-->

Rabu, 09 Juli 2008

Deviasi ICP Tahun 2009 Sebesar $160/barrel

Deviasi ICP Tahun 2009 Sebesar $160/barrel
oleh : zulfikar
Panja belanja pemerintah pusat Panggar DPR dan pemerintah menyepakati belanja subsidi BBM 2009 akan menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) rata-rata pada 2009 sebesar 130 dolar AS per barel dengan bantalan atas deviasi atau penyimpangan ICP hingga sebesar 160 dolar AS per barel."Ini untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia. Yang penting 'net impact' terjaga pada tingkat yang positif. 'Net impact' itu kan selisih antara penerimaan dan belanja yang terkait dengan parameter migas," kata Koordinator panja, Suharso Monoarfa usai rapat kerja penyampaian hasil pembahasan panja kepada pemerintah di Gedung DPR, Jakarta, Selasa malam.Namun demikian, dia menambahkan, besaran tersebut masih bisa berubah pada pembahasan selanjutnya pascapenyerahan nota keuangan pemerintah pada Agustus nanti.Sementara Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Depkeu, Anggito Abimanyu menjelaskan, lebarnya bantal yang disiapkan pemerintah dan DPR dikarenakan adanya beberapa risiko yang diakibatkan oleh kondisi-kondisi, baik internal maupun eksternal, yang berada di luar kontrol pemerintah.


"Kalau pergerakan (risiko-risiko-red) tersebut di luar asumsi kita, kan harus ada bantalannya," katanya.Dia menjelaskan, ada lima risiko yang ingin dijaga dengan bantalan tersebut, yaitu risiko harga minyak, risiko perubahan asumsi makro, risiko jaminan pemerintah terkait proyek-proyek infrastruktur, risiko tanah khusus, dan risiko bencana alam."Memang ada alokasinya, tetapi tentunya kita berharap alokasi bantalan itu tidak terpakai," jelasnya. Sedangkan volume BBM bersubsidi untuk 2009, katanya, pemerintah dan Panja sepakat untuk tidak mengubah mengingat besaran 42,8 juta kilo liter dirasakan sudah cukup tinggi. "Mudah-mudahan aman," katanya. (Antara)



0 Comments: