juga menekankan pentingnya pemilik rumah terhindar dari penyitaan serta dibentuk komite pengawas independen atas program bailout.
Suku Bunga Melonjak
Pidato Bush yang bernada mencemaskan langsung merontokkan nilai tukar dolar AS dan suku bunga di pasar uang melonjak tajam. Dolar jatuh ke 1,4718 per euro di London, dari posisi 1,4621, dan merosot ke 105,70 terhadap yen dari 106,11. Dolar juga terdepresiasi terhadap poundsterling ke posisi 1,8608, dari posisi sebelumnya 1,8465. Sementara itu, suku bunga di pasar uang melonjak karena kekhawatiran paket bailout bakal tertunda. Kondisi ini membuat pasar uang antarbank kering likuiditas dan institusi keuangan takut memberikan kredit kepada sesama bank.Suku bunga antarbank euro (Euribor) berjangka sebulan naik ke posisi tertinggi sejak Desember 2000. Suku bunga antarbank di London (LIBOR) untuk dolar AS berjangka tiga bulan naik tertinggi sejak 1999. “Risiko sistemik sangat tinggi dan ekstrem, prospeknya suram,” tutur Laurence Mutkin, kepala strategi fixed-income Morgan Stanley di London. Di lain sisi, indeks saham futures AS melonjak karena optimisme paket yang diusulkan Paulson bakal disetujui Kongres. Kenaikan terjadi terutama pada saham-saham perbankan, seperti Bank of America, JPMorgan Chase & Co, dan Citigroup naik sekitar 3,1%, Kamis pagi. Indeks futures S&P 500 juga naik 0,4%. Sedangkan harga saham di bursa global dan regional bervariasi. Pada perdagangan Rabu, indeks Dow Jones (DJIA) turun 0,27%, Nasdaq naik 0,11%, dan S&P 500 turun 0,20%. Di Asia, Kamis, indeks Nikkei 225 melemah 0,9%, Hang Seng turun tipis 0,15%, Taiwan terpangkas 1,17%, Strait Times merosot 1,35%, serta IHSG di Bursa Efek Indonesia turun 0,72% ke posisi 1.870,06. Indeks yang positif adalah Shanghai melonjak 3,64% dan Filipina naik 2,23%.
Fed Pangkas Bunga
Turbulensi finansial yang berlarut-larut memunculkan prediksi bahwa Chairman The Fed Ben Bernanke kemungkinan bakal memangkas suku bunga (Fed Fund rate/FFR), setelah pada 16 September lalu mempertahankan FFR di posisi 2%. Pemangkasan terpaksa dilakukan karena kekhawatiran merosotnya pertumbuhan ekonomi negeri itu. “Terbuka pintu untuk pemotongan FFR, meski belum ada sinyal dari FOMC, karena kondisi sistem finansial kian memburuk,” tutur Brian Sack, mantan peneliti The Fed yang kini menjadi ekonom senior Macroeconomic Advisers LLC di Washington seperti dikutip Bloomberg.

0 Comments:
Post a Comment