Warren Buffet : Hutang AS Akan Membawa Malapetaka
oleh : zulfikar
Warren Buffett, miliarder yang juga salah satu pendiri sebuah perusahaan saham terkemuka dan yang suaranya sangat diperhitungkan dalam pertanggungjawaban fiskal AS, memperingatkan, tingginya tingkat utang Amerika Serikat yang mencapai $53 triliun bakal membawa bencana ekonomi. Buffett, pendiri bersama Blackstone Group LP dengan Peter Peterson, dan David Walker, serta bekas pengawas yang memimpin sebuah dinas pemerintah, menjadi peserta sebuah panel yang berbicara Kamis malam (21/8) di Omaha, Nebraska, menyusul pertunjukan perdana film dokumenter “I.O.U.S.A”. Pembicaraan itu disiarkan secara serentak di 350 bioskop.Film itu menjelaskan tentang betapa AS kemungkinan menghadapi bencana ekonomi kalau tidak bisa menemukan cara untuk membayar sekitar $53 triliun yang sudah dipakai --dan yang kini tidak dimiliki lagi-- manakala rakyat bertambah tua, dan biaya yang ditanggung lembaga perawatan kesehatan, Medicare, dan keamanan sosial, Social Secutiry, semakin besar.Film itu juga membuktikan, dan disetujui oleh para panelis, bahwa Amerika Serikat telah terlalu bergantung kepada investor asing untuk membeli barang-barang dan untuk hutang yang diterbitkan bagi umum.Juga disepakati bahwa banyak politisi tidak berani membuat pilihan untuk kebijakan yang keras yang jauh melenceng hingga keluar siklus pemilihan yang sedang berlangsung sekarang.“Politik kita telah terlalu tertanam dan terlalu partisan, dengan banyak sekali kepentingan khusus, yang memerlukan usaha besar-besaran dari publik yang mengatakan kepada mereka, ‘kami ingin realisasi dari sesuatu’,” kata Peterson.Buffett, yang mengelola Berkshire Hathaway yang berkantor-pusat di Omaha dan berusia 78 tahun 30 Agustus nanti, jauh lebih riang dan optimis dibandingkan panelis lainnya, meskipun dia menyatakan tidak ingin hutang tumbuh dengan persentase dari PDB (produk domestik bruto). “Propsek untuk terlahir di Amerika Serikat masih jauh lebih baik dibandingkan dengan di negara manapun di dunia,” kata Buffett.Buffeft, orang terkaya di dunia menurut majalah Forbes, menambahkan: “Amerika tidak akan tergadai sebagaimana keadaan di tahun 1776, dan waktu untuk awal kemungkinan seperti itu bukanlah tahun 2008.”Dia menambahkan, bahkan walau jauh lebih banyak hutang yang harus ditutupi, Amerika Serikat masih akan mempunyai berbagai sumberdaya untuk membayarnya. “Prospek keberhasilan Amerika terus saja semakin besar,” katanya.
oleh : zulfikar
Warren Buffett, miliarder yang juga salah satu pendiri sebuah perusahaan saham terkemuka dan yang suaranya sangat diperhitungkan dalam pertanggungjawaban fiskal AS, memperingatkan, tingginya tingkat utang Amerika Serikat yang mencapai $53 triliun bakal membawa bencana ekonomi. Buffett, pendiri bersama Blackstone Group LP dengan Peter Peterson, dan David Walker, serta bekas pengawas yang memimpin sebuah dinas pemerintah, menjadi peserta sebuah panel yang berbicara Kamis malam (21/8) di Omaha, Nebraska, menyusul pertunjukan perdana film dokumenter “I.O.U.S.A”. Pembicaraan itu disiarkan secara serentak di 350 bioskop.Film itu menjelaskan tentang betapa AS kemungkinan menghadapi bencana ekonomi kalau tidak bisa menemukan cara untuk membayar sekitar $53 triliun yang sudah dipakai --dan yang kini tidak dimiliki lagi-- manakala rakyat bertambah tua, dan biaya yang ditanggung lembaga perawatan kesehatan, Medicare, dan keamanan sosial, Social Secutiry, semakin besar.Film itu juga membuktikan, dan disetujui oleh para panelis, bahwa Amerika Serikat telah terlalu bergantung kepada investor asing untuk membeli barang-barang dan untuk hutang yang diterbitkan bagi umum.Juga disepakati bahwa banyak politisi tidak berani membuat pilihan untuk kebijakan yang keras yang jauh melenceng hingga keluar siklus pemilihan yang sedang berlangsung sekarang.“Politik kita telah terlalu tertanam dan terlalu partisan, dengan banyak sekali kepentingan khusus, yang memerlukan usaha besar-besaran dari publik yang mengatakan kepada mereka, ‘kami ingin realisasi dari sesuatu’,” kata Peterson.Buffett, yang mengelola Berkshire Hathaway yang berkantor-pusat di Omaha dan berusia 78 tahun 30 Agustus nanti, jauh lebih riang dan optimis dibandingkan panelis lainnya, meskipun dia menyatakan tidak ingin hutang tumbuh dengan persentase dari PDB (produk domestik bruto). “Propsek untuk terlahir di Amerika Serikat masih jauh lebih baik dibandingkan dengan di negara manapun di dunia,” kata Buffett.Buffeft, orang terkaya di dunia menurut majalah Forbes, menambahkan: “Amerika tidak akan tergadai sebagaimana keadaan di tahun 1776, dan waktu untuk awal kemungkinan seperti itu bukanlah tahun 2008.”Dia menambahkan, bahkan walau jauh lebih banyak hutang yang harus ditutupi, Amerika Serikat masih akan mempunyai berbagai sumberdaya untuk membayarnya. “Prospek keberhasilan Amerika terus saja semakin besar,” katanya.
Agar Inflasi Dikendalikan
Panelis lain adalah Bill Novelli, ketua pelaksana kelompok penyantun AARP untuk mereka yang berusia di atas 50 tahun, yang minta agar inflasi biaya perawatan kesehatan bisa dikendalikan. Panelis lainnya adalah William Niskanen, ketua penyokong kebebasan Cato Institute yang mengatakan usia pensiun di AS mestinya 70 tahun.Secara kasar, empat-perlima dari angka $53 triliun itu berkaitan dengan defisit di bawah yang diproyeksikan di sektor Medicare dan Social Security. Sebagian besar dari sisanya adalah yang umum dikatakan sebagai “hutang nasional” yang pada Juli lalu jumlahnya hampir $9,6 triliun, kata Biro Hutang Publik Departemen Keuangan AS.Walker, sebagai pengawas yang memimpin Dinas Pertanggung-jawaban Pemerintah di Kongres dari 1998 hingga Maret nanti, mengatakan, diperlukan tindakan agresif oleh siapapun yang akan menjadi presiden nanti, apakah John McCain ataupun Barack Obama.Kini mengelola Peter G. Peterson Foundation, Walker menyerukan diciptakannya semacam komisi yang “berkemampuan, dapat dipercaya dan dari kedua partai” untuk membuat rekomendasi guna menjamin ketatnya pengawasan anggaran, mereformasi Social Security secara komprehensif hingga waktu yang tidak terbatas, dan menerapkan “putaran pertama” reformasi perawatan kesehatan dan reformasi perpajakan.Menurut Peterson, AS harus mempertimbangkan gagasan “provokatif” dari tabungan yang bersifat perintah bagi perorangan, sebagaimana di sejumlah negara lain, dengan mengatakan bahwa bangsa Amerika sudah menjadi “sangat konsumtif dan sangat tergoda untuk berhutang.”Peterson (82) adalah mantan ketua eksekutif Lehman Brothers dan mantan menteri perdagangan AS di bawah Presiden Richard Nixon.

0 Comments:
Post a Comment