-->

Jumat, 15 Agustus 2008

Rasio Utang Terhadap PDB Turun Sebesar 30 % Sementara Itu Anggran Pendidikan Ditutupi Dengan Hutang

Rasio Utang Terhadap PDB Turun Sebesar 30 % Sementara Itu Anggran Pendidikan Ditutupi Dengan Hutang
oleh : zulfikar
Pemerintah memperkirakan rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam tahun 2009 akan menurun menjadi sekitar 30% dari sekitar 54% pada tahun 2004.Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan mengenai RUU tentang APBN 2009 di depan rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, tingkat rasio utang ini membuktikan tekad bahwa Indonesia harus bisa dibangun semaksimal mungkin dengan menggunakan sumber daya sendiri. "Dengan demikian, suatu saat nanti kita dapat bangga menyampaikan pada generasi penerus, anak cucu kita, bahwa kita mewariskan Negara dengan kekayaan yang makin meningkat, kemakmuran yang merata, dan utang yang makin kecil atau bahkan tidak ada," kata Presiden. Ia menjelaskan, untuk defisit anggaran sebesar Rp 99,6 triliun (1,9% PDB) dalam RAPBN tahun 2009, direncanakan dibiayai dari sumber-sumber pembiayaan dalam negeri sekitar Rp 110,7 triliun, sedangkan pembiayaan luar negeri neto mengalami minus Rp 11,1 triliun.


Dengan demikian, katanya, berarti pembayaran cicilan pokok utang luar negeri yang dilakukan pemerintah, lebih besar dari pada jumlah utang luar negeri baru dan hal ini sesuai dengan tujuan untuk terus mengurangi porsi utang luar negeri dalam pembiayaan defisit. Presiden menegaskan, kebijakan pembiayaan anggaran dalam 2009 tidak hanya bertujuan untuk memperkuat tingkat kemandirian dan mengurangi ketergantungan sumber pembiayaan luar negeri, namun juga ditujukan untuk mendorong pengelolaan utang yang berhati-hati

Gali Lubang Tutup Lubang
Mekipun hutang akan diturunkan pemerintah ternyata memilih hutang baru Untuk memenuhi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN tahun depan, pemerintah memilih meningkatkan defisit anggaran menjadi 1,9% dari sebelumnya 1,5% dengan memperbesar utang dalam negeri.“Defisit dinaikkan, jadi kita berutang lebih banyak, apa boleh buat. Kalau dikurangi anggaran jalan tidak cocok, dikurangi kesehatan juga tidak cocok, dikurangi anggaran tentara, ada bilang kekecilan. Terpaksa dinaikkan utang,” kata Wapres Jusuf Kalla menanggapi pertanyaan wartawan saat jumpa pers seusai salat Jumat.Lebih jauh Wapres menyatakan untuk menambal defisit anggara tersebut, pemerintah lebih memilih utang dalam negeri, bukan utang luar negeri. “Utang dari dalam negeri dari SUN (surat utang negara), sukuk, macam-macamlah,” tutur Wapres.Terkait dengan munculnya anggapan bahwa anggaran infrastruktur masih kurang, Wapres menyatakan pembiayaan infrastruktur tidak hanya dalam APBN tetapi juga ada pada APBD dan sektor swasta yang dijamin pemerintah. Dia mencontohkan anggaran pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt senilai Rp90 triliun tidak terdapat dalam APBN. Begitu juga dengan anggaran pembangunan jalan, bandara, pelabuhan dan telekomunikasi. "Itu kan infrastruktur semua, semua dilaksanakan oleh swasta dengan jaminan pemerintah atau sebagian dengan BUMN, itu jauh lebih besar dibandingkan dengan APBN langsung," ujar Wapres.Wapres mengakui peningkatan anggaran pendidikan dan infrastruktur akan membuat anggaran di bidang lain dikurangi. "Bagaimana kalau semua ingin banyak, mesti ada yang dikurangi, tidak bisa semua naik. Terkecuali kalau anda tidak mau ribut-ribut harga BBM naik," paparnya

0 Comments: