-->

Selasa, 01 Juli 2008

IEA : Harga Minyak Akan Terus Berlanjut

IEA : Harga Minyak Akan Terus Berlanjut
oleh : zulfikar
Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan Selasa (1/7) tentang kemungkinan terjadinya ketegangan dalam pasokan minyak dunia mulai tahun 2010, sambil memberikan sedikit dorongan agar konsumen cukup kuat menghadapi tingginya harga minyak.Pengamat energi negara-negara industri dunia menekankan dalam sebuah laporan mengenai prospek jangka menengah untuk pasar minyak yang pertumbuhan pasokannya akan melebihi permintaan dalam beberapa tahun mendatang sebelum permintaan kembali lebih tinggi tahun 2010.“Pertumbuhan permintaan struktural di negara-negara berkembang dan keterbatasan suplai yang sedang berlangsung akan terus mewarnai pasar yang ketat dalam jangka menengah,” kata Laporan Pasar Jangka Menengah 2008 yang diterbitkan di Madrid, Senin (30/6).“Sebegitu jauh terdapat revisi ke bawah yang signifikan baik untuk suplai non-OPEC maupun perkiraan-perkiraan tentang kapasitas OPEC dari Laporan Pasar Minyak Jangka Menengah,” kata IEA menunjuk kepada penundaan-penundaan yang tidak diduga dengan berbagai proyek dan kenaikan biaya.Dengan sendirinya, kapasitas cadangan dalam sistem produksi dunia -- yang berfungsi sebagai fasilitas pengaman dan sarana untuk menurunkan harga -- “untuk sementara naik hingga di atas 4 juta barel per hari tahun 2009 dan 2010, sebelum surut kembali hingga ke level minimalnya tahun 2013.”Kapasitas cadangan ini ialah produksi yang tetap dicadangkan oleh para anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang mengatur produksi mereka untuk mengontrol harga.Kurangnya kapasitas cadangan dalam beberapa tahun terakhir karena naiknya permintaan dari negara-negara ekonomi yang sedang tumbuh pesat di Asia dan di Timur Tengah menjadi salah satu faktor penggerak naiknya harga.IEA mengatakan, spekulan seyogianya tidak dicap sebagai “kambing hitam” atas naiknya harga minyak hingga $140 per barel.


Rekor Harga Baru

Harga minyak mentah benchmark bahkan melonjak mencapai rekor baru hingga mendekati $144 per barel Senin (30/6).“Seringkali hanya karena berlatar-belakang politik untuk menemukan kambing hitam atas kenaikan harga ketimbang melakukan analisa serius atau barangkali dalam menghadapi keputusan-keputusan sulit,” kata IEA.Isu spekulasi telah memisahkan negara-negara produsen dan konsumen, dengan negara-negara produsen OPEC menyalahkan para spekulan atas melonjaknya harga yang telah mencapai dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir.Sejumlah politisi di negara-negara konsumen, yang sedang menghadapi reformasi tidak populer atau menghadapi konsumen yang marah, juga menyalahkan spekulan di sektor keuangan.IEA menggunakan teori ekonomi suplai dan permintaan dan perubahan-perubahan dalam industri untuk menjelaskan sebab kenaikan harga.Badan Energi Inernasional itu menekankan tentang “pertumbuhan permintaan yang sangat kuat dari negara-negara non-OECD, kurangnya pertumbuhan suplai, kapasitas cadangan yang rendah, nilai dolar yang melemah dan ketidak-seimbangan antara kapasitas kilang dan pertumbuhan struktural dalam permintaan produk” sebagai penyebab melonjaknya harga minyak.Permintaan minyak dunia diperkirakan tumbuh rata-rata 1,6% per tahun selama lima tahun mendatang, naik dari 86,9 juta barel per hari tahun 2008 menjadi 92,29 juta barel tahun 2012 dan 94,1 juta barel per hari tahun 2013.

0 Comments: