Produksi Minyak Mentah Masih Dibawah Target APBN
oleh : zulfikar
Realisasi lifting Desember 2007-Mei 2008 dilaporkan hanya mencapai 925.000 barrel per hari, sedangkan target lifting sepanjang tahun 2008 diharapkan mencapai 927.000 barrel per hari.Lifting selalu dihitung antara desember tahun sebelumnya dan november tahun berjalan. Perhitungan lifting sebesar 925.000 barrel per hari itu merupakan perhitungan antara Desember 2007 dan Mei 2008. "Namun, jika perhitungannya dihitung antara Desember 2007 dan Juni 2008, lifting kita sudah mencapai 942.000 barrel per hari," ujar Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menteri Perekonomian Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR di Jakarta, mulai Selasa (15/7) malam hingga Rabu dini hari. Rapat tersebut membahas laporan kinerja perekonomian dan APBN-P 2008 dari pemerintah kepada DPR.Lifting menjadi sangat penting artinya bagi keuangan pemerintah karena merupakan tolok ukur kesehatan sumber penerimaan negara dari minyak dan gas bumi. Jika realisasi lifting minyak rendah, ada dua pos anggaran penerimaan dalam APBN yang akan terganggu, yakni penerimaan pajak penghasilan migas dan penerimaan negara bukan pajak migas.
oleh : zulfikar
Realisasi lifting Desember 2007-Mei 2008 dilaporkan hanya mencapai 925.000 barrel per hari, sedangkan target lifting sepanjang tahun 2008 diharapkan mencapai 927.000 barrel per hari.Lifting selalu dihitung antara desember tahun sebelumnya dan november tahun berjalan. Perhitungan lifting sebesar 925.000 barrel per hari itu merupakan perhitungan antara Desember 2007 dan Mei 2008. "Namun, jika perhitungannya dihitung antara Desember 2007 dan Juni 2008, lifting kita sudah mencapai 942.000 barrel per hari," ujar Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menteri Perekonomian Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR di Jakarta, mulai Selasa (15/7) malam hingga Rabu dini hari. Rapat tersebut membahas laporan kinerja perekonomian dan APBN-P 2008 dari pemerintah kepada DPR.Lifting menjadi sangat penting artinya bagi keuangan pemerintah karena merupakan tolok ukur kesehatan sumber penerimaan negara dari minyak dan gas bumi. Jika realisasi lifting minyak rendah, ada dua pos anggaran penerimaan dalam APBN yang akan terganggu, yakni penerimaan pajak penghasilan migas dan penerimaan negara bukan pajak migas.
Setiap rupiah yang diperoleh dari penjualan minyak akan sangat berarti karena saat ini Indonesia tengah dihadapkan pada masalah lonjakan subsidi bahan bakar minyak yang sangat tinggi. Dalam APBN-P 2008 ditargetkan subsidi BBM sebesar Rp 126,8 triliun, tetapi pemerintah memperkirakan anggaran itu tidak akan mencukupi hingga akhir tahun karena subsidi BBM yang diperlukan bisa membengkak menjadi Rp 180,3 triliun.

0 Comments:
Post a Comment