Presiden OPEC : Harga Minyak Dirediksi Turun Tembus $ 80/barrel
oleh : zulfikar
Harga perdagangan minyak mentah dunia bisa turun antara US$ 70 hingga US$ 80 per barel jika dolar menguat dan krisis Iran mereda. Demikian diungkapkan Presiden Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) Chakib Khelil, Sabtu (26/7) di Aljier.Prediksi ini ia lontarkan dalam pernyataan singkatnya kepada wartawan sebagai catatan tentang kemungkinan adanya kenaikan harga kembali. Menurut Khelil, secara normal, tanpa adanya intervensi geopolitik atau kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), harga minyak jangka panjang seharusnya bergerak ke arah yang lebih rendah. Dia mengungkapkan, pertemuan terakhir antara diplomat senior AS William Burns dan kepala negosiator nuklir Iran Saeed Jalili di Jenewa serta penguatan dolar merupakan faktor utama yang ikut menekan harga minyak turun, daripada perubahan pasokan dan permintaan. Saya tidak melihat adanya penurunan permintaan dan pasokan masih sama,' kata Khelil yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Tambang Aljazair, seperti dilaporkan Xinhua kemarin. Ia juga menyuarakan ketidakpuasannya terhadap sebagian negara Eropa yang bersikeras mempromosikan energi bio etanol.
oleh : zulfikar
Harga perdagangan minyak mentah dunia bisa turun antara US$ 70 hingga US$ 80 per barel jika dolar menguat dan krisis Iran mereda. Demikian diungkapkan Presiden Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) Chakib Khelil, Sabtu (26/7) di Aljier.Prediksi ini ia lontarkan dalam pernyataan singkatnya kepada wartawan sebagai catatan tentang kemungkinan adanya kenaikan harga kembali. Menurut Khelil, secara normal, tanpa adanya intervensi geopolitik atau kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), harga minyak jangka panjang seharusnya bergerak ke arah yang lebih rendah. Dia mengungkapkan, pertemuan terakhir antara diplomat senior AS William Burns dan kepala negosiator nuklir Iran Saeed Jalili di Jenewa serta penguatan dolar merupakan faktor utama yang ikut menekan harga minyak turun, daripada perubahan pasokan dan permintaan. Saya tidak melihat adanya penurunan permintaan dan pasokan masih sama,' kata Khelil yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Tambang Aljazair, seperti dilaporkan Xinhua kemarin. Ia juga menyuarakan ketidakpuasannya terhadap sebagian negara Eropa yang bersikeras mempromosikan energi bio etanol.
Sementara itu, Jumat (25/7), harga minyak mentah dunia naik menjadi di atas US$ 126 per barel, meningkat dari perdagangan sebelumnya. Dalam dua minggu terakhir, beberapa kali harga minyak mentah dunia menurun. Nilai dolar yang melemah membuat komoditas minyak semakin menarik bagi investor. Namun, kenaikan harga terbatas karena adanya kekhawatiran bahwa permintaan bahan bakar yang lesu.Dalam perdagangan elektronik Bursa New York Mercantile di Eropa, harga minyak mentah jenis ringan untuk pengiriman September naik 68 sen menjadi US$ 126,17 per barel. Di London, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 86 sen menjadi US$ 127,30 per barel di bursa berjangka ICE. Pada Kamis pekan lalu, harga kontrak naik US$ 1,05 dan bertahan pada US$ 125,49 per barel.Sedangkan Rabu pekan lalu, harga minyak merosot drastis, yakni anjlok US$ 3,98 ke posisi US$ 124,44 per barel dan merupakan penutupan terendah sejak 4 Juni lalu. Harga minyak mentah turun sebanyak enam kali dari delapan perdagangan terakhir dan kini berada pada 15% lebih rendah dari level puncak, yakni sekitar US$ 147 per barel pada awal bulan ini."Kenyataannya, penurunan US$ 20 per barel terjadi cukup cepat dan agresif. Asas pasar yang telah mendorong harga melebihi US$ 145. Sebagian partisipan pasar dengan mudah melihat ini sebagai kesempatan untuk membeli,” kata Victor Shum, seorang analis energi dari perusahaan konsultan Purvin & Gertz di Singapura

0 Comments:
Post a Comment